Penerapan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS Pada Kurikulum 2013

Penerapan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS Pada Kurikulum 2013

Amongguru.com. Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi yang lebih dari sekadar menghapal atau menceritakan kembali.

HOTS perlu dimiliki oleh peserta didik seiring perkembangan ilmu pengetahuan di era modern seperti sekarang ini.

Kategori kemampuan berfikir tingkat tinggi atau HOTS adalah kemampuan untuk memecahkan masalah (problem solving), kemampuan berfikir kritis (critical thinking), berfikir kreatif (creative thinking), dan kemampuan berargumen (reasoning).

Untuk itulah, maka penilaian dalam Ujian Nasional pada Kurikulum 2013 menggunakan soal-soal tertentu yang membutuhkan daya nalar tinggi (HOTS).

Keterampilan berpikir pada awalnya ditentukan berdasarkan Taksonomi Bloom yang mengkategorikan berbagai tingkat pemikiran, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi.

Tingkatan berpikir tersebut mulai dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi.

Konsep berpikir Bloom membagi pembelajaran yang terbagi ke dalam tiga ranah, yaitu kognitif (pengetahuan), afektif (sikap dan perasaan), dan psikomotorik (keterampilan).

Ranah kognitif dibagi menjadi tingkat rendah dan tingkat tinggi Ranah kognitif tersebut selanjutnya direvisi oleh Lorin Anderson dan David Krathwohl pada tahun 2001.

Urutan tingkat berpikirnya diubah menjadi : (1) mengingat (remember); (2) memahami (understand); (3) mengaplikasikan (apply); (4) menganalisis (analyze); (5) mengevaluasi (evaluate); dan (6) mencipta (create).

Keterampilan mengingat, memahami, dan mengaplikasikan dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah (Low Order Thinking Skills, LOTS).

Sedangkan tingkat keterampilan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills, HOTS).

HOTS adalah tujuan akhir yang dicapai melalui pendekatan dan metode pembelajaran.

Baca juga : Perbedaan Antara Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran.

Soal-soal HOTS dibuat untuk menguji apakah peserta didik dapat menganalisis, membandingkan, atau menghitung.

Jadi, untuk dapat menyelesaikan soal-soal HOTS dengan baik, maka diperlukan kemampuan yang tidak biasa, tidak hanya sekadar mengingat atau

Setiap jenjang HOTS memiliki kemampuan yang berbeda-benda. Berikut ini keterampilan yang harus dimilliki peserta didik untuk setiap jenjang HOTS.

1. Analisis

Keterampilan yang dimiliki :

  • Mengelompokkan dalam bagian-bagian penting dari sebuah sumber informasi/benda yang diamati/ fenomena sosial-alam-budaya.
  • Menentukan keterkaitan antar komponen.
  • Menemukan pikiran pokok/ bias/nilai penulis atau pemberi informasi
2. Evaluasi

Keterampilan yang dimiliki :

  • Menentukan kesesuaian antara masalah, uraian dan kesimpulan/ proporsi suatu bentuk/proporsi suatu penyajian kegiatan.
  • Menentukan kesesuaian metoda/ prosedur/teknik/rumus/prinsip dengan masalah.
3. Mencipta

Keterampilan yang dimiliki :

  • Mengembangkan hipotesis.
  • Merencanakan penelitian/proyek/ kegiatan/ciptaan.
  • Mengembangkan produk baru.

Penerapan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS Pada Kurikulum 2013

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melatih peserta didik dalam berpikir tingkat tinggi pada Kurikulum 2013, antara lain sebagai berikut.

1, Membuat Mind Map (Peta Konsep)

Metode Mind Map adalah sebuah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan mampu memetakan pikiran yang ada dalam diri kita.

Metode Mind Map sangat berguna untuk membuka potensi otak yang masih tersembunyi dalam suatu proses berpikir.

Fungsi Mind Map adalah untuk menggambarkan ide, menerangkan definisi suatu materi, atau mencari solusi sebuah masalah.

Kegiatan membuat peta konsep akan membimbing peserta didik untuk menunjukan cara berpikir kritis dan kreatif.

Baca juga : Manfaat Penerapan Metode Peta Konsep (Mind Map) Dalam Pembelajaran.

2. Mengajukan pertanyaan

Bertanya merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang akan menumbuhkan dan mengembangkan HOTS.

Peserta didik akan dilatih untuk mampu merumuskan pertanyaan yang kritis dan kreatif yang didorong oleh rasa ingin tahunya tentang hal-hal yang ingin mereka ketahui.

3. Menyusun Catatan Harian

Peserta didik yang terbiasa membuat catatan harian berisi rangkuman seluruh kegiatan pembelajaran, akan mampu mengaitkan pengalaman yang dimiliki sebelumnya dengan pengalaman yang baru diperolehnya.

Dengan demikian, membuat caratan harian dapat menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan HOTS.

4. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi

Teknologi informasi menjadi bagian dari kehidupan peserta didik saat ini. Teknologi Informasi apabila mampu dimanfaatkan dengan baik, dapat menjadi sumber belajar yang akan menumbuhkan HOTS.

Peserta didik akan mendapatkan keleluasaan dalam mencari informasi tambahan yang diperlukan melalui internet untuk melengkapi pemahaman mereka.

5. Menggunakan Analogi

Analogi merupakan  proses penalaran berdasarkan pengamatan terhadap gejala khusus. Caranya adalah dengan membandingkan atau mengumpakan suatu objek yang sudah teridentifikasi secara jelas terhadap objek yang dianalogikan sampai dengan kesimpulan yang berlaku umum.

Analogi digunakan untuk mempermudah penjelasan tentang sesuatu yang biasanya bersifat abstrak.

Kegiatan pembelajaran yang menggunakan analogi bertujuan untuk menjelaskan sebuah konsep.

6. Eksperimen Berbasis Inkuiri

Model pembelajaran inkuiri sangat sesuai untuk diterapkan pada pembelajaran level berpikir tingkat tinggi dan pendekatan saintifik sesuai ciri dari Kurikulum 2013.

Model pembelajaran inkuiri merupakan proses pembelajaran yang didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir yang sistematis.

Model pembelajaran ini didasarkan pada teori bahwa pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil dari mengingat, akan tetapi hasil dari proses menemukan sendiri.

Dalam kegiatan eksperimen berbasis inkuiri, peserta didik dilatih untuk berpikir kritis, melalui tahapan memeriksa, menghubungkan (elaborasi), dan mengevaluasi semua aspek.

7. Metode Proyek

Metode ini akan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memilih, merancang dan memimpin pikiran serta pekerjaannya berdasarkan tugas yang harus diselesaikan, baik secara individu maupun kelompok.

Metode proyek memfokuskan pada pengembangan produk atau unjuk kerja (performance). Di dalam metode proyek, peserta didik akan melakukan kegiatan mengorganisasi kegiatan belajar kelompok mereka, melakukan pengkajian atau penelitian, memecahkan masalah, dan mensintesis informasi.

Baca juga : Teknik Penilaian Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi HOTS Kurikulum 2013.

Demikian ulasan mengenai penerapan keterampilan berpikir tingkat tinggi HOTS pada Kurikulum 2013. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan