Organ dan Sistem Reproduksi Generatif pada Hewan Mamalia

Organ dan Sistem Reproduksi Generatif pada Hewan Mamalia

Amongguru.com. Mamalia adalah hewan vertebrata yang memiliki kelenjar susu (glandula mamae). Dengan dimilikinya kelenjar susu ini, maka mamalia betina akan dapat menyusui anaknya. Mamalia berkembang biak dengan cara vivipar (melahirkan).

Tubuh mamalia pada umumnya tertutup oleh rambut. Mamalia termasuk dalam hewan berdarah panas, sehingga suhu tubuhnya lebih stabil.

Terdapat lebih dari 5.000 spesies mamalia yang tersebar di seluruh belahan dunia dengan bentuk yang beragam.

Ciri-ciri Mamalia

Berikut ini adalah ciri-ciri umum dari mamalia.

1. Mempunyai anggota gerak yang lengkap untuk beraktivitas.

2. Memiliki blandula mamae (kelenjar susu).

3. Memiliki tulang belakang (vertebrata).

4. Memiliki rambut yang menutupi sebagian besar tubuhnya.

5. Memiliki kuku dan cakar untuk menangkap makanan atau memanjat.

6. Mempunyai alat pernapasan berupa paru-paru.

7. Jantung terbagi dalam dua serambi dan dua bilik.

8. Memiliki pengaturan suhu tubuh yang stabil (homoiterm)

9. Berkembang biak secara vivipar (melahirkan).

10. Pembuahan terjadi di dalam tubuh induk betina (fertilisasi internal)

11. Memiliki rahim (uterus) untuk tempat berkembangnya embrio.

Klasifikasi Mamalia

Mamalia dikelompokkan dalam 12 (dua belas) ordo, sebagai berikut.

1. Ordo Marsupialia

Marsupialia adalah hewan mamalia yang betinanya memiliki kantung pada bagian perutnya. Kantung ini digunakan sebagai tempat menyimpan anak yang baru lahir. Contoh hewan mamalia yang termasuk ordo Marsupialia adalah kanguru, kuskus, dan koala.

2. Ordo Insektivora

Insektivora adalah golongan mamalia yang menjadikan serangga sebagai makanan utamanya. Hewan ini juga dapat memakain cacing atau biji-bijian.

Ciri hewan yang masuk ordo ini adalah memiliki mata yang tertutup, memiliki cakar yang besar, dan telapak kaki bagian depannya lebih lebar. Contoh mamalia dalam ordo ini adalah Scalopus sp, Echinosorex albus, dan Scapanus sp.

3. Ordo Dermoptera

Dermopera adalah hewan mamalia yang memiliki parasut berbulu (patagium) pada sela-sela empat kakinya.

Hewan dalam ordo ini umumnya merupakan herbivora yang senang makan buah atau dedaunan. Contoh mamalia dalam ordo derpotera adalah Gakopithecus sp.

4. Ordo Chiroptera

Chiroptera adalah ordo mamalia yang dapat terbang, pada bagian kaki depan dan belakang terdapat membran interdigital, meskipun ukuran kaki belakang lebih kecil.

Biasanya Chiroptera tergolong hewan nokturnal yang hanya aktif di malam hari. Hewan ini suka makan buah dapat terbang dan mencari makan di malam hari.

Contoh hewan mamalia dalam ordo ini adalah Desmodus sp (vampire), Pteropus edulis (kalong Jawa), dan Myotes sp.

5. Ordo Primata

Ordo primata merupakan hewan mamalia yang memiliki tangan besar dan jari sebagai penunjang kebiasaannya dalam memanjat pohon. Beberapa contoh hewan primata adalah kera, orang utan, monyet, dan lutung.

6. Ordo Rodentia

Rodentia adalah hewan mamalia yang tidak mempunyai taring, sehingga biasanya mereka hidup sebagai pengerat.

Hewan dalam ordo ini dicirikan dengan gigi seri yang tebal dan besar, dapat hidup pada segala habitat. Contoh mamalia dalam ordo rodentia adalah Rattus sp (tikus), Sciurus sp (tupai pohon), Erethyson sp (landak), Marmota sp (marmut), dan Mus musculus (mencit).

7. Ordo Carnivora

Carnivora adalah kelompok mamalia yang menjadikan daging sebagai makanannya. Ciri hewan yang termasuk ordo ini adalah memiliki gigi taring yang tajam dan cakar yang runcing untuk berburu dan mengoyak daging mangsanya.

Contoh hewan mamalia dalam ordo ini antara lain Felis leo (singa), Canis lupus (serigala), Felis tigris (harimau),  Zalophus sp (singa laut), Eumetopias jubata (anjing laut), Felis catus (tikus rumah), dan Canis familiaris (anjing).

8. Ordo Laghomorpha

Ordo Laghomorpha adalah kelompok hewan mamalia yang memiliki kebiasaan memakan tumbuhan. Contoh mamalia dari ordo ini adalah kelinci (Oryctologus cuniculus).

9. Ordo Cetacea

Ordo Cetacea adalah kelompok mamalia yang hidup di laut, contohnya Dolphinus delvis (dolpin laut) dan Phalenoptera musculus (paus biru).

10. Ordo Proboscidea

Ordo Probpscidea adalah semua jenis gajah yang ada di dunia ini, misalnya Loxodonta africana (gajah Afrika) dan Elephas maximus (gajah India dan Indonesia).

11. Ordo Perissodactyla

Perissodactyla merupakan hewan mamalia yang memiliki jumlah jari kaki yang ganjil. Contohnya adalah keledai (Equus asinus), kuda (Equus caballus), dan tapir (Tapirus indicus).

12. Ordo Artiodactyla

Ordo Artiodactyla memiliki ciri jari kaki yang berjumlah genap. Contohnya adalah Antilocarpa sp (antelope), Cervus sp (kijang), Bos sondaicus (banteng), Aries sp (kambing), Giraffa sp (jerapah), Camelus sp (unta), dan Bos indicus (sapi putih).

Organ Reproduksi Mamalia

Mamalia jantan memiliki sepasang testis yang berfungsi untuk menghasilkan sperma. Testis mamalia jantan berbentuk bulat telur dan terletak dalam skrotum (kantong zakar).

Letak skrotum mamalia berada di luar tubuh agar suhunya sesuai untuk pembentukan sperma.

Di dalam testis terdapat saluran halus yang merupakan tempat pembentukan sperma yang disebut tubulus seminiferus. Pada dinding tubulus seminiferus inilah terdapat bakal sperma diploid (2n).

Mamalia betina mempunyai sepasang ovarium yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur (ovum).

Ovarium pada mamalia terletak di rongga perut bagian kanan dan kiri. Ovarium diselubungi oleh kapsul pelindung dan mengandung beberapa folikel.

Baca : Sistem Reproduksi Seksual Pada Hewan (Ovipar, Vivipar, dan Ovovivipar)

Pada tiap folikel mengandung satu sel telur yang diselubungi oleh satu atau lebih lapisan sel-sel folikel.

Folikel mengelilingi oosit dan berfungsi menyediakan makanan dan melindungi perkembangan sel telur.

Oviduk pada mamalia betina merupakan saluran yang menghubungkan ovarium dengan uterus. Sedangkan pertumbuhan embiro mamalia terjadi pada rahim (uterus).

Sistem Reproduksi Mamalia

Mamalia pada umumnya berkembangbiak dengan cara melahirkan (vivipar), kecuali platipus yang berkembangbiak secara bertelur (vivipar).

Proses peleburan sel sperma dan ovum terjadi di dalam tubuh induk betinanya (fertilisasi internal).

Hasil pembuahan sel telur oleh sperma tersebut kemudian membentuk zigot. Zigot selanjutnya bergerak menuju uterus (rahim). Zigot akan berkembang pada dinding rahim menjadi embrio.

Embrio hewan mamalia dilapisi oleh selaput embrio, yang terdiri atas amnion, korion, dan alantois. Selaput embrio ini berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan dan kekeringan.

Selama di dalam rahim, embrio akan mendapatkan sari-sari makanan dan oksigen dari induk betinanya melalui tali plasenta.

Embrio yang tumbuh dan berkembang sempurna selanjutnya akan menjadi janin yang siap dilahirkan.

Setelah dilahirkan, anak hewan mamalia akan menyusui pada induk betinanya. Tingkah laku pada masa kawin mamalia juga berbeda-beda.

Ada mamalia yang mengeluarkan suara khas ketika masa kawin, misalnya kucing, serta ada juga hewan yang bertindak sangat agresif pada saat kawin.

Di dalam melengkapi referensi Anda tentang sistem reproduksi hewan, silakan baca artikel terkait berikut.

  1. Perkembangbiakan Ikan (Pisces) – (Baca)
  2. Perkembangbiakan Burung (Aves) – (Baca)
  3. Perkembangbiakan Reptil- (Baca)
  4. Perkembangbiakan Katak (Amfibi) – (Baca)
  5. Perkembangbiakan Hydra – (Baca)
  6. Perkembangbiakan Porifera – (Baca)
  7. Perkembangbiakan Coelenterata – (Baca)
  8. Perkembangbiakan Cacing Pipih – (Baca)
  9. Perkembangbiakan Amoeba – (Baca)
  10. Perkembangbiakan Cacing Pita – (Baca)
  11. Perkembangbiakan Protozoa – (Baca)

Demikian ulasan mengenai organ dan sistem reproduksi generatif pada hewan mamalia. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan