Modul Choaching Supervisi Akademik Guru dan Tenaga Kependidikan

Modul Choaching Supervisi Akademik Guru dan Tenaga Kependidikan

Amongguru.com. Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Modul choaching Supervisi Akademik Guru dan Tenaga Kependidikan.

Modul Choaching Supervisi Akademik Guru dan Tenaga Kependidikan ini dapat menjadi salah satu bahan bacaan untuk diklat calon Kepala Sekolah.

Coaching adalah proses dimana individu mendapatkan keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk mengembangkan diri secara profesional dan menjadi lebih efektif dalam pekerjaan mereka.

Cakupan dari coaching meliputi : (1) Mengakses potensial; (2) Memfasilitasi individu untuk membuat perubahan yang diperlukan; (3) Memaksimalkan kinerja; (4) Membantu orang memperoleh ketrampilan dan mengembangkan; dan (5) Menggunakan teknik komunikasi khusus.

Ketika individu mendapatkan coaching dari atasan, mereka dapat meningkatkan kinerja mereka baik dalam saat ini, dan juga meningkatkan potensi mereka untuk berbuat lebih banyak di masa depan.

Bentuk dari coaching adalah percakapan dan membantu orang yang dibimbing untuk meningkatkan kinerjanya.

Coaching juga dapat dilakukan fleksibel, baik formal atau pun tidak formal.  Coaching adalah gaya pembinaan dengan cara berkomunikasi, yang lebih banyak mendengar secara aktif serta bertanya untuk menggali lebih banyak serta memberikan umpan balik positif yang konstruktif dalam rangka menggali pencapaian potensi diri dari orang yang dituntunnya (coachee).

Selain itu, kepala sekolah akan melibatkan guru dalam mengambil suatu keputusan, sehingga dari keputusan yang diambil, guru akan memiliki “rasa memiliki” atas keputusan tersebut dan akan bertanggungjawab dan berkomitmen dalam melakukannya.

Menerapkan pembinaan dengan coaching ini tidaklah mudah, karena kepala sekolah harus memiliki ketrampilan mendengarkan dengan baik, kemampuan bertanya yang jitu dan pengelolaan emosi yang matang sehingga dapat sabar, berempati dalam melakukan coaching dengan guru.

Kata kunci dalam aktivitas coaching adalah memecahkan masalah, merumuskan strategi dan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan.

Pelaksanaan Coaching oleh Kepala Sekolah

Coaching dilaksanakan setelah kepala sekolah melaksanakan supervisi. Hasil supervisi akan dianalisis mana yang menjadi potensi guru dan mana yang menjadi kelemahan guru dalam mengajar.

Di dalam pelaksanaan coaching kepala sekolah fokus kepada kelemahan guru, dan mengubah kelemahan tersebut menjadi komitmen yang akan dikembangkan guru pada pembelajaran berikutnya, melalui kesadaran yang timbul dari dalam diri guru sendiri.

Keberhasilan seorang pemimpin dapat dilihat dari kemampuannya dalam menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kepala sekolah sebagai supervisor mempunyai tanggung jawab untuk peningkatan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran di sekolah serta mempunyai peranan yang sangat penting terhadap perkembangan dan kemajuan sekolah.

Oleh karena itu, kepala sekolah harus melaksanakan supervisi secara baik dan benar sesuai dengan prinsipprinsip supervisi serta teknik dan pendekatan yang tepat.

Pembinaanpembinaan yang dilakukan kepala sekolah terhadap guru dapat meningkatkan kinerja dan dedikasi guru dalam dunia pendidikan.

LangkahLangkah dalam melaksanakan Coaching adalah sebagai berikut.

1. Building Trust (Membangun Kepercayaan)

Membangun Kepercayaan dapat dilakukan dengan cepat dan sederhana, melalui komunikasi. Ada beberapa hal yang perlu diketahui untuk membangun sebuah hubungan yang baik secara efektif, yakni dengan tiga perangkat komunikasi, yaitu Content (Kata kata), Body Posture and Facial Expression (Bahasa Tubuh), Voice Pitch and Volume (Intonasi Suara).

2. Active Listening (Mendengarkan Secara Aktif)

Dengan menjadi pendengar yang aktif, kita dapat dengan mudah menghindari kesalahpahaman yang seharusnya tidak perlu terjadi.

3. Clarifying (Mengklarifikasikan untuk kejelasan pembicaraan)

Mengklarifikasi bertujuan untuk membantu menemukan permasalahan yang sesungguhnya. Clarifying juga dapat menghindarkan terciptanya makna ganda (ambigu) yang sering kali membingungkan dan membuat orang salah mengerti.

4. Asking the Right Questions (Menanyakan pertanyaan yang tepat)

Menanyakan pertanyaan yang tepat dapat membantu menemukan permasalahan yang sesungguhnya,serta dapat membantu untuk menjawab dan mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh client/pegawai.

Baca : Instrumen Supervisi Kepala Sekolah dan Contoh Program Supervisi

5. Giving Feedback (Memberikan umpan balik)

Memberikan jawaban dari permasalahan yang dihadapi,serta mengarahkan karyawan untuk bertindak selanjutnya.

Adapun langkahlangkah yang dilakukan kepala sekolah dalam melakukan pembinaan kepada guru adalah sebagai berikut.

1. Menemukan potensi

Pada tahap ini, kepala sekolah mencari kelebihan yang menjadi keunggulan
dalam kinerja guru dari hasil pengamatannya saat supervisi.

2. Memberi apresiasi

Kepala sekolah memberikan apresiasi dengan cara memuji atau menunjukkan ekspresi bangga dengan kinerja baik guru. Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri guru. Serta menimbulkan kesadaran bahwa ada potensipotensi kebaikan yang bisa dibangun selanjutnya.

3. Mengukur kepuasan kinerja

Kepala sekolah menanyakan kepuasan kinerja dengan mengukur dari rentang 1 sampai 10. Dimana 1 sangat tidak puas dan 10 sangat puas. Hal ini membuat guru menyadari bahwa kinerjanya tidaklah sempurna.

4. Menemukan kekurangan kinerja

Kepala sekolah menanyakan hal apa yang membuat guru tidak puas dengan hasil kinerja mengajarnya.

5. Menemukan perbaikan

Kepala sekolah mengajak guru menemukan sendiri hal apa yang seharusnya dilakukan untuk memperbaiki kinerja mengajar selanjutnya.

6. Berkomitmen

Kepala sekolah meminta guru berkomitmen melakukan perbaikan dengan cara menuliskan minimal tiga hal yang akan menjadi perbaikan kinerja mengajar pada buku catatan guru dan kepala sekolah.

Modul Choaching Supervisi Akademik Guru dan Supervisi Tenaga Kependidikan selengkapnya dapat di unduh pada tautan di bawah ini.

Unduh

Demikian modul choaching Supervisi Akademik Guru dan Supervisi Tenaga Kependidikan. Semoga bermanfaat,

2 Replies to “Modul Choaching Supervisi Akademik Guru dan Tenaga Kependidikan

Tinggalkan Balasan