Organ dan Sistem Reproduksi Generatif pada Reptil (Hewan Melata)

Organ dan Sistem Reproduksi Generatif pada Reptil (Hewan Melata)

Amongguru.com. Reptil merupakan jenis hewan melata  pada kelompok vertebrata. Reptil memiliki ciri khas berupa sisik yang menutupi seluruh tubuh.

Kulit reptil yang bersisik ini membantu mencegah terjadinya dehidrasi saat berada di daerah kering dan kedap air.

Reptil disebut juga hewan tetrapoda, yang artinya hewan bertungkai empat. Selain ular, semua jenis reptil memiliki dua pasang kaki dengan lima jari pada setiap kakinya.

Reptil termasuk hewan berdarah dingin, sehingga tidak mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri. Reptil tersebar di seluruh dunia, kecuali daerah Antartika.

Reptil memiliki ukuran tubuh beragam, mulai dari yang kecil (misalnya cicak) sampai dengan ukuran paling besar (contohnya komodo).

Alat pernapasan reptil adalah paru-paru. Tubuh reptil terbagi atas kepala, leher, badan dan ekor. Pada bagian tengkorak kepala reptil terdapat sebuah tonjolan di bagian belakangnya.

Reptil juga memiliki kelenjar bau yang terletak di dekat kloaka, kecuali kura-kura dan penyu yang kelenjar baunya ada pada antara karakaps (perisai dorsal dan plastron).

Klasifikasi Reptil

Reptil terbagi dalam tiga ordo sebagai berikut.

1. Ordo Chelonia

Chelonia adalah reptil sebangsa penyu dan kura-kura. Reptil jenis ini tubuhnya lebar bagian punggung (dorsal) dilindungi oleh karapaks (perisai dorsal) dan plastron (perisai ventral).

Rahangnya tidak bergigi, akan tetapi dilapisi zat tanduk dan rusuk-rusuknya bersatu dengan perisai dorsal. Contohnya adalah Chelydra serpentine (kura-kura air tawar) dan Chelonia myotas (penyu).

2. Ordo Squamata

Squamanta merupakan golongan reptil bersisik yang tidak memiliki rusuk abdominal. Ordo ini dibagi menjadi dua, yaitu subordo Lacertilia dan subordo Ophidia (Serpentes).

Contoh subordo Lacertilian adalah Hemidactylus turcicus (tokek), Lacerta sp (kadal), Chameleo chameleon (bunglon), dan Varanus komodoensis (komodo).

Sedangkan untuk contoh subordo Ophidia adalah Phyton reticulates (ular piton), Phyton molurus, Natrix sp (ular air), Naja sp (kobra), dan Anaconda sp (ular anaconda)

3. Ordo Crocodilia

Ordo Crocodilia adalah reptil golongan buaya. Hewan ini mempunyai kulit tebal dengan rusuk-rusuk yang abdominal.

Ciri tubuhnya memanjang, kepala besar dan panjang dengan gigi dan rahang yang kuat, misalnya Alligator sp (aligator) dan Crocodylus sp.

Baca : Sistem Reproduksi Seksual Pada Hewan (Ovipar, Vivipar, dan Ovovivipar)

Organ Reproduksi Reptil

Organ reproduksi reptil jantan adalah testis, berfungsi untuk memproduksi sel sperma. Testis reptil berbentuk oval, berwarna putih, berjumlah sepasang, dan terletak pada dorsal rongga adbomen.

Untuk kadal dan ular, salah satu testisnya terletak lebih maju ke depan. Testis reptil akan membesar pada saat musim kawin tiba.

Testis berbentuk oval, relatif kecil, berwarna keputih-putihan, berjumlah sepasang, dan terletak di dorsal rongga abdomen. Pada kadal dan ular, salah satu testis terletak lebih ke depan dari pada yang lain. Testis akan membesar saat musim kawin.

Reptil jantan memiliki duktus mesonefrus, berfungsi sebagai saluran reproduksi yang akan menuju kloaka.

Sedangkan organ reproduksi reptil betina adalah ovarium. Ovarium berfungsi untuk membentuk ovum (sel telur).

Ovarium ini berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan ciri adanya benjolan-benjolan pada bagian permukaannya. Ovarium reptil terletak pada bagian ventra kolumna bertebratis.

Saluran reproduksi reptil betina berupa oviduk panjang dan bergelung. Bagian anteriornya terbuka ke rongga selom sebagai ostium, sedangkan bagian posterior bermuara di kloaka.

Sistem Reproduksi Reptil

Reptil adalah hewan yang melakukan pembuahan di dalam tubuh (fertilisasi internal), dimana peleburan sel sperma dan sel telur terjadi di dalam tubuh betina reptil.

Fertilisasi diawali dengan peristiwa kopulasi, yaitu masukknya alat kelamin jantan ke alat kelamin betina reptil.

Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis.

Selanjutnya dari epididimis, sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir pada hemipenis. Hemipenis merupakan sepasang penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik.

Pada saat hewan reptil mengadakan kopulasi, hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina.

Ovum reptil betina yang telah dibuahi oleh sperma akan melewati oviduk. Pada saat melalui oviduk, ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air agar tidak rusak jika nantinya diletakkan ditempat basah.

Pada beberapa jenis reptil, telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. Contohnya adalah kadal, iguana, ular, buaya, dan kura-kura.

Di dalam telur reptil, akan terdapat persediaan kuning telur yang berlimpah untuk cadangan makanan embrio.

Perkembangbiakan reptil sebagian besar dilakukan secara ovipar (bertelur). Ovipar adalah embrio yang berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang.

Embrio tersebut mendapatkan makanan dari dalam tubuh induk. Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina, kemudian dierami hingga menetas.

Ada juga sebagian reptil yang berkembangbiak dengan ovovivipar (bertelur dan beranak). Contoh reptil yang berkembangbiak dengan ovovivipar adalah ular dan kadal.

Ovovivipar merupakan embrio yang berkembang di dalam telur, akan tetapi telur tersebut masih tersimpan di dalam tubuh induk betina.

Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang berada di dalam telur. Setelah cukup umur, telur pecah di dalam tubuh induknya dan anak akan keluar dari vagina induk betinanya.

Di dalam melengkapi referensi Anda tentang sistem reproduksi hewan, silakan baca artikel terkait berikut.

  • Perkembangbiakan Ikan (Pisces) – (Baca)
  • Perkembangbiakan Burung (Aves) – (Baca)
  • Perkembangbiakan Katak (Amfibi) – (Baca)
  • Perkembangbiakan Mamalia – (Baca)
  • Perkembangbiakan Hydra – (Baca)
  • Perkembangbiakan Porifera – (Baca)
  • Perkembangbiakan Coelenterata – (Baca)
  • Perkembangbiakan Cacing Pipih – (Baca)
  • Perkembangbiakan Amoeba – (Baca)
  • Perkembangbiakan Cacing Pita – (Baca)
  • Perkembangbiakan Protozoa – (Baca)

Demikian ulasan mengenai organ dan sistem reproduksi generatif pada reptil (hewan melata). Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan