Melihat Uniknya Tradisi Menyambut Lebaran di Tiongkok Cina

Melihat Uniknya Tradisi Menyambut Lebaran di Tiongkok Cina

Amongguru.com. Setiap negara memiliki tradisi atau cara tersendiri dalam memeriahkan hari lebaran. Momen perayaan lebaran memang menjadi hal yang penting dan selalu ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia, salah satunya adalah umat Muslim di Tiongkok, Cina. Baca juga : 6 Tradisi Unik yang Mewarnai Suasana Lebaran di Indonesia.

Penduduk muslim di Cina berjumlah sekitar 23 juta atau sekitar 1,8 persen dari jumlah populasi total penduduk Cina yang sebesar 1,3 milyar. Meskipun umat Muslim di Cina termasuk minoritas, bukan berarti suasana menyambut Idul Fitri di negara tersebut tidak meriah.

Kemeriahan perayaan Idul Fitri akan sangat terasa di dua daerah di Cina, yaitu Xinjiang dan Yunnan. Kedua daerah tersebut dihuni oleh masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Di China terdapat sekitar 10 kelompok etnis minoritas China Muslim, seperti Hui, Uyghur, Kazakh, Dongxiang, Kyrgyz, Salar, Tajik, Uzbek, Bonan, dan Tatar.

Melihat Uniknya Tradisi Menyambut Lebaran di Tiongkok Cina

Sekilas, tradisi menyambut lebaran umat Muslim Cina tidak jauh berbeda dengan tradisi di Indonesia, misalnya salat idul fitri, silaturahmi, dan ziarah kubur. Berikut ini adalah beberapa tradisi unik yang dilakukan oleh penduduk Muslim di Tiongkok Cina dalam menyambut lebaran.

1.  Salat Idul Fitri di Masjid yang Luas

 

Seperti halnya umat Muslim di negara lainnya, penduduk Muslim di Cina melakukan ibadah salat Id sebagai awal perayaan lebaran. Mereka akan memanfaatkan masjid atau area yang luas untuk beribadah bersama-sama.

Masjid Id Kah di Kashgar, Xinjiang, sebagai salah satu masjid terbesar di Cina biasanya sering dikunjungi umat Muslim Cina dari etnis Hui, untuk melaksanakan salat Id di tempat tersebut. Masjid ini sudah berdiri hampir 500 tahun lamanya.

2. Silaturahmi dan Makan Bersama

Setelah melaksanakan salat Id, maka umat Muslim Cina kemudian bersilaturahmi dengan sanak saudara dan tetangga, saling mengucapkan selamat hai raya Idul Fitri yang dilanjutkan dengan acara makan bersama.

Suasana kebersamaan dan keakarabaan sesama umat Muslim di Cina sangat terasa ketika lebaran. Pada saat lebaran, mereka memanfaatkan banyak waktu untuk bersama dengan keluarga. Ada yang menggelar acara makan bersama, ada juga yang menggelar pesta tari dan menyanyi dengan iringan musik.

3.  Ziarah Makam Leluhur

Sesuai silaturahmi dan makan bersama, maka kegiatan perayaan Idul Fitri dilanjutkan dengan mengunjungi makam leluhur. Selain makam leluhur, juga dikunjungi makam tokoh muslim setempat.

Penduduk Muslim Cina akan membersihkan makam leluhur mereka dan membacakan doa untuk pengampunan dosa bagi arwah keluarga mereka yang sudah meninggal.

Umat Muslim di China juga menyiapkan upacara khusus saat perayaan Idul Fitri sebagai bentuk penghormatan kepada ratusan umat Muslim yang gugur pada masa Dinasti Qing dan Revolusi Kebudayaan. Mereka berdoa untuk arwah umat Muslim yang meninggal pada masa tersebut.

4. Berpakaian Baju Khas Lebaran

Ketika lebaran tiba, maka umat Muslim di Cina mengenakan baju khas lebaran mereka, baik anak-anak maupun dewasa. Kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah yang berwarna putih, sedangkan kaum wanitanya menggunakan baju hangat dan kerudung setengah ditutup.

Baca juga : Ziarah Kubur dan Festival Gula Tradisi Rutin Penduduk Turki Saat Lebaran.

5.  Makanan Khas Lebaran

Seperti halnya di Indonesia, perayaan Idul Fitri di Cina menjadi kurang lengkap jika tidak ada makanan khas lebaran. Kalau di Indonesia ada makanan khas lebaran, yaitu ketupat, maka di Cina terdapat sebuah menu makanan sebagai hidangan wajib saat lebaran, yang dinamakan lamian atau mie tarik

Lamian merupakan mie buatan sendiri dengan ukuran yang sangat panjang. Mie ini biasanya disajikan bersama dengan sup daging sapi atau kambing. Lamian menjadi simbol panjang umur oleh penduduk Cina.

Penduduk Muslim Cina biasanya memiliki menu khas masing-masing sesuai dengan wilayah tempat tinggalnya. Misalnya, umat Muslim China di bagian utara, mereka lebih memilih menggunakan daging sapi sebagai bahan utama pada menu masakan yang bereka buat.

Sedangkan bagi umat Muslim China di bagian selatan, biasanya mereka lebih memilih bahan makanan laut dan juga bebek.

Demikian ulasan mengenai Melihat Uniknya Tradisi Menyambut Lebaran di Tiongkok Cina. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan