Panduan Tahapan Perumusan Judul Penelitian Tindakan Kelas PTK

Panduan Tahapan Perumusan Judul Penelitian Tindakan Kelas PTK

Amongguru.com. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat diartikan sebagai penelitian untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran di kelas, melalui beberapa tahapan kegiatan berbentuk siklus.

Penelitian ini dilakukan sebagai respon terhadap permasalahan belajar yang terjadi di kelas. Guru perlu memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dalam bentuk tindakan pembelajaran.

Tindakan yang dilakukan adalah mengubah pendekatan, metode, atau model pembelajaran, sehingga permasalahan belajar tersebut dapat teratasi.

Indikator keberhasilan penelitian tindakan ini dapat dilihat dari ketercapaian ketuntasan belajar secara klasikal maupun meningkatkan keterampilan dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran.

Guru perlu mengetahui langkah-langkah dalam penyusunan laporan penelitian tindakan kelas. sebagai tindak lanjut dari penelitian tindakan yang telah dilakukan.

Terdapat beberapa langkah penyusunan laporan penelitian tindakan kelas, antara lain sebagai berikut.

1. Menentukan judul penelitian

2. Menyusun latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian.

3. Menentukan teori pendukung, kerangka berpikir, hipotesis tindakan.

4. Menentukan metode penelitian.

5. Menyusun instrumen penelitian.

6. Membahas hasil penelitian tindakan.

7. Menyimpulkan dan memberikan saran hasil penelitian.

Panduan Tahapan Perumusan Judul Penelitian Tindakan Kelas PTK

Di dalam menentukan judul penelitian harus bertolak dari permasalahan yang terjadi di kelas, yang terdiri dari permasalahan guru maupun permasalahan peserta didik.

Permasalahan tersebut terjadi karena ada kesenjangan antara idealisme dari harapan yang diinginkan dengan kenyataan yang ada dan terjadi di kelas.

Ketentuan dalam menentukan masalah sebagai berikut.

1. Introspeksi diri bahwa ada masalah dalam pembelajaran di kelas

2. Menuliskan masalah

3. Mengidentifikasi masalah yang esensial

4. Menentukan alternatif pemecahan masalah

5. Merumuskan masalah

6. Menuliskan judul penelitian tindakan.

A. Menuliskan permasalahan belajar dan pembelajaran di kelas.

Berikut ini contoh permasalahan belajar IPA yang dapat dijumpai di kelas.

1. Sebagian besar peserta didik kurang menyenangi pelajaran IPA yang sifatnya menghitung.

2. Minat belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA rendah

3. Peserta didik banyak yang mengantuk saat jam pelajaran IPA pada jam terakhir.

4. Sebagian besar peserta didik belum memahami materi Klasifikasi Makhluk Hidup.

5. Rerata nilai ulangan harian IPA materi Klasifikasi makhluk Hidup masih di bawah KKM.

6. Sebagian besar peserta didik tidak mengerjakan tugas/PR.

7. Pembelajaran yang dilakukan guru masih didominasi metode ceramah.

8. Guru belum menguasai strategi pembelajaran yang inovatif.

9. Guru tidak memanfaatkan media untuk menjelaskan materi IPA.

B. Menentukan masalah esensial untuk diteliti

Setelah menuliskan beberapa permasalahan yang dijumpai dalam belajar dan pembelajaran di kelas, maka selanjutnya dapat dipilih materi esensial untuk diteliti.

Anda dapat memilih masalah yang paling esensial dengan mempertimbangkan kemudahan pelaksanaan penelitian, efisiensi biaya, kemudahan pencarian kajian pustaka, dan permasalahan tersebut mendesak untuk diselesaikan.

Berdasarkan beberapa contoh permasalahan di atas, maka masalah yang kurang esensial untuk diteliti adalah peserta didik banyak yang mengantuk saat jam pelajaran IPA pada jam terakhir.

Mengapa masalah tersebut kurang esensial untuk diteliti? Karena masalah langsung dapat dipecahkan dengan cara memindah jam pelajaran IPA tidak pada jam terakhir.

Misalnya, pada beberapa masalah tersebut di atas, Anda menentukan masalah esensial, yaitu Rerata nilai ulangan harian mata pelajaran IPA materi Klasifikasi Makhluk Hidup kurang dari KKM.

Anda kemudian menduga rendahnya nilai hasil belajar ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang diterapkan guru masih konvensional (ceramah).

Guru kurang menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif. Guru juga belum memanfaatkan media dalam pembelajaran.

Permasalahan tersebut selanjutnya dituliskan dalam bentuk kalimat yang komunikatif, yaitu “hasil belajar IPA materi klasifikasi Makhluk Hidup rendah”.

Baca juga :

C. Menentukan alternatif pemecahan masalah

Sesuai pemilihan materi esensial di atas, maka solusi yang dapat dipilih antara lain memanfaatkan media belajar untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran IPA materi Klasifikasi Makluk Hidup.

Karena Anda menduga bahwa rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA materi Klasifikasi Makhluk Hidup karena kurangnya pemanfaatan media dan metode pembelajaran yang masih konvensional, maka Anda dapat menentukan alternatif pemecahan masalah sesuai dugaan tersebut.

Misalnya menerapkan permainan kartu klasifikasi dan perancangan peta konsep materi klasifikasi makhluk hidup.

D. Merumuskan masalah

Rumusan masalah dari permasalahan yang dipilih di atas adalah sebagai berikut.

Bagaimanakah penerapan permainan kartu klasifikasi dan perancangan peta konsep dalam meningkatkan hasil belajar IPA materi klasifikasi makhluk hidup?

Apakah dengan menerapkanĀ permainan kartu klasifikasi dan perancangan peta konsep dalam meningktkan hasil belajar IPA materi klasifikasi makhluk hidup?

E. Menuliskan judul penelitian tindakan kelas

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dapat dituliskan contoh judul penelitian tindakan kelas sebagai berikut.

“UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP MELALUI PENERAPAN PERMAINAN KARTU KLASIFIKASI DAN PERANCANGAN PETA KONSEP PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG”.

Demikian panduan tahapan perumusan judul Penelitian Tindakan Kelas PTK. Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan