Pemisahan Campuran Sublimasi : Pengertian, Prinsip, dan Contohnya

Pemisahan Campuran Sublimasi : Pengertian, Prinsip, dan Contohnya

Amongguru.com. Pemisahan campuran secara sublimasi didasarkan pada kemampuan menyublim suatu zat.  Campuran zat yang akan dipisahkan secara sublimasi, salah satunya harus dapat menyublim dan zat lainnya tidak dapat menyublim.

Pengertian sublimasi adalah perubahan wujud zat padat ke gas atau dari gas menjadi padat. Apabila partikel penyusun suatu zat padat diberi kenaikan suhu melalui pemanasan, maka partikel tersebut akan berubah fase menjadi gas.

Sebaliknya, jika suhu diturunkan dengan cara kondensasi, maka gas akan berubah menjadi padat kembali.

Tekni sublimasi diterapkan untuk memisahkan zat dari pengotornya, sehingga didapatkan zat murni. Pengotor tersebut akan tertinggal di dalam wadah karena ketidakmampuannya dalam menyublim.

Syarat pemisahan campuran secara sublimasi adalah partikel yang bercampur memiliki perbedaan titik didih yang besar, sehingga mampu menghasilkan uap dengan tingkap kemurnian tinggi.

Dengan demikian, sublimasi juga dapat diartikan sebagai proses perubahan zat dari fase padat menjadi uap, selanjutnya uap tersebut dikondensasi langsung menjadi padat tanpa melalui fase cair.

Prinsip Sublimasi

Pada skala industri, prinsip kerja sublimasi adalah memisahkan zat yang mudah menyublim dengan sebuah sublimator sehingga menjadi gas atau uap. Gas yang dihasikan tersebut kemudian ditampung dan didinginkan kembali.

Sedangkan prinsip sublikasi secara sederhana pada skala laboratorium adalah zat yang akan disublimasi dimasukkan ke dalam cawan (gelas piala), ditutup dengan gelas arloji, labu sebagai pendingin, kemudian secara perlahan dipanaskan dengan api.

Selanjutnya zat padat akan menyublim menjadi uap dan zat pengotor tetap menjadi padat. Terbentuknya uap ini karena adanya proses pendinginan (kondensasi) berubah lagi menjadi padat yang menempel di dinding alat pendingin.

Baca :

Apabila sudah tidak ada lagi zat yang menyublim, maka proses pemanasan dihentikan dan dibiarkan dingin agar uap yang terbentuk menyublim semua,

Zat yang terbentuk kemudian dikumpulkan dan diperiksa kemurniannya. Jika kurang murni, maka proses sublimasi dapat diulang kembali untuk edapatkan zat yang lebih murni.

Contoh Sublimasi

Contoh sublimasi yang paling mudah dilihat adalah proses pemurnian kapur barus dari pengotor. Campuran kapur barus dan pengotor dipanaskan sehingga kapur barus akan menjadi uap dan memadat kembali setelah didinginkan.

Sublimasi juga dapat terjadi secara alami. Sublimasi alami adalah proses sublimasi yang terjasi secara natural alibat proses dari alam. Contohnya adalah sublimasi belerang yang terjadi pada kawah gunung berapi.

Demikian ulasan mengenai pengertian pemisahan campuran secara sublimasi, prinsip dan contohnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan