Pengertian Adaptasi Fisiologi pada Makhluk Hidup Beserta Contohnya

Pengertian Adaptasi Fisiologi pada Makhluk Hidup Beserta Contohnya

Amongguru.com. Adaptasi fisiologi adalah bentuk adaptasi makhluk hidup melalui fungsi kerja organ-organ tubuhnya agar dapat bertahan hidup.

Adaptasi fisiologi cukup sulit untuk diamati, karena hanya terjadi pada bagian dalam organ tubuh makhluk hidup itu sendiri.

Adaptasi fisiologi dapat terjadi pada makhluk hidup yang memanfaatkan fungsi organ tubuhnya untuk tetap bertahan hidup di lingkungan tempat tinggalnya.

Berikut ini adalah contoh adaptasi fisiologi yang dilakukan oleh hewan, tumbuhan, dan manusia.

Adaptasi Fisiologi pada Hewan

1. Unta akan menyimpan cadangan air pada kantung di dalam punuknya, sehingga dapat bertahan hidup di tempat yang kering dan panas (gurun).

2. Hewan berdarah dingin akan menurunkan kecepatan metabolismenya jika berada di daerah dingin, sedangkan hewan berdarah panas akan naik kecepatan metabolismenya apabila berada di tempat bersuhu panas.

3. Burung hantu memiliki penglihatan yang sangat tajam pada malam hari, sehingga memudahkan dalam mencari dan menangkap mangsa.

4. Ikan di laut memiliki tekanan osmosis lebih rendah dari tekanan osmosis air laut, sehingga akan banyak minum dan mengeluarkan urine yang lebih pekat.

5. Ikan yang hidup di air tawar memiliki tekanan osmosis lebih tinggi dari tekanan osmosis air laut. Dengan demikian, ikan air tawar akan sedikit minum air dan banyak mengeluarkan urine yang encer.

6. Hewan ruminasia memiliki enzim selulase untuk menguraikan selulosa yang menyusun sel tumbuhan, sehingga makanan berupa rumput lebih mudah dicerna.

7. Musang akan menyemburkan cairan yang berbau dari duburnya, untuk melindungi diri dari ancaman serangan musuh.

8. Tupai dapat mengekstrak air yang berasal dari biji-bijian agar dapat bertahan hidup di daerah kering dan tandus.

9. Nyamuk memiliki zat anti pembeku darah atau antikoagulan, sehingga dapat menghisap darah manusia maupun hewan.

10. Rayap memiliki enzim selulase untuk menguraikan selulosa yang ada pada kayu, sehingga dapat dijadikan makanannya

Adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan

1. Tanaman bakau memiliki akar gantung yang berguna untuk pernapasan, sehingga dapat bertahan hidup di daerah perairan pasang surut.

2. Tumbuhan dikotil memiliki mahkota bunga yang berwarna indah untuk menarik serangga agar membantu penyerbukan.

Baca :

3. Tanaman bunga akan menghasilkan nektar untuk menarik lebah membantu dalam penyerbukan.

4. Beberapa tanaman bunga juga menghasilkan bau atau aroma khas untuk menarik perhatian serangga agar mendekat dan membantu penyerbukan.

5. Tumbuhan insektivora akan menghasilkan enzim protease untuk menghancurkan protein dari tubuh mangsanya yang terperangkap.

6. Tumbuhan paku akan menggulungkan daun mudanya pada saat berada di tempat yang lembab.

7. Ilalang akan menghasilkan zat berupa racun bagi hewan herbivora, sehingga hewan tersebut tidak mau mendekat atau memakannya.

8. Pohon mahoni menghasilkan racun untuk mengurangi persaingan dengan pohon lainnya dalam hal mendapatkan nutrisi.

9. Beberapa tumbuhan polong-polongan akan menutupkan daunnya pada siang hari untuk mengurangi terjadinya penguapan.

Adaptasi Fisiologi pada Manusia

1. Jumlah sel darah merah yang yang hidup di daerah pegunungan lebih banyak daripada orang yang tinggal di daerah pantai, karena tekanan udara di daerah pegunungan lebih rendah sehingga oksigen yang diikat menjadi lebih banyak.

2. Atlet rata-rata akan mempunyai ukuran jantung yang lebih besar dibandingkan ukuran jantung orang pada umumnya.

3. Pada saat cuaca panas, manusia akan cenderung berkeringat. Akan tetapi, ketika udara dingin, maka manusia cenderung lebih sering mengeluarkan urine.

5. Mata manusia dapat menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang diterimanya. Ketika di tempat gelap, pupil mata akan membuka lebar, sebaliknya jika ditempat terang, pupil mata akan menyempit.

Demikian pengertian adaptasi fisiologi pada makhluk hidup beserta contohnya. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan