Mengenal Jalur Afirmasi Dalam Pelaksanaan PPDB Tahun 2020

Mengenal Jalur Afirmasi Dalam Pelaksanaan PPDB Tahun 2020

Amongguru.com. Regulasi mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2020/2021 tertuang dalam Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 tersebut, dijelaskan bahwa dalam PPDB tahun ajaran 2020/2021, tetap menggunakan sistem zonasi dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah.

Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 diterbitkan atas pertimbangan bahwa pelaksanaan penerimaan peserta didik baru belum dapat dilaksanakan secara optimal di semua daerah.

Selain itu, tata cara penerimaan peserta didik baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan belum dapat mengakomodir perkembangan kebutuhan layanan pendidikan di masyarakat.

Permendikbud Nomor 44 tahun 2019 bertujuan untuk mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.

Peraturan menteri ini digunakan sebagai pedoman bagi kepala daerah untuk membuat kebijakan teknis pelaksanaan PPDB dan kepala Sekolah dalam melaksanakan PPDB.

Agak berbeda dengan sistem zonasi pada tahun sebelumnya, komposisi PPDB jalur zonasi pada tahun ajaran 2020/2021 dapat menerima peserta didik minimal 50 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, dan jalur perpindahan maksimal 5 persen. Sedangkan untuk jalur prestasi sebesar 30 persen dan disesuaikan dengan kondisi daerah.

Jalur zonasi diperuntukkan bagi peserta didik yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang ditetapkan Pemerintah Daerah. Jalur zonasi termasuk kuota bagi anak penyandang disabilitas.

Jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu.

Perpindahan tugas orang tua/wali dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan. Kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali dapat digunakan untuk anak guru.

Jalur prestasi ditentukan berdasarkan nilai ujian Sekolah atau UN; dan/atau hasil perlombaan dan/atau penghargaan di bidang akademik maupun non-akademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, tingkat provinsi, dan/atau tingkat kabupaten/kota.

Jalur prestasi tidak berlaku untuk jalur pendaftaran calon peserta didik baru pada TK dan kelas 1 (satu) SD.

Jalur Afirmasi Dalam PPDB Tahun Ajaran 2020/2021

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa jalur afirmasi sebanyak 15 persen dari daya tampung sekolah. Jalur ini dikhususkan untuk peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu.

Jalur afirmasi disediakan bagi peserta didik yang menerima program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah. Misalnya adalah peserta didik penerima Kartu Indonesia Pintar atau KIP.

Jalur afirmasi merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan layanan akses pendidikan berkualitas untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Pemerintah daerah dapat menentukan proporsi siswa yang diterima melalui jalur ini mengacu pada persentase peserta didik penerima program tersebut.

Jika ada calon peserta didik penerima KIP, akan tetapi secara domisili peserta didik yang bersangkutan juga bisa masuk melalui jalur zonasi, maka sebaiknya yang diikuti adalah jalur afirmasi dengan syarat kuota afirmasi belum terpenuhi.

Hal ini dilakukan agar peserta didik dalam zona yang tidak menerima program penanganan keluarga tidak mampu tidak terhalangi untuk masuk ke sekolah tersebut.

Dengan demikian, kesempatan yang diberikan pemerintah pada peserta didik dari keluarga tidak mampu sedapat mungkin tidak merugikan.

PPDB adalah suatu proses yang sangat perlu memperhatikan konteks lokal. Misalnya, berapa banyak sekolah negeri di suatu wilayah, berapa banyak anak usia SD yang melanjutkan ke SMP, serta dari SMP ke SMA.

Selain itu, berapa banyak anak penerima KIP di daerah tersebut, atau berapa banyak yang kondisi ruang kelasnya rusak.

Akan lebih efisien dan tepat sasaran apabila masing-masing Daerah yang mengatur regulasi PPDB sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.

Source : https://gtk.kemdikbud.go.id

Tinggalkan Balasan