Pengertian Asteroid, Ciri-ciri, dan Jenisnya Dilengkapi Gambar

Pengertian Asteroid, Ciri-ciri, dan Jenisnya Dilengkapi Gambar

Amongguru.com. Asteoroid merupakan salah satu komponen dalam tata surya.

Ciri-Ciri Asteroid

Berikut adalah ciri-ciri dari asteroid.

1. Memiliki bentuk tidak beraturan

Asteroid memiliki bentuk yang tidak beraturan. Meskipun planet juga tidak berbentuk bulat utuh, akan tetapi bentuk asteroid lebih tidak beraturan. Asteroid yang memilki bentuk hampir bulat adalah Ceres.

2. Tidak memancarkan cahaya sendiri

Asteorid merupakan anggota tata surya yang tidak memiliki cahaya sendiri, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai bintang.

3. Berputar mengelilingi matahari

Sebagaimana planet dan anggota tata surya lainnya, asteroid juga berputar mengelilingi Matahari sebagai pusat tata surya.

Orbit asteroid dalam mengelilingi matahari berbentuk elips. Di dalam perputaranya mengelilingi Matahari, asteroid dapat jatuh ke Bumi sehingga dapat menimbulkan kerusakan.

4. Berasal dari debu dan es

Berdasarkan sejarah terbentuknya, asteoroid diduga berasal dari debu dan es yang membatu karena suhu yang sangat dingin.

5. Memilik bentuk yang lebih kecil dari planet kerdil

Asteroid memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan planet kecil (dulu disebut planet Pluto) yang ada dalam tata surya.

Ukuran asteroid kurang lebih hanya sekitar 1 km dan tersebar dalam sabuk utama dengan jumlah mencapai jutaan.

6. Tertetak di antara orbit Mars dan Jupiter

Pusat asteroid terletak di sabuk utamanya, yaitu di antara orbit Mars dan Jupiter. Dengan demikian, asteroid banyak tersebar di antara kedua orbit tersebut.

Meskipun demikian, asteroid juga ada yang terletak di luar sabuknya. Misalnya, Amor, Apollo, dan Aten yang terletak dengan Bumi.

7. Suhunya sangat dingin

Asteroid adalah benda langit yang suhu permukaannya sangat dingin. Suhu pada permukaan asteroid sekitar minus 73 derajat Celcius.

8. Permukaannya berbatu dengan struktur mirip kawah

Meskipun bahan pembentuk asteroid ada juga yang berupa logam, seperti besi, nikel tetapi sebagian besar penyusunnya didominasi bebatuan. Selain itu permukaan asteroid pada umumnya berlubang atau berkawah raksasa.

Klasifikasi Asteroid

Berdasarkan komposisinya, asteroid dalam dikelompokkan ke dalam tiga jenis, sebagai berikut.

1. Asteroid Jenis C

Asteroid jenis C atau asteroid keabu-abuan merupakan jenis asteroid yang paling umum ditemui dalam sistem tata surya.

Lebih dari 75 persen asteroid yang tersebar di luar sabuk utama merupakan asteroid jenis C. Asteroid ini tersusun atas tanah liat dan batuan silikat.

2. Asteroid Jenis S

Asteroid jenis S atau asteroid silicaceous memiliki ciri berwarna hijau kemerahan dan terbuat dari silikat, besi, serta nikel.

Jumlah asteroid ini mencapai 17 persen dari asteroid yang ada dan mendominasi di sabuk utama dalam.

3. Asteroid Jenis M

Asteroid jenis M atau asteroid metalik memiliki warna kemerahan dan berada di wilayah tengah sabuk utama. Asteroid ini tersusun atas besi dan nikel.

Jenis-jenis Asteroid

Berikut ini adalah beberapa jenis asteroid yang sudah ditemukan beserta ciri-cirinya.

1. Ceres

Ceres ditemukan pada tanggal 1 Januari 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Ceres merupakan sebuah planet kerdil yang terletak di sabuk utama asteroid.

Hampir 150 tahun lamanya, semenjak pertama kali ditemukan. Ceres diyakini sebagai planet. Sampai pada akhirnya, tanggal 24 Agustus 2006, Ceres ditetapkan sebagai asteroid. Ceres memiliki massa sebesar 9,45 ± 0,04 × 1020 kg dengan diameter yang sekitar 950 km.

2. Pallas

Pallas adalah asteroid kedua yang ditemukan oleh astronom Heinrich Wilhelm Matthaus Olbers pada tanggal 28 Maret 1802.

Pallas adalah salah satu dari empat asteroid besar yang ada di sabuk asteroid, selain Ceres, Vesta, dan Hygiea., dan Pallas). Pallas memiliki ukuran sama seperti Vesta.

3. Vesta

Vesta menjadi asteroid terbesar kedua yang terletak di sabuk utama dengan ukuran diameter sebesar 530 kilometer. Vesta ditemukan pada tanggal 29 Maret 1807 oleh astronom Jerman Heinrich Wilhelm Olbers

Vesta diperkirakan memiliki massa 9 persen dari massa semua sabuk asteroid dan merupakan asteroid yang paling terang.

4. Hygiea

Hygiea menjadi asteroid terbesar keempat yang berada di sabuk utama asteroid. Ukurang Hygiea sekitar 350 km.

Asateroid ini ditemukan oleh Annibale de Gasparis pada tanggal 12 April 1849. Massa Hygiea sekitar 2,9 persen dari total massa sabuk asteroid.

5. Interamnia

Interamnia ditemukan pada tanggal 2 Oktober 1910 oleh Vincenzo Cerulli. Interamnia menjadi jenis asteroid kelima terbesar besar sesudah Ceres, Vesta, Pallas, dan Hygiea.

Diameter Interamnia sekitar 350 km dengan massa kurang lebih sebesar 1,2 persen dari massa seluruh sabuk asteroid.

6. Baptistina

Baptistina menjadi salah satu keluarga termuda asteroid di sabuk asteroid yang diperkirakan muncul pada 160 juta tahun silam.

Asteroid ini memiliki ukuran sekitar 60 km sampai dengan 170 km. Diduga, Baptistina adalah asteroid yang pernah menghantam Bumi 65 juta tahun silam, sehingga menyebabkan kepunahan dinosaurus.

7. Themis 

Themis merupakan salah satu asteroid besar yang menjadi benda langit pertama dengan es di permukaannya.

Pada 2009, penyelidikan menggunakan cahaya inframerah memastikan keberadaan es serta karbon atau molekul organik.

Karakteristik ini membuat Themis menjadi penghantar air dan karbon pada permukaan Bumi muda yang panas dan kering, sekitar empat miliar tahun silam.

8. Toutatis

Asteroid ini diberi nama mirip dewa Celtic. Toutatis ini menjadi asteroid paling unik, karena gerakannya yang tidak beraturan dan tidak berputar mengelingi sumbunya.

Asteroid ini berpotensi mendekati Bumi, akan tetapi karena orbitnya kacau, maka kapan Toutatis akan mencapai Bumi tidak bisa diprediksi.

Demikian pengertian Asteroid, ciri-ciri, dan jenisnya dilengkapi gambar. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan