Modul Pengelolaan Supervisi Manajerial Pengawas Sekolah

Modul Pengelolaan Supervisi Manajerial Pengawas Sekolah

Amongguru.com. Modul Pengelolaan Supervisi Manajerial Pengawas Sekolah diterbitkan oleh Dirjen GTK, Kemdikbud, sebagai bahan Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Calon Pengawas Sekolah dan Penguatan Kompetensi Pengawas Sekolah.

Kemampuan seorang pengawas sekolah dalam menguasai dan menjalankan tugas pokok dan fungsinya minimal mempunyai enam dimensi kompetensi.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah yang menegaskan bahwa seorang pengawas harus memiliki 6 (enam) dimensi kompetensi, yaitu kompetensi kepribadian, supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan pengembangan serta kompetensi sosial.

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 tahun 2010 tentang jabatan pengawas dan angka kreditnya mengamanatkan bahwa jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan supervisi akademik dan manajerial pada satuan pendidikan.

Regulasi tersebut ditindaklanjuti oleh Peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/III/PB/2011, Nomor 6 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya serta Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 143 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.

Unsur-unsur kegiatan dalam supervisi akademik dan manajerial terdiri atas: 1) Penyusunan Program Supervisi; 2) Pelaksanaan Program Supervisi; 3) Evaluasi Hasil Pelaksanaan Program Supervisi; 4) Membimbing dan Melatih profesional Guru, dan: 5) Melaksanakan tugas di daerah khusus.

Untuk mengetahui sejauh mana prestasi yang dapat diraih oleh jabatan fungsional pengawas sekolah dalam melaksanakan kegiatan unsur-unsur supervisi tersebut, seorang pengawas perlu memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai ruang lingkup tugas dan kriteria kinerja
jabatan fungsional pengawas sekolah.

Selain itu, perlu juga, memiliki kemampuan berpikir sistematis untuk memiliki Rencana Pengawasan Manajerial (RPM) berdasarkan hasil identifikasi masalah pada sekolah binaan yang memberi kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Pengawas Sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan supervisi akademik dan manajerial pada satuan pendidikan, tindak lanjutnya adalah Surat Edaran antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/Tahun 2016 dan Nomor 01/SE/XII/2016 Tanggal 13 Desember 2016.

Kompetensi pengawas sekolah pada dimensi supervisi manajerial, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 di atas terdiri dari delapan kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang pengawas sekolah. Secara umum, supervisi manajerial merupakan serangkaian kegiatan profesional yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam rangka membantu kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya guna meningkatkan mutu dan efektivitas penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan.

Adapun titik berat supervisi manajerial terletak pada pengamatan aspek-aspek pengelolaan dan administrasi sekolah. Tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas supervisi akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program supervisi, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP), penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional Guru, evaluasi hasil pelaksanaan program supervisi, dan pelaksanaan tugas supervisi di daerah khusus.

Kewajiban Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas adalah: menyusun program supervisi, melaksanakan program supervisi, melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program supervisi dan membimbing dan melatih profesional Guru.

Modul supervisi manajerial ini membahas empat hal pokok, yaitu (1) Implementasi metode, teknik, dan prinsip, supervisi manajerial, Pembinaan KS dalam pengelolaan administrasi sekolah, (menyusun RPM, melaksanakan, menyusun laporan); (2). Pelaksanaan Program Pengawasan Manajerial; (3) Penyusunan Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan Sekolah dan (4) Pengembangan Program Kewirausahaan Sekolah.

Target Kompetensi

Kompetensi Pengawas Sekolah berdasarkan Peraturan MenterinPendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah yang harus dikuasai oleh seorang pengawas pada dimensi kompetensi supervisi manajerial adalah sebagai berikut.

1. Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

2. Menyusun program supervisi berdasarkan visi, misi, tujuan dan program pendidikan di sekolah.

3. Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi supervisi di sekolah.

4. Menyusun laporan hasil-hasil supervisi dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program supervisi berikutnya di sekolah,

5. Membina kepala sekolah dalam pengelolaan satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

6. Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah.

7. Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah.

8. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah.

9. Menyusun laporan evaluasi pelaksanaan program pengawasan dan bimbingan pelatihan.

Indikator Pencapaian Kompetensi

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran peserta diklat terampil:

1. mengidentifikasi metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi;

2. menyusun metode kerja dan instrumen pelaksanaan supervisi;

3. menyusun laporan hasil pengawasan sekolah serta bimbingan dan pelatihan;

4. menyusun Rencana Pengawasan Manajerial (RPM) untuk pembinaan kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan;

5. menyusun Rencana Pengawasan Manajerial (RPM) untuk pembinaan kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah;

6. menyusun Rencana Pengawasan Manajerial (RPM) untuk pembinaan guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan pelaksanaan tugas pokok;

7. melaksanakan pemantauan pelaksanaan SNP (penyusunan instrumen, penghimpunan data, pengolahan data, dan tindak lanjut); dan

8. menyusun laporan evaluasi pelaksanaan program pengawasan sekolah serta bimbingan dan pelatihan.

Modul Pengelolaan Supervisi Manajerial Pengawas Sekolah selengkapnya dapat di unduh pada tautan berikut ini.

Unduh

Modul Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional Calon Pengawas Sekolah dan Penguatan Kompetensi Pengawas Sekolah lainnya dapat di unduh pada tautan berikut.

  1. Modul Pengelolaan Tugas Pokok dan Kode Etik Pengawas Sekolah – Unduh
  2. Modul Pengelolaan Supervisi Akademik Pengawas Sekolah – Unduh
  3. Modul Evaluasi Pendidikan Pengawas Sekolah – Unduh
  4. Modul Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah – Unduh
  5. Modul Penilaian Kinerja PNS Bagi Guru, Kepala Sekolah, dan Tendik – Unduh

Demikian Modul Pengelolaan Supervisi Manajerial Pengawas Sekolah. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan