Mengintip Tradisi Unik di Bulan Ramadhan Umat Muslim Arab Saudi

Amongguru.com. Mengintip Tradisi Unik di Bulan Ramadhan Umat Muslim Arab Saudi.

Arab Saudi (Saudi Arabia) merupakan salah satu negara penghasil dan pengekspor minyak terbesar di dunia yang berada di kawasan Asia Barat Daya atau Timur Tengah.

Mayoritas penduduk Arab Saudi adalah etnis Arab yang beragama Islam dengan bahasa resminya, yaitu bahasa Arab.

Sebelaj utara Arab Saudi berbatasan dengan Irak, Kuwait, dan Yordania. Pada bagian sebelah Selatan, Arab Saudi berbatasan dengan Republik Yaman dan Kesultanan Oman. Sebelah Timur Arab Saudi berbatasan dengan Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Teluk Persia. Sedangkan sebelah baratnya berbatasan dengan Laut Merah.

Sistem pemerintahan yang dianut Arab Saudi adalah sistem pemerintahan Monarki Absolut, yaitu sistem pemerintahan yang kepala negara dan kepala pemerintahannya adalah seorang Raja.

Mengintip Tradisi Unik di Bulan Ramadhan Umat Muslim Arab Saudi

Bulan Ramadhan  bagi umat Islam memiliki keistimewaan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Masing-masing negara memiliki tradisi dalam menyambut bulan Ramadhan sebagai bentuk identitas mereka. Momen Ramadhan dijadikan sebagai ajang untuk memunculkan kembali kebiasaan-kebiasan unik untuk menyemarakkan suasana gembara di bulan mulia tersebut.

Arab Saudi, sebagaimana negara-negara lainnya, mempunyai tradisi dalam menyambut bulan Ramadhan, apalagi Arab Saudi merupakan pusatnya umat Muslim di dunia.

Berikut ini beberapa tradisi selama bulan Ramadhan yang dilakukan umat Muslim di Arab Saudi.

  • Dentuman meriam Ramadhan

Dentuman meriam Ramadhan akan terdengar sebagai tanda datangnya bulan Ramadhan di Makkah. Meriam Ramadhan tersebut akan selalu dibunyikan sebagai tanda iftar (berbuka puasa), waktu sahur, dan waktu imsak.

Meriam juga akan dibunyikan sebagai tanda masuknya tanggak 1 Syawal di akhir bulan Ramadhan. Selama bulan Ramadhan, meriam tersebut akan diletakkan di sebuah gunung yang bernama Gunung Meriam dan dikembalikan lagi ketempat semula untuk disimpan hingga Ramadhan tahun selanjutnya tiba.

  • Tenda Ramadhan

Tenda Ramadhan menjadi salah satu ciri umat Muslim di Arab Saudi pada saat bulan suci Ramadhan. Tenda-tenda tersebut khusus dibuat untuk bulan Ramadhan dan hanya akan ada di bulan tersebut. Lokasi di sekitar tenda dijadikan sebagai tempat berkumpul penduduk Arab saudi sebelum berbuka sampai matahari tenggelam.

Banyak wisatawan dari negara lain yang ikut bersama-sama berbuka puasa di dalam tenda Ramadhan tersebut. Tenda Ramadhan ini pertama kali diperkenalkan di Kairo, Mesir, dan kemudian menyebar ke negara-negara Timur Tengah lainnya sebaai destinasi khusus saat bulan Ramadhan, termasuk di Arab Saudi.

  • Tradisi Siqaya

Selama bulan Ramadhan, di Arab Saudi juga ada tradisi unik yang dinamakan Siqaya. Tradisi ini berupa menawarkan minuman kepada para tamu dan peziarah yang berkunjung di Masjidil Haram, Makkah dan masjid Nabawi di Madinah, selama bulan Ramadhan.

Minuman yang disediakan mulai dari air zam-zam, air dingin, kopi, dan jus. Minuman-minuman tersebut telah disimpan di dalam wadah yang higienis, sehingga pengunjung tidak perlu meragukan kesterilan air minum yang ditawarkan.

Para pengurus masjid akan berkeliling seputar masjid sambil menawarkan minuman-minuman ini kepada pengunjung. Selanjutnya, pengunjung dapat memilih minuman yang mereka inginkan. Inilah bentuk kepedulian sesama umat Muslim yang mulai dihidupkan kembali oleh masyarakat Muslim di Arab Saudi.

Silahkan baca juga artikel terkait berikut.

Demikian ulasan mengenai Mengintip Tradisi Unik di Bulan Ramadhan Umat Muslim Arab Saudi. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan