Pelamar CPNS 2019 Kategori P1/TL Boleh Pakai Nilai SKD 2018

Pelamar CPNS 2019 Kategori P1/TL Boleh Pakai Nilai SKD 2018 

Amongguru.com. Kabar gembira bagi para pelamar CPNS tahun 2018 yang akan melakukan pendaftaran CPNS 2019.

Pemerintah telah membuat kebijakan khusus bagi pelamar CPNS tahun 2018 kategori P1/TL. Pelamar P1/TL adalah peserta seleksi penerimaan CPNS 2018 yang mendapatkan nilai SKD memenuhi ambang batas (passing grade) dan masuk dalam tiga kali formasi jabatan yang dilamar, tetapi dinyatakan tidak lulus sampai seleksi tahap akhir.

Sebagai contohnya sebuah formasi jabatan mengalokasikan satu kursi CPNS. Berdasarkan peraturan, tiga peserta berhak untuk mengikuti Standar Kompetensi Bidang (SKB).

Terdapat tiga peserta yang hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) nya memenuhi passing grade, maka ketiganya berhak mengikuti SKB.

Apabila integrasi nilai SKD dan SKB ketiganya memenuhi, sementara hanya dibutuhkan satu orang CPNS, dua peserta lainnya dinyatakan tidak lolos.

Kedua peserta tersebut dapat memakai nilainya kembali untuk pendaftaran CPNS 2019 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketentuan Pendaftaran CPNS 2019 Pelamar P1/TL

Ketentuan tentang pelamar P1/TL boleh pakai nilai SKD 2018 dalam pendaftaran CPNS 2019 ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) Nomor 23 Tahun 2019.

Di dalam peraturan tersebut, pelamar dari P1/TL diharuskan untuk memilih untuk mengikuti atau tidak mengikuti SKD Tahun 2019 pada sistem SSCASN.

Pelamar P1/TL yang memilih untuk tidak mengikuti SKD Tahun 2019, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018.

Apabila nilai SKD Tahun 2019 yang diperoleh pelamar memenuhi nilai ambang batas/passing grade SKD tahun 2019 untuk formasi jabatan yang dilamarnya, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai terbaik antara nilai SKD Tahun 2018 dengan nilai SKD Tahun 2019.

Berikut ini pengaturan terhadap peserta seleksi CPNS 2019 yang termasuk kategori P1/TL dalam PermenPANRB Nomor 23 Tahun 2019.

1. Pelamar dari P1/TL wajib mendaftar di SSCASN dengan menggunakan NIK yang sama dengan yang digunakan saat pendaftaran seleksi CPNS Tahun 2018 dan dilakukan proses pendaftaran/pengunggahan dokumen sebagaimana yang dipersyaratkan oleh instansi yang dilamarnya. Instansi selanjutnya melakukan seleksi administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan apabila yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan administrasi maka dapat digugurkan.

2. Sistem SSCASN BKN akan menampilkan data pelamar P1/TL tersebut mencakup jenis formasi yang dilamar, kualifikasi pendidikan, nilai SKD Tahun 2018, status masuk atau tidak pada 3 (tiga) kali formasi pada jabatan yang dilamar, dan status lulus atau tidak sampai dengan tahap akhir pada seleksi CPNS tahun 2018.

3. Pelamar dari P1/TL memilih jabatan dan jenis formasi yang akan dilamar. Secara sistem, nilai SKD tahun 2018 sah digunakan oleh pelamar apabila:

a. Nilai SKD tahun 2018 memenuhi nilai ambang batas/passing grade SKD tahun 2019 untuk jabatan dan jenis formasi yang akan dilamarnya;

b. Kualifikasi pendidikan pada formasi jabatan yang dilamar tahun 2019 harus sama dengan yang telah digunakan saat pelamaran tahun 2018.

4. Pelamar dari P1/TL harus memilih untuk mengikuti atau tidak mengikuti SKD Tahun 2019 pada sistem SSCASN.

5. Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk mengikuti SKD Tahun 2019, kemudian tidak mengikuti SKD, dinyatakan gugur.

6. Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk tidak mengikuti SKD Tahun 2019, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018.

7. Apabila nilai SKD Tahun 2019 yang diperoleh pelamar memenuhi nilai ambang batas/passing grade SKD tahun 2019 untuk formasi jabatan yang dilamarnya, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai terbaik antara nilai SKD Tahun 2018 dengan nilai SKD Tahun 2019.

8. Apabila nilai SKD Tahun 2019 tidak memenuhi nilai ambang batas/passing grade, maka nilai yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018.

9. Nilai SKD peserta P1/TL sebagaimana dimaksud pada angka 6 atau angka 7 atau angka 8 , akan diperingkat dengan nilai SKD dari peserta Seleksi CPNS Tahun 2019 lainnya yang memenuhi nilai ambang batas/passing grade pada jenis formasi dan jabatan yang dilamar untuk menentukan peserta yang dapat mengikuti SKB paling banyak 3 (tiga) kali formasi berdasarkan peringkat tertinggi.

10. Tahapan selanjutnya, mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini dan peraturan perundang-undangan.

Tinggalkan Balasan