Modul PJJ Penguatan Numerasi Mata Pelajaran Matematika SMP

Modul PJJ Penguatan Numerasi Mata Pelajaran Matematika SMP

Amongguru.com. Direktorat SMP, Kemendikburistek telah menerbitkan Modul PJJ Penguatan Numerasi Mata Pelajaran Matematika jenjang SMP.

Pada tahun 2021, Direktorat SMP menyusun sejumlah dokumen Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) di bidang penilaian, di antaranya adalah Inspirasi Pembelajaran yang Menguatkan Literasi dan Numerasi.

Modul Penguatan Numerasi Mata Pelajaran Non Matematika SMP ini ditulis untuk melengkapi Modul Pembelajaran Jarak Jauh yang telah dibuat  oleh Direktorat Pengembangan SMP Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Panduan penguatan numerasi ini dibuat dalam rangka memberikan inspirasi kepada guru matematika maupun nonmatematika di jenjang Sekolah Menengah Pertama dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran dengan penguatan  atau unsur numerasinya.

Modul Penguatan Numerasi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19 yang telah dikembangkan oleh Direktorat Sekolah Menengah Pertama atau buku lainnya.

Akan tetapi, penerbitan modul ini bertujuan sebagai suplemen untuk memberikan pedoman salah satu cara bagaimana penguatan numerasi dapat dilakukan.

Melalui contoh yang diberikan, diharapkan  guru dapat mengembangkan aktivitas pembelajaran sehingga meningkatkan kemampuan numerasi dari peserta didik.

Pendekatan yang disampaikan dalam panduan ini bukan satu-satunya cara. Guru dapat menjajaki cara-cara lain untuk makin memperkaya diri dalam berbagai pendekatan/model/metode/teknik peningkatan numerasi peserta didik.

Pentingnya Numerasi di Abad 21

Numerasi sering kali diartikan secara sempit sebagai keterampilan yang hanya melibatkan kecakapan dengan angka dan berhitung menggunakan kertas dan pensil atau mencongak sehingga  penggunaan kalkulator dianggap sebagai bukti seseorang tidak memiliki numerasi.

Akan tetapi, definisi “keterampilan dasar” dari numerasi semacam ini sudah ketinggalan zaman di dunia abad ke-21 yang kaya akan data dan teknologi.

Numerasi, disebut juga literasi numerasi dan literasi matematika,  dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan konsep dan keterampilan matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai ragam konteks kehidupan sehari-hari, misalnya, di rumah, pekerjaan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat dan sebagai warga.

Selain itu, numerasi juga termasuk kemampuan untuk menganalisis dan  menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dan sebagainya), selanjutnya menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

Berdasarkan definisi di atas, numerasi merupakan kunci bagi peserta didik untuk mengakses dan memahami dunia dan membekali peserta didik dengan kesadaran dan pemahaman tentang peran penting matematika di dunia modern.

Penekanan pada aplikasi dari matematika yang berhubungan dengan kehidupan memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan kepercayaan diri untuk berpikir secara numerik, spasial, dan data untuk menafsirkan dan menganalisis secara kritis situasi sehari-hari dan untuk memecahkan masalah.

Menjadi numerat, yaitu memiliki keterampilan numerasi yang baik, melibatkan lebih dari sekadar menguasai matematika dasar saja, tetapi dapat menghubungkan matematika yang dipelajari di sekolah dengan situasi di luar sekolah yang juga membutuhkan pemecahan masalah dan penilaian kritis dalam nonmatematika.

Penguatan Numerasi Dalam AKM

Salah satu kompetensi hasil belajar peserta didik yang di ukur pada asesmen nasional mulai tahun 2021 adalah literasi membaca dan numerasi, yang disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Kompetensi mendasar numerasi yang diukur mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan matematika yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi kuantitatif dan spasial.

Peserta didik akan diuji kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai konteks yang relevan dengan mereka sebagai warga Indonesia dan warga dunia.

Komponen AKM numerasi selain mencakup konten (bilangan, pengukuran dan geometri, data dan ketidakpastian, dan aljabar) juga melibatkan proses kognitif, yaitu pemahaman, penerapan, dan penalaran.

Peserta didik diharapkan memahami fakta, prosedur serta alat matematika yang dapat digunakan di dalam penyelesaian masalah.

Selain itu, mereka mampu menerapkan dan bernalar dengan konsep matematika dalam situasi nyata, baik yang bersifat rutin maupun nonrutin, dalam berbagai ragam konteks (personal, sosial budaya, dan saintifik).

Selain AKM yang merupakan bagian dari Asesmen Nasional yang dilakukan pada kelas 5, 8, dan 11, guru juga dapat menggunakan AKM kelas untuk kelas 2, 4, 6, 8, dan 10 untuk melakukan asesmen diagnostik untuk memetakan kecakapan numerasi peserta didik.

Hasil dari AKM kelas dapat digunakan untuk memberikan penanganan yang sesuai terhadap peserta didik yang memerlukan intervensi khusus.

Hasil AKM dilaporkan dalam empat kelompok yang menggambarkan kemampuan numerasi yang berbeda sebagai berikut.

1. Perlu Intervensi Khusus

Seorang peserta didik yang membutuhkan intervensi khusus adalah yang memiliki pengetahuan matematika yang terbatas, dan menunjukkan penguasaan konsep yang parsial, serta keterampilan komputasi yang terbatas.

2. Dasar

Seorang peserta didik dengan tingkat kompetensi numerasi dasar adalah yang memiliki keterampilan dasar matematika, yaitu komputasi dasar dalam bentuk persamaan langsung, konsep dasar terkait geometri dan statistika, serta menyelesaikan masalah matematika sederhana yang rutin.

3. Cakap

Peserta didik dengan kompetensi numerasi cakap memiliki kemampuan mengaplikasikan pengetahuan matematika yang dimiliki dalam konteks yang lebih beragam.

Modul Penguatan Numerasi Mata Pelajaran Matematika SMP Tahun 2021 selengkapnya dapat di unduh pada tautan di bawah ini.

Unduh

Baca :

Demikian yang dapat kami bagikan mengenai Modul Penguatan Numerasi Mata Pelajaran Matematika SMP Tahun 2021. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan