Panduan Penyusunan Bab Metodologi Penelitian pada Laporan Penelitian Tindakan Kelas

Panduan Penyusunan Bab Metodologi Penelitian pada Laporan Penelitian Tindakan Kelas

Amongguru.com. Penelitian tindakan kelas (PTK)  adalah penelitian yang dilakukan dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran di kelas, melalui beberapa tahapan kegiatan berbentuk siklus.

Setelah penyusunan Bab Pendahuluan dan Bab Kajian Teori selesai disusun, maka dilanjutkan dengan menyusun Bab Metodologi Penelitian (Bab III).

Komponen-komponen yang harus ada dalam Bab Metodologi Penelitian, yaitu : (1) Seting Penelitian; (2) Prosedur Penelitiaan; (3) Teknik Pengumpulan Data; (4) Teknik Analisis Data; (4) Indikator Kinerja; dan (5) Jadwal Penelitian.

Berikut ini admin bagikan Panduan Penyusunan Bab Metodologi Penelitian pada Laporan Penelitian Tindakan Kelas untuk membantu Anda dalam membuat laporan PTK.

Misalkan judul penelitian :

“UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP MELALUI PENERAPAN PERMAINAN KARTU KLASIFIKASI DAN PERANCANGAN PETA KONSEP PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG”.

A. Setting Penelitian

Setting penelitian terdiri dari tiga komponen, yaitu : tempat penelitian, waktu penelitian, dan subjek penelitian.

Tempat penelitian menyebutkan kelas dan satuan pendidikan dimana penelitian dilakukan (bisa dituliskan alasan atau pertimbangan memilih lokasi penelitian).

Waktu penelitian menyebutkan mulai dan sampai bulan apa penelitian dilakukan. Subjek penelitian menyebutkan jumlah peserta didik yang menjadi sasaran penelitian (bisa ditambahkan alasan memilih peserta didik pada kelas terpilih).

Berdasarkan judul PTK di atas, maka setting penelitiannya sebagai berikut.

  • Tempat Penelitian : SMP Negeri 1 Pringapus Kabupaten Semarang.
  • Waktu Penelitian : enam bulan, dimulai dari bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2016 (contoh).
  • Subjek penelitian : peserta didik kelas VII F, yang berjumlah 31 orang, yang terdiri dari 15 orang peserta didik laki-laki dan 16 orang peserta didik perempuan (contoh).

B. Prosedur Penelitian

Hal yang perlu dideskripsikan dalam prosedur penelitian adalah (1) jenis dan mode PTK; dan (2) siklus penelitian.

  • Jenis dan Model Penelitian

Jenis penelitian tindakan kelas ini adalah penelitian tindakan kelas partisipan, yaitu peneliti terlibat langsung dalam proses penelitian sejak awal sampai dengan hasil penelitian, berupa penyusunan laporan. Misalkan model penelitian yang diambil adalah model Kurt Lewin.

Contoh kalimat :

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi klasifikasi makhluk hidup pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Pringapus tahun pelajaran 2016/2017 melalui tindakan penerapan permainan kartu klasifikasi dan penyusunan mind map.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan model penelitian tindakan, berbentuk siklus. Penelitian ini akan dilaksanakan dalam dua siklus, dan langkah-langkah setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.

Visualisasi gambar proses penelitian tindakan kelas ini tampak sebagai berikut…(dan seterusnya, tampilkan skema model peneitian Kurt Lewin).

  • Siklus Penelitian

Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam beberapa siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan (planning); (2) pelaksanaan (acting); (3) pengamatan (observing); dan (4) refleksi (reflecting).

 Contoh kalimat :

Tahap Perencanaan

Berdasarkan temuan permasalahan, maka guru kemudian  menyusun instrumen penelitian, meliputi rencana pembelajaran, contoh mind map, dan perangkat tes untuk tiap siklus. Rencana pembelajaran didesain untuk mata pelajaran IPA pada materi klasifikasi makhluk hidup dengan menerapkan permainan kartu klasifikasi dan penyusunan peta konsep (mind map).

Rencana pembelajaran disusun dengan memperhatikan: (1) Standar kompetensi dan kompetensi dasar; (2) Indikator pembelajaran; (3) Kegiatan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran (skenario pembelajaran); (4) Materi, media, dan sumber pembelajaran; dan (5) Penilaian hasil belajar.

 Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap ini, guru melaksanakan pembelajaran IPA pada materi permainan kartu klasifikasi dan penyusunan mind map berdasarkan perencanaan tindakan yang telah disusun. Tindakan pembelajaran terbagi atas dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari satu kali pertemuan dan satu kali tindakan. Langkah-langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut.

  1. Guru terlebih dahulu menjelaskan tentang pengertian klasifikasi makhluk hidup, tujuan klasifikasi, sistem tata nama, sistem klasifikasi menurut Carolus Linaeus, dan sistem klasifikasi 5 kingdom. Setelah peserta didik memahami beberapa konsep tersebut, kemudian permainan dapat dilakukan dengan dibimbing oleh guru.
  2. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.
  3. Guru membagikan kartu klasifikasi dan menjelaskan tentang permainan menggunakan kartu tersebut dalam pembelajaran.
  4. Guru membimbing peserta didik untuk melakukan permainan menggunakan kartu klasfikasi. Permainannya adalah menyusun atau menebak ciri atau gambar yang sesuai dengan kartu yang telah dikeluarkan, kemudian diikuti oleh pemain lainnya dengan menyambung kartu pantun dengan rangkaian kata yang bersesuaian sehingga membentuk suatu pola yang tidak terputus. Penurunan kartu terus dilakukan hingga kartu pantun habis dan tidak ada lagi kartu yang dapat diturunkan. Setiap peserta didik dibagikan 5 sampai 7 kartu, kemudian diletakkan satu kartu yang sebelumnya telah diacak atau dikocok. Jika peserta didik tidak mempunyai kartu yang tidak sesuai dengan kartu yang dimaksud, maka pemain diharuskan mengambil kartu dari tumpukan kartu yang telah disediakan, maka peserta didik selanjutnya yang bermain. Permainan minimal dilakukan oleh dua orang. Pemain yang dapat menebak akan mendapatkan poin atau nilai 10, tetapi jika pemain melakukan kesalahan, maka nilainya akan dikurangi 5. Pemain yang mendapatkan nilai tertinggi adalah pemenangnya.
  5. Peserta didik merancang peta konsep (mind map) klasifikasi makhluk hidup sesuai kreatifitas dan daya pikir masing-masing, setelah permainan selesai dilakukan.
  6. Guru mengevaluasi tingkat pemahaman peserta didik melalui pemberian tes pada akhir pembelajaran.
Tahap Pengamatan atau Obsevasi

Tahap pengamatan dapat dilakukan bersamaan dengan saat pelaksanaan tindakan. Pengamatan dilakukan pada waktu tindakan sedang berjalan, jadi keduanya berlangsung dalam waktu yang sama. Pada tahap ini observer dan peneliti melakukan pengamatan dan mencatat semua hal yang diperlukan dan terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Tujuan observasi ini adalah untuk mengamati kinerja peserta didik dan guru dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas.

Tahap Refleksi

Tahap refleksi dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan, berdasarkan data yang telah terkumpul, kemudian dilakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan berikutnya. Refleksi dalam penelitian tindakan kelas mencakup analisis, sintesis, dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan yang dilakukan.

Jika terdapat masalah dari proses refleksi maka dilakukan proses pengkajian ulang melalui siklus berikutnya yang meliputi kegiatan: perencanaan ulang, tindakan ulang, pengamatan ulang hingga permasalahan dapat teratasi.

C. Teknik Pengumpulan Data

Pada  bagian ini dideskripsikan (1) Instrumen penilaian yang akan dipakai untuk memperoleh data; dan (2) jenis data yang akan diperoleh.

Contoh instrumen penelitian pada judul PTK di atas, sebagai berikut.

  • Lembar Observasi Aktivitas Peserta Didik

Lembar observasi aktivitas peserta didik dalam melakukan pembelajaran IPA materi klasifikasi makhluk hidup menggunakan permainan kartu klasifikasi, meliputi hal-hal berikut.

  1. Kemampuan peserta didik dalam bermain memasangkan kartu ciri dan gambarnya
  2. Kemampuan peserta didik dalam berkompetisi
  3. Kemampuan peserta didik dalam memahami pengempompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya
  4. Kemampuan peserta didik dalam merancang mind map klasifikasi makhluk hidup.
  5. Kemampuan peserta didik dalam menyimpulkan pembelajaran.
  • Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran

Lembar observasi kinerja guru dalam pembelajaran, meliputi hal-hal berikut.

  1. Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
  2. Menyiapkan lembar kegiatan peserta didik
  3. Menyiapkan instrumen penelitian
  4. Menyiapkan pembentukan kelompok
  5. Menyampaikan informasi kepada peserta didik mengenai materi
  6. Pengelolaan kelas
  7. Membimbing peserta didik selama bermain dan belajar
  8. Pemberian motivasi kepada peserta didik
  9. Mengevaluasi hasil belajar
  10. Memberikan penghargaan kepada kelompok
  • Angket Tanggapan Peserta Didik

Angket tanggapan peserta didik tentang pembelajaran IPA materi klasifikasi makhluk hidup menggunakan permainan kartu klasifikasi dengan skala sikap melalui empat alternatif jawaban, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), dan Tidak Setuju (TS). Skala penilaian (1-4) : SS (4), S (3), KS (2),da TS (1).

D.  Teknik Analisis Data

Teknik adanlsis data dalam penelitian dibagi menjadi dua, yaitu yaitu analisa data untuk data berjenis kuantitatif, berupa angka hasil belajar peserta didik, dan analisa data untuk data kualitatif, berupa kalimat yang menggambarkan hasil pengamatan observer terhadap pembelajaran yang dilaksanakan.

  • Teknik Analisis Kuantitatif

Teknik kuantitatif digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil tes pada setiap siklus.

Hasil perhitungan nilai tiap peserta didik dilakukan dengan menjumlahkan keseluruhan nilai, kemudian menghitung nilai rata-rata kelas.

Setelah mendapatkan nilai tiap peserta didik, kemudian dilakukan perhitungan prosentase nilai peserta didik secara keseluruhan dengan rumus sebagai berikut.

dengan:

  • N%      : nilai dalam persen
  • NK      : nilai kumulatf
  • R         : jumlah responden

Teknik Analisis Kualitatif

Analisis kualitatif yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif, yaitu analisis yang berfungsi untuk menggambarkan variabel yang diteliti.

Misalkan dari contoh PTK di atas, maka analisis deskriptif bertujuan untuk menggambarkan hasil observasi pelaksanaan pembelajaran IPA materi klasifikasi makhluk hidup menggunakan permainan kartu klasifikasi dan respon peserta didik terhadap pembelajaran yang telah dilakukan, dengan penjelasan sebagai berikut.

Analisis Hasil Observasi Aktivitas Peserta didik

Hasil observasi aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung dianalisis dengan menggunakan skala likert dengan rentang dari 5 sampai dengan 1. Sehingga jika dalam penelitian ada 5 aspek yang harus diamati maka skor maksimal adalah 25 dan skor minimal adalah 5. K

Kriteria skor aktivitas peserta didik dalam pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut.

Analisis Data Observasi Aktivitas Guru

Hasil observasi aktivitas guru selama proses pembelajaran dianalisis dengan menggunakan skala likert dengan rentang dari 5 sampai dengan 1. Karena dalam penelitian terdapat 10 aspek yang harus diamati maka skor maksimal adalah 50 dan skor minimal adalah 10. Kriteria skor aktivitas peserta didik dalam pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut.

Analisis Data tentang Respon Peserta Didik

Untuk dapat dianalisis lebih lanjut, seluruh jawaban dalam angket tanggapan peserta didik dikonversi dalam bentuk numerik, dimana digunakan skala sikap sebagai berikut.

  • Jawaban sangat setuju, memiliki bobot nilai 4
  • Jawaban setuju, memiliki bobot nilai 3
  • Jawaban tidak setuju, memiliki bobot nilai 2
  • Jawaban sangat tidak setuju, memiliki bobot nilai 1

Persentase skor dihitung dengan menggunakan rumus :

dengan :

  • %   : Persentase
  • n    : Jumlah skor yang diperoleh dari data
  • N   : Jumlah skor maksimal 

Hasil perhitungan deskriptif persentase dikonsultasikan dengan kriteria deskriptif persentase yang dikelompokkan dalam empat kategori yaitu: (1) Kategori sangat tinggi; (2) Kategori tinggi; (3) Kategori sedang; dan (4) Kategori rendah

Pada analisis data skala sikap, digunakan perhitungan ketegori tingkatan persentase tertinggi adalah 100% dan terendah adalah 25%, sehingga rentangan skor persentasenya adalah 100% – 25% = 75%. Banyaknya kategori ada empat, jadi  interval kelas persentasenya 75% : 4 = 18,75% (panjang kelas). Interval tersebut dapat dilihat pada tabel kriteria deskriptif persentase berikut.

E. Indikator Kinerja

Untuk menandai berakhirnya siklus penelitian, maka diperlukan adanya indikator kinerja. Indikator kinerja ditetapkan peneliti sesuai dengan permasalahan yang ingin diselesaikan. misalnya motivasi belajar, maka indikator kinerjanya menunjukkan persentase minimal yang harus ditunjukkan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran.

Berdasarsakan contoh judul PTK di atas, maka dapat ditetapkan indikator kinerja sebagai berikut.

  1. Guru terampil menerapkan permainan kartu klasifikasi dan merancang peta konsep pada kegiatan pembelajaran IPA materi klasifikasi makhluk hidup.
  2. Sekurang-kurangnya 85% dari seluruh peserta didik di kelas mencapai ketuntasan belajar.
  3. Meningkatnya keaktifan peserta didik pada pembelajaran IPA materi klasifikasi makhluk hidup.

F. Jadwal Penelitian

Jadwal penelitian harus disebutkan secara rinci mulai minggu ke berapa dan bulan apa, termasuk rincian pelaksanaan penelitian dari awal hingga akhir.

Contoh :

Keterangan

  • 1 : Studi awal, penyusunan proposal penelitian
  • 2 : Penyusunan instrumen penelitian
  • 3 : Pelaksanaan Siklus I
  • 4 : Pelaksanaan Siklus II
  • 5 : Analisa data
  • 6 : Pembahasan data
  • 7 : Penyusunan laporan dan penjilidan
Demikian Panduan Penyusunan Bab Metodologi Penelitian pada Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan