Pengertian Adaptasi Tingkah Laku Pada Makhluk Hidup dan Contohnya

Pengertian Adaptasi Tingkah Laku Pada Makhluk Hidup dan Contohnya 

Amongguru.com. Adaptasi tingkah laku adalah cara penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya dalam bentuk tingkah laku.

Adaptasi tingkah laku dapat dilakukan oleh hewan dan tumbuhan. Karena merupakan kebiasaan hewan dan tumbuhan, maka bentuk adaptasi ini dapat dilihat secara langsung.

Adaptasi tingkah laku memiliki dua bentuk, yaitu tingkah laku sosial (untuk hewan yang hidup berkelompok) dan tingkah laku untuk perlindungan.

Berikut ini beberapa contoh adaptasi tingkah laku pada hewan dan tumbuhan.

Adaptasi Tingkah Laku pada Hewan

1. Bunglon

Bunglon memiliki kemampuan beradaptasi dengan cara yang unik. Bunglon akan mengubah warna kulitnya sesuai tempat yang dihinggapinya. Kemampuan bunglon mengubah warna kulit ini disebut mimikri.

Bunglon mengubah warna kulit untuk menyamarkan dirinya, sehingga sulit terlihat oleh pemangsa.

2. Rayap

Rayap yang baru menetas dari telurnya, akan menjilati dubur induknya untuk mendapatkan enzim flagellata.

Tingkah laku yang demikian memungkinkan flagellata dapat masuk ke saluran  pencernaan rayap muda tersebut.

Flagellata diperlukan rayap untuk mencerna kayu, karena flagellata mampu menghasilkan enzim selulase.

3. Cicak

Cicak akan melakukan adaptasi tingkah laku dengan cara memutuskan ekornya atau disebut dengan istilah autotomi.

Autotomi ini dilakukan oleh cicak dengan tujuan untuk mengelabuhi hewan lain yang akan menyerangnya.

Dengan demikian, perhatian predator yang akan menyerang tersebut teralihkan pada ekor cicak yang bergerak-gerak, sehingga cicak dapat leluasa untuk kabur. Setelah beberapa lama, ekor cicak yang putus tadi akan tumbuh kembali.

4. Kerbau

Pada saat cuaca panas, kerbau akan mencari kubangan atau tempat berair untuk berendam. Bentuk adaptasi yang dilakukan oleh kerbau ini bertujuan untuk mengurangi pengaruh panas (kalor) dalam tubuhnya.

Kerbau memiliki kulit di seluruh permukaan tubuhnya berwarna gelap, sehingga ceat menyerap panas. Salah satu cara untuk mengurangi panas pada tubuh kerbau adalah dengan berendam di dalam tempat berair atau berlumpur.

5. Cumi-cumi

Cumi-cumi memiliki kemampuan adaptasi dengan cara menyemprotkan tintanya dan berenang menjauh pada saat dalam keadaan bahaya.

Cumi-cumi menyemprotkan tinta untuk mencecoh musuhnya, sehingga musuh tidak dapat mengetahu keberadaan cumi-cumi, karena lingkungan di sekitarnya gelap.

6. Kuda Nil

Hampir sama dengan kerbau, kuda nil juga melakukan adaptasi dengan mencari sungai atau kubangan air untuk berendam. Kebiasaan berendam kuda nil ini dilakukan hampir setengah hari lamanya.

Kuda nil memiliki kulit yang tipis dan sensitif terhadap sengatan matahari, sehingga hewan ini akan berusaha melindungi diri dari panas matahari dengan cara berendam di air dari pagi hingga petang.

7. Burung

Bentuk adaptasi tingkah laku dari burung adalah bermigrasi. Burung biasanya akan melakukan migrasi secara berkelompok untuk mencari tempat baru yang sesuai untuk mereka tinggal.

Migrasi ini juga dilakukan burung untuk menghindari suhu dingin yang menjadi habitatnya atau untuk mencari sumber makanan baru.

Sekali bermigrasi, burung dapat menempuh jarak hingga ratusan bahkan ribuan kilometer dengan waktu tempuh mencapai sekitar dua bulan.

8. Kaki seribu

Kaki seribu (luwing) akan menggulungkan badannya sampai membentuk lingkaran untuk melakukan perlindungan diri.

Bentuk tingkah laku ini dilakukan oleh kaki seribu jika hewan tersebut merasa terancam. Punggung tubuh kaki seribu yang keras akan menjadi perisai jika diserang oleh predatornya.

9 Lumba-lumba

Mamalia yang hidup di laut, misalnya lumba-lumba, akan melakukan adaptasi dengan sering muncul ke permukaan air.

Bentuk adaptasi ini dilakukan lumba-lumba dengan tujuan untuk mengambil oksigen di udara, karena alat pernapasan lumba-lumba adalah paru-paru sehingga tidak dapat mengikat oksigen yang terlarut dalam air.

Adaptasi Tingkah Laku pada Tumbuhan

1. Pohon Jati

Adaptasi tingkah laku yang dilakukan pohon jati adalah dengan meranggas, yaitu menggugurkan daun pada saat musim kemarau.

Musim kemarau ditandai dengan tingkat penguapan air yang tinggi, sehingga dengan menjatuhkan daunnya yang kering, maka daun layu tersebut akan menutupi tanah dan mengurangi penguapan air yang terjadi pada tanah.

2. Putri Malu

Bentuk adaptasi yang dilakukan tumbuhan putri malu terbilang cukup unik, yaitu menguncupkan daun ketika disentuh. Gerak menguncupnya daun putri malu pada saat disentuh ini disebut seismonasti.

Baca :

Adaptasi yang dilakukan putri malu tersebut bertujuan untuk mengelabuhi hewan predator yang akan memakannya, karena hewan akan mengira seolah-olah daun putri malu mendadak layu.

3. Bunga Pukul Empat

Bung pukul empat akan melakukan adaptasi tingkah laku ketika matahari terbit atau di pagi hari. Pada waktu terbit matahari, bunga pukul empat akan terlihat layu dan mekar kembali di sore harinya.

Faktor yang memengaruhi adaptasi bunga pukul empat ini adalah intensitas suhu di sekitarnya dan juga cahaya matahari.

4. Jagung

Ketika musim kemarau atau cuaca panas, jagung akan melakukan adaptasi dengan cara menggulungkan daunnya.

Hal ini dilakukan oleh daun dengan tujuan untuk mengurangi penguapan air yang meningkat jika cuaca panas tiba.

Tinggalkan Balasan