Muatan Listrik, Jenis, Sifat, dan Cara Membuat Benda Bermuatan Listrik

Muatan Listrik, Jenis, Sifat, dan Cara Membuat Benda Bermuatan Listrik

Amongguru.com. Muatan listrik adalah muatan dasar yang dibawa oleh benda, sehingga benda akan mengalami gaya tolak menolak atau tarik menarik jika didekatkan pada benda lain yang juga bermuatan.

Pada dasarnya semua benda adalah netral (tidak bermuatan). Akan tetapi, benda netral tersebut dapat diberi muatan listrik, sehingga memiliki kemampuan untuk menolak atau menarik benda lain yang bermuatan.

Muatan Listrik Pada Atom

Sifat dasar kelistrikan dibawa oleh atom. Atom adalah bagian terkecil dari suatu benda. Atom tersusun atas tiga partikel subatom, yaitu proton yang bermuatan positif, elektron yang bermuatan negatif, dan neutron yang netral atau tidak bermuatan.

Elektron-elektron berada di luar inti atom dan bergerak mengitari inti atom. Elektron terletak di tepi atom, sedangkan proton dan neutron berada di dalam pusat atom sehingga disebut sebagai inti atom (nukleon).

Supaya elektron tetap mengelilingi inti dan tidak terlepas dari atom, maka inti atom bermuatan positif harus mengerjakan gaya tarik pada elektron.

Gaya yang menarik elektron agar tetap mengelilingi inti dan tidak terlepas dari atom ini disebut gaya listrik.

Sebaliknya, di dalam inti atom terdapat proton yang bermuatan positif, sehingga proton akan saling tolak menolak karena muatannya sejenis.

Agar proton-proton tetap menyatu dalam inti atom dan tidak terpisah dari atom maka harus ada gaya yang menyatukan proton-proton tersebut.

Gaya yang mengikat proton agar tetap menyatu di dalam inti atom dinamakan gaya inti atau gaya nuklir.

Baca :

Berdasarkan susunan proton dan elektron dalam atom, maka listrik dapat bermuatan positif, negatif, atau bahkan netral.

Terjadinya muatan listrik disebabkan oleh perpindahan elektron dari suatu atom ke atom lain.

1. Atom bermuatan negatif

Atom bermuatan negatif jika atom tersebut menangkap elektron, sehingga jumlah elektron menjadi lebih banyak daripada jumlah proton. Atom yang bermuatan negatif disebut sebagai ion negatif atau anion.

2. Atom bermuatan positif

Atom bermuatan positif apabila atom melepas elektron, sehingga jumlah elektronnya menjadi lebih sedikit daripada jumlah proton. Atom yang bermuatan positif disebut sebagai ion positif atau kation.

3. Atom netral

Atom netral jika jumlah elektronnya sama dengan jumlah proton (tidak terjadi pelepasan dan penangkapan elektron).

Sifat-sifat Muatan Listrik

Benda-benda yang bermuatan listrik, apabila saling didekatkan dapat mengalami gaya tarik atau gaya tolak.

Gaya tarik terjadi apabila benda yang didekatkan memiliki muatan listrik yang berbeda (muatan positif dan negatif).

Gaya tolak terjadi apabila benda yang didekatkan memiliki muatan listrik yang sejenis atau sama muatan positif dengan positif atau muatan negatif dengan negatif).

Dengan demikian, sifat-sifat benda bermuatan listrik dapat disimpulkan sebagai berikut

1. Benda-benda yang memiliki muatan listrik sejenis akan saling tolak menolak.

2. Benda-benda yang memiliki muatan listrik tidak sejenis akan saling tarik menarik.

Cara Membuat Benda Bermuatan Listrik

Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memberikan muatan listrik pada benda nteral, yaitu dengan menggosok, induksi listrik, dan konduksi arus listrik.

1. Penggosokkan

Sebuah benda dapat memiliki muatan listrik dengan cara penggosokkan. Misalnya, penggaris plastik yang digosokkan pada kain wol atau rambut akan menjadi bermuatan negatif.

Elektron berpindah dari kain wol atau rambut ke penggaris, sehingga penggaris menjadi bermuatan negatif (menangkap elektron).

Contoh lainnya adalah kaca yang digosokkan pada kain sutera. Kaca menjadi bermuatan positif karena melepaskan elektron ke kain sutera, sehingga kaca kekurangan elektron dan kelebihan proton.

Berikut tabel hasil pembuatan benda bermuatan listrik dan proses yang terjadi.

2. Induksi Listrik

Induksi listrik adalah peristiwa pemisahan muatan listrik pada benda netral karena didekatkan dengan benda bermuatan listrik.

Induksi listrik digunakan untuk membuat benda netral menjadi bermuatan listrik. Induksi listrik dapat terjadi karena benda yang bermuatan listrik memengaruhi muatan yang tidak sejenis pada benda netral, sehingga terjadi pemisahan muatan kedua benda tersebut.

Membuat benda bermuatan listrik dengan cara induksi tidak memerlukan kontak dengan benda yang diinduksinya.

Pembuatan muatan listrik dengan cara induksi membutuhkan alat yang disebut elektroskop. Contohnya adalah pemisahan muatan listrik pada mistar plastik yang telah digosokkan pada kain wol kemudian didekatkan pada elektroskop.

3. Konduksi Arus Listrik

Pemuatan listrik dengan cara konduksi arus listrik hanya dapat dilakukan pada benda yang terbuat dari bahan yang dapat menghantarkan arus listrik (konduktor), misalnya baja, besi, dan tembaga.

Muatan listrik dapat dihasilkan jika kedua benda mengalami kontak langsung, sehingga sejumlah elektron dapat mengalir dari satu benda ke benda lainnya.

Demikian ulasan mengenai muatan listrik, jenis, sifat, dan cara membuat benda bermuatan listrik. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan