Organ dan Sistem Reproduksi Generatif pada Ikan (Pisces)

Organ dan Sistem Reproduksi Generatif pada Ikan (Pisces)

Amongguru.com. Ikan (Pisces) merupakan hewan air memiliki spesies cukup banyak dan tersebar di seluruh dunia. Terdapat sekitar 27.000 spesies ikan yang hidup di sungai, rawa, samudra, dan juga laut.

Ikan mampu mengatur suhu tubuh sesuai dengan lingkungan tempat hidupnya, sehingga termasuk dalam kelompok hewan berdarah dingin (poikiloterm).

Ikan dilengkapi dengan insang untuk bernapas dan sirip untuk membantu bergerak dengan cepat di air. Hewan ini juga memiliki rangka dalam atau endoskeleton dengan peredaran darah tertutup dan tunggal.

Pada umumnya, tubuh ikan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian kepala (caput), bagian badan (Trucus), dan bagian ekor (Cauda).

Bagian kepala ikan, meliputi mulut, mata, insang, otak, dan hidung. Bagian badan ikan, meliputi sirp ikan, alat pencernaan, dan organ dalam. Sedangkan bagian ekor adalah bagian ujung belakang tubuh ikan, yaitu sirip ekor dan anus.

Organ Reproduksi Ikan (Pisces)

Siklus reproduksi ikan bersifat tahunan, sehingga dapat dikatakan sebagai siklus yang teratur. Akan tetapi, ada juga beberapa jenis ikan yang dapat bereproduksi lebih dari sekali dalam setahun.

Meskipun pada umumnya reproduksi ikan dilakukan secara bertelur (ovipar), akan tetapi ada juga ikan yang bereproduksi dengan cara beranak (vivipar), serta bertelur beranak (ovovivipar).

Golongan ikan ovivar adalah ikan yang mengeluarkan telur pada saat pemijahan dan sebagian besar jenis ikan termasuk golongan ini.

Golongan ikan vivipar merupakan ikan yang perkembangan embrionya di dalam tubuh induk dan dipengaruhi oleh tali plasenta, misalnya beberapa ikan elasmobranchii.

Sedangkan golongan ikan ovovivipar adalah golongan ikan yang embrionya berkembang dalam tubuh, tetapi perkembangannya tidak dipengaruhi oleh tali plasenta melainkan kuning telur. Contohnya adalah ikan Rockfish (Scorpaenidae).

Organ Reproduksi Ikan (Pisces)

Organ reproduksi ikan disebut gonad. Gonad ikan jantan adalah sepasang testis, dengan ciri lonjong, halus, berwarna putih kekuningan, dan menggantung pada abdomen (dinding rongga perut).

Gonad ikan betina berupa ovarium dengan ciri berbentuk lonjong, berwarna bening kemerahan (mirip agar-agar), terletak di dekat usus, dan mengisi hampir dua pertiga rongga perut.

Berikut adalah gambar yang menunjukkan perbedaan organ reproduksi jantan dan betina pada ikan (pisces).

Testis pada ikan berfungsi untuk menghasilkan spermatozoa yang nantinya dikeluarkan melalui lubang urogenital, sedangkan ovarium berfungsi menghasilkan ovum atau sel telur. Sel telur yang siap dibuahi juga keluar melalui lubang urogenital ikan.

Tipe Ikan Berdasarkan Organ Reproduksi

Sesuai organ reproduksi seksualnya, maka ikan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) tipe, yaitu tipe biseksual, tipe uniseksual, dan tipe hermaprodit.

1. Ikan Biseksual

Ikan dengan tipe biseksual memiliki dua alat kelamin dalam satu spesies. Ikan jenis ini dapat dibedakan antara jantan dan betinanya, dengan melihat ciri seksual primer dan sekunder ikan.

Ciri seksual primer hanya dapat dilihat dengan melakukan pembedahan dan melihat organ reproduksinya.

Sedangkan ciri seksual sekunder dapat dibedakan dengan melihat ciri morfologi ikan tersebut.

2. Ikan Uniseksual

Ikan uniseksual memiliki alat kelamin tunggal. Untuk beberapa spesies ikan, penentuan jenis kelaminnya  mudah dilakukan, karena semua individu berkelamin betina.

Contohnya adalah pada kelompok ikan Molly Amazon (Poecillia formosa), yaitu ikan yang ditemukan pertama kali sebagai ikan yang berkelamin betina.

3. Ikan Hermaprodit

Ikan dengan tipe hermaprodit adalah ikan yang memiliki alat kelamin ganda. Ikan hermaprodit dapat dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu hermaprodit singkroni, hemaprodit protandi, dan hemaprodit protogini.

Hermaprodit singkroni merupakan golongan ikan yang gonadnya terdapat sel kelamin jantan dan betina yang dapat aktif secara bersamaan.

Hemaprodit protandi adalah golongan ikan yang dalam hidupnya mengalami perubahan jenis kelamin dari jantan menjadi betina, misalnya ikan Black  Porgy. Ikan ini pada umur tiga tahun berubah dari kelamin jantan ke betina.

Sedangkan ikan hermaprodit Protogini adalah golongan ikan yang dalam hidupnya mengalami perubahan dari jenis betina menjadi jantan, misalnya Labroides dimidiatus.

Sistem Reproduksi Ikan (Pisces)

Reproduksi ikan dilakukan fertilisasi, ditandai dengan peleburan gonad jantan dan gonad betina.

Proses fertilisasi pada ikan ada dua cara, yaitu fertilisasi internal (pembuahan di dalam) dan fertilisasi eksternal (pembuahan di luar).

Meskipun demikian, sebagian besar ikan melakukan fertilisasi eksternal dan hanya sebagian kecil yang melakukan fertilisasi internal.

1. Fertilisasi Eksternal

Secara umum, ikan ovipar (bertelur) akan melalukan fertilisasi eksternal. Ikan jenis ovipar mengeluarkan telur dari dalam tubuhnya untuk dibuahi oleh ikan jantan. Proses pembuahan sel telur oleh sel sperma berlangsung di luar tubuh ikan.

Pada saat ikan betina bertelur mengeluarkan ovum, ikan jantan mendekati telur-telur tersebut sambil mengeluarkan spermatozoid.

Apabila ovum bertemu dengan spermatozoid, maka terjadilah fertilisasi (pembuahan) yang menghasilkan zigot untuk kemudian tumbuh dan berkembang menjadi embrio ikan.

Baca : Sistem Reproduksi Seksual Pada Hewan (Ovipar, Vivipar, dan Ovovivipar)

Telur-telur ikan yang telah dibuahi tampak seperti bulatan-bulatan kecil berwarna putih. Telur-telur ini akan menetas dalam waktu 24 sampai 40 jam.

Anak ikan yang baru menetas mendapat makanan dari sisa kuning telurnya yang masih menempel di dalam perutnya.

Anak ikan dapat langsung hidup sendiri, hanya beberapa jenis induk ikan terutama ikan jantan yang menjaga anak-anaknya.

2. Fertilisasi Internal

Ikan yang melakukan fertilisasi internal adalah ikan jenis ovovivipar (bertelur dan beranak). Fertilisasi terjadi di dalam tubuh ikan betina, diawali dengan masuknya sperma ke sel telur (oosit) melalui mikrofil.

Meskipun terdapat banyak sperma yang hendak masuk, akan tetapi umumnya hanya satu sperma yang dapat membuahi sel telur.

Oosit yang telah dibuahi tersebut kemudian membentuk zigot dan selanjutnya berkembang menjadi embrio.

Embrio mengalami penyempurnaan bentuk menjadi anak ikan yang mirip dengan induknya. Ikan yang berkembangbiak secara ovovivipar adalah ikan dari famili Poecilidae, seperti platy, guppy, dan molly.

Di dalam melengkapi referensi Anda tentang sistem reproduksi hewan, silakan baca artikel terkait berikut.

  • Perkembangbiakan Burung (Aves) – (Baca)
  • Perkembangbiakan Reptil- (Baca)
  • Perkembangbiakan Katak (Amfibi) – (Baca)
  • Perkembangbiakan Mamalia – (Baca)
  • Perkembangbiakan Hydra – (Baca)
  • Perkembangbiakan Porifera – (Baca)
  • Perkembangbiakan Coelenterata – (Baca)
  • Perkembangbiakan Cacing Pipih – (Baca)
  • Perkembangbiakan Amoeba – (Baca)
  • Perkembangbiakan Cacing Pita – (Baca)
  • Perkembangbiakan Protozoa – (Baca)

Demikian ulasan mengenai organ dan sistem reproduksi generatif pada ikan (Pisces). Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan