Pengertian Cahaya, Sifat, dan Contohnya Dalam Kehidupan

Pengertian Cahaya, Sifat, dan Contohnya Dalam Kehidupan

ِAmongguru.com. Cahaya berperan penting bagi kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup di bumi. Manusia, hewan, dan tumbuhan membutuhkan cahaya untuk dapat bertahan hidup. Adanya kehidupan di bumi, salah satunya ditandai dengan adanya cahaya.

Cahaya dapat diibaratkan seperti air yang berperan sebagai sumber kehidupan. Tanpa adanya cahaya, mustahil makhluk dapat bertahan hidup, kecuali beberapa organisme yang diciptakan untuk hidup tanpa bantuan cahaya, misalnya virus dan bakteri.

Tumbuhan memberlukan cahaya untuk membantu dalam proses fotosintesis. Tanpa adanya bantuan cahaya, tumbuhan tidak akan mampu membuat makanannya sendiri.

Cahaya juga dibutuhkan tumbuhan untuk menghangatkan biji, membantu proses pertumbuhan kecambah, mengatur suhu, dan mengaktifkan klorofil.

Pengertian Cahaya, Sifat, dan Contohnya Dalam Kehidupan
Pengertian Cahaya, Sifat, dan Contohnya Dalam Kehidupan

Cahaya juga dibutuhkan oleh manusia dan hewan untuk melakukan aktivitas. Dengan kondisi cahaya yang baik, maka kita akan dapat lebih leluasa dalam melakukan berbagai kegiatan. Sebaliknya, cahaya yang redup dan kondisi gelap tanpa cahaya, menghambat kita untuk beraktivitas maksimal.

Pengertian Cahaya 

Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh mata. Cahaya sebagai gelombang elektromagnetik karena karena dalam perambatannya tidak memerlukan medium. Cahaya memiliki panjang gelombang sekitar 380 sampai dengan 750 nm.

Selain itu, cahaya juga adalah suatu paket partikel yang disebut foton. Dengan demikian, sifat cahaya disebut sebagai “dualisme gelombang – partikel”.

Paket cahaya yang biasa dinamakan spektrum tersebut selanjutnya dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan atau mata sebagai warna. Sedangkan dalam bidang studi cahaya, dikenal dengan istilah optika.

Setiap benda yang dapat memancarkan cahaya sendiri disebut sumber cahaya. Contoh sumber cahaya adalah matahari, bintang, lampu, dan lilin.

Dengan adanya sumber cahaya ini, maka akan mampu menerangi area yang gelap, sehingga kondisi daerah tersebut menjadi terlihat lebih jelas oleh mata.

Sifat-sifat Cahaya dan Contohnya

Berikut ini adalah beberapa sifat cahaya dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Cahaya Merambat Lurus

Cahaya memiliki sifat yang merambat secara lurus. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat kemampuan sebuah benda dalam meneruskan cahaya.

Misalnya, kemampuan lampu senter yang menyala secara lurus atau berkas cahaya yang masuk melalui ventilasi rumah sehingga tampak seperti garis lurus.

2. Cahaya Dapat Dipantulkan

Cahaya memiliki sifat dapat dipantulkan. Pemantulan atau refleksi adalah proses kembali terpancarnya cahaya dari permukaan benda yang memang terkena oleh cahaya.

Pemantulan cahaya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur (difus). Pemantulan teratur merupakan pemantulan yang berkas cahaya pantulnya itu sejajar.

Pemantulan teratur terjadi jika cahaya mengenai benda yang permukaannya itu rata dan mengkilap, misalnya cermin.

Pemantulan baur atau pemantulan difus terjadi apabila cahaya yang mengenai permukaan tidak rata, misalnya batu. Arah sinar pantul pada pemantulan baur menjadi tidak beraturan dan menyebar ke segala arah.

3. Cahaya dapat Dibiaskan

Pembiasan cahaya merupakan suatu peristiwa pembelokan arah rambat cahaya. Cahaya dapat dibiaskan jika merambat melalui dua zat yang mempunyai kerapatan berbeda.

Apabila terdapat cahaya datang yang berasal dari zat yang mempunyai kerapatan kurang menuju ke zat yang mempunyai kerapatan lebih, maka cahaya itu akan dibiaskan mendekati garis normal.

Sebaliknya, jika cahaya melewati zat yang lebih rapat menuju ke zat yang kurang rapat, maka akan dibiaskan menjauhi garis normal.

Contoh peristiwa pembiasan cahaya dalam kehidupan, misalnya sedotan yang dimasukkan ke dalam air dalam gelas, maka sedotan tersebut akan terlihat membengkok. Contoh lainnya adalah kolam yang airnya jernih akan terlihat seperti dangkal.

4. Cahaya Dapat Diuraikan

Dispersi atau penguraian cahaya merupakan proses penguraian cahaya putih menjadi cahaya yang memiliki warna bervariasi. Terjadinya pelangi merupakan contoh dari dispersi cahaya.

Pelangi biasanya akan muncul setelah hujan turun. Pelangi terdiri atas beberapa warna, mulai dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Sebenarnya, warna-warna pelangi tersebut berasal dari satu warna saja, yaitu warna putih yang dihasilkan dari cahaya matahari.

Akan tetapi, karena cahaya matahari yang datang tersebut dibiaskan oleh adanya titik air hujan, maka berakibat diuraikannya cahaya putih menjadi beberapa macam warna yang indah dan menarik.

Warna putih disebut juga dengan nama cahaya polikromatik. Cahaya putih seperti pada cahaya matahari itu termasuk ke dalam cahaya polikromatik.
Cahaya polikromatik merupakan cahaya yang tersusun dari beberapa macam komponen warna yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Peristiwa perpaduan berbagai macam warna cahaya menjadi warna putih,  disebut dengan nama spektrum cahaya. Spektrum cahaya yang tak dapat diuraikan kembali disebut namakan cahaya monokromatik.

5. Cahaya Dapat Menembus Benda Bening

Sifat cahaya yang dapat menembus benda bening dapat dibuktikan dengan contoh cahaya matahari dapat masuk ke rumah dengan menembus jendela yang mempunyai kaca bening.

Berdasarkan kemampuan meneruskan cahaya, maka benda dapat bedakan menjadi dua, yaitu benda tembus cahaya dan benda tidak tembus cahaya

Benda yang mampu meneruskan cahaya dinamakan benda tembus cahaya. Contoh benda tembus cahaya adalah kaca. Sedangkan benda yang tidak bisa meneruskan cahaya ketika cahaya mengenai benda tersebut dinamakan benda tidak tembus cahaya atau benda gelap.

Contoh benda gelap, antara lain tembok, kayu, dan batu. Benda gelap ketika dikenai cahaya tidak dapat ditembus dan hanya membentuk bayangan saja.

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai Pengertian Cahaya, Sifat, dan Contohnya Dalam Kehidupan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan