Modul Pengelolaan Laboratorium Sains IPA di Sekolah

Modul Pengelolaan Laboratorium Sains IPA di Sekolah

Amongguru.com. Keberadaaan laboratorium menjadi sarana penting bagi peserta didik dalam pembelajaran IPA. Laboratorium adalah salah satu komponen yang wajib disediakan oleh sekolah untuk menunjang pembelajaran sains.

IPA sangat berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Oleh karena itu, IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.

Proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.

Tuntutan pembelajaran IPA tidak mungkin dapat terpenuhi apabila tidak didukung oleh kemampuan guru dalam menyelenggarakan kegiatan praktikum di laboratorium.

Melalui kegiatan praktikum ini, peserta didik akan mendapatkan kebenaran konsep atau teori yang telah mereka dapatkan secara nyata.

Laboratorium IPA berperan penting dalam kegiatan pembelajaran, yaitu untuk menumbuhkan dan mengembangkan aspek-aspek berikut.

1. Keterampilan dalam pengamatan, pengukuran, dan pengumpulan data.

2. Kemampuan menyusun data dan menganalisis serta menafsirkan hasil pengamatan.

3. Kemampuan menarik kesimpulan secara logis berdasarkan hasil eksperimen, mengembangkan model dan menyusun teori,

4. Kemampuan mengkomunikasikan secara jelas dan lengkap hasil-hasil percobaan.

5. Keterampilan merancang percobaan, urutan kerja, dan pelaksanaannya.

6. Keterampilan dalam memilih dan mempersiapkan peralatan dan bahan untuk percobaan.

7. Keterampilan dalam menggunakan peralatan dan bahan.

8. Kedisiplinan dalam mematuhi aturan dan tata tertib demi keselamatan kerja.

Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelola dan pengguna, fasilitas laboratorium (bangunan, peralatan laboratorium, spesimen biologi, bahan kimia), dan aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya.

Pada dasarnya pengelolaan laboratorium merupakan tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna. Oleh karena itu, setiap orang yang terlibat harus memiliki kesadaran dan merasa terpanggil untuk mengatur, memelihara, dan mengusahakan keselamatan kerja.

Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca : Prosedur Keselamatan Kerja Laboratorium IPA Dilengkapi Gambar

Sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup usaha untuk selalu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan penangannya bila terjadi kecelakaan.

Pengelola laboratorium hendaknya memiliki pemahaman dan keterampilan kerja di laboratorium, bekerja sesuai tugas dan tanggungjawabnya, dan mengikuti peraturan.

Pengelola laboratorium di sekolah umumnya sebagai berikut.

1. Kepala Sekolah

2. Wakil Kepala Sekolah

3. Koordinator Laboratorium

4. Penanggung jawab Laboratorium

5. Laboran

Baca : Contoh Tata Tertib Laboratorium IPA untuk Guru dan Siswa

Pengelolaan laboratorium IPA perlu dilakukan agar dapat berfungsi dengan maksimal.  Modul ini dapat menjadi panduan bagi pengelola Laboratorium IPA agar dapat melakukan pengelolaan laboratorium IPA dengan tepat.

Terdapat enam komponen yang dibahas dalam modul pengelolaan laboratorium IPA ini, yaitu sebagai berikut.

1. Menerapkan gagasan, teori, dan prinsip kegiatan laboratorium.

2. Membagi tugas teknisi dan laboran di laboratorium sekolah.

3. Keselamatan kerja di laboratorium IPA.

4. Pemanfaatan laboratorium untuk pembelajaran dan penelitian.

5. Merancang pengelolaan kegiatan laboratorium IPA di sekolah.

6. Pengelolaan alat dan bahan laboratorium IPA.

Modul Pengelolaan Laboratorium IPA selengkapnya dapat dibaca dan di unduh pada tautan di bawah ini.

Modul Pengelolaan Laboratorium IPA – Unduh

 Demikian yang dapat kami bagikan mengenai Modul Pengelolaan Laboratorium Sains IPA di Sekolah. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan