Organ dan Sistem Reproduksi Generatif pada Katak (Amfibi)

Organ dan Sistem Reproduksi Generatif pada Katak (Amfibi)

Amongguru.com. Katak (Amfibi) termasuk dalam hewan vertebrata yang mampu hidup di dua alam, yaitu darat dan air.

Secara umum, morfologi katak adalah memiliki dua pasang kaki berukuran pendek dilengkapi selaput, tidak berekor, mata besar bulat dengan warna coklat hingga kehitaman, leher tidak jelas, dan memiliki mulut besar.

Tubuh katak diselubungi oleh kulit yang berlendir. Katak mempunyai kulit yang selalu basah untuk membantu pernapasannya.

Kulit yang selalu basah pada katak ini banyak mengandung pembuluh darah, sehingga dapat membantu oksigen berdifusi melalui kulitnya.

Katak tidak mampu mengatur suhu tubuhnya, sehingga termasuk kelompok hewan berdarah dingin (poikiloterm). Pada saat cuaca panas, katak akan berjemur dan ketika dingin, mereka akan berlindung.

Jantung katak terbagi dalam tiga ruang, yaitu dua serambi (kanan dan kiri) serta satu bilik. Katak muda akan hidup di air dan bernapas dengan insang, sedangkan katak dewasa hidup di darat dan bernapas dengan paru-paru.

Di dalam siklus hidupnya, katak akan mengalami metamorfosis, yaitu perubahan bentuk tubuh dari fase telur, menetas, sampai menjadi dewasa.

Katak mengalami metamorfosis sempurna, mulai dari telur, berudu (kecebong), katak muda, hingga menjadi imago (katak dewasa).

Organ Reproduksi Katak (Amfibi)

1. Organ Reproduksi Katak Jantan

Organ reproduksi katak jantan adalah sepasang testis yang berfungsi menghasilkan sperma. Testis katak berbentuk oval, berwarna kuning, dan terletak di atas ginjal.

Sel sperma yang dihasilkan oleh testis disalurkan melalui vas deferes menuju ke ginjal. Sel sperma ini nantinya akan dikeluarkan bersama urine melalui kloaka.

Pada katak terdapat organ yang dinamakan vestigial oviduct. Bagian tersebut memiliki struktur yang mirip oviduk pada katak betina, akan tetapi pada katak jantan organ ini tidak berfungsi dalam sistem reproduksi.

2. Organ Reproduksi Katak Betina

Organ reproduksi katak betina terdiri atas sepasang ovarium. Ovarium katak terletak pada bagian belakang rongga tubuh dan diikat oleh penggantungnya yang disebut mesovarium.

Ovarium pada katak betina berfungsi untuk menghasilkan ovum. Apabila telah matang, ovum tersebut akan ditampung oleh suatu corong yang dinamakan infundibulum.

Oviduk katak betina terpisah dengan ureter dan bermuara pada kantong kloaka. Setiap ovum yang keluar dari dalam tubuh induk betina akan dilapisi selaput telur (membrane vitelin).

Sistem Reproduksi Katak (Amfibi)

Katak melakukan reproduksi dengan cara fertilisasi eksternal (pembuahan di luar tubuh betina). Ketika musim kawin tiba, katak jantan akan menempelkan tubuhnya pada punggung katak betina dan menekan perut katak betina.

Baca : Sistem Reproduksi Seksual Pada Hewan (Ovipar, Vivipar, dan Ovovivipar)

Posisi katak jantan menempel dan menekan perut katak betina ini dinamakan ampleksus. Posisi tersebut dapat berlangsung dalam beberapa jam, bahkan berhari-hari lamanya.

Proses ampleksus ini memungkinkan katak betina untuk mengeluarkan ovum dan katak jantan mengeluarkan spermanya dalam jumlah banyak.

Sel telur dan sperma yang sudah melebur tersebut kemudian menjadi zigot dan berkembang menjadi embrio.

Embrio yang terbentuk akan dilindungi oleh cairan kental sehingga kelompok telur tersebut berbentuk gumpalan telur.

Embrio kemudian akan berkembang menjadi berudu dan selanjutnya berudu mengalami diferensiasi bentuk menjadi katak

Di dalam melengkapi referensi Anda tentang sistem reproduksi hewan, silakan baca artikel terkait berikut.

  1. Perkembangbiakan Ikan (Pisces) – (Baca)
  2. Perkembangbiakan Burung (Aves) – (Baca)
  3. Perkembangbiakan Reptil- (Baca)
  4. Perkembangbiakan Mamalia – (Baca)
  5. Perkembangbiakan Hydra – (Baca)
  6. Perkembangbiakan Porifera – (Baca)
  7. Perkembangbiakan Coelenterata – (Baca)
  8. Perkembangbiakan Cacing Pipih – (Baca)
  9. Perkembangbiakan Amoeba – (Baca)
  10. Perkembangbiakan Cacing Pita – (Baca)
  11. Perkembangbiakan Protozoa – (Baca)

Demikian ulasan mengenai organ dan sistem reproduksi generatif pada katak (Amfibi). Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan