Melihat Tradisi Unik Menyambut Bulan Ramadhan di Brunei Darussalam

Amongguru.com. Melihat Tradisi Unik Menyambut Bulan Ramadhan di Brunei Darussalam.

Ramadhan selalu dinanti-nanti oleh umat muslim dari berbagai negara. Berbagai tradisi unik digelar sebagai bentuk suka cita menyambut datangnya bulan suci tersebut.

Beberapa negara akan menyelenggarakan tradisinya masing-masing untuk menyemarakkan suasana puasa Ramadhan. Tradisi ini hanya ada di bulan tersebut dan tidak akan ditemui pada bulan-bulan yang lain, .

Brunei Darussalam merupakan salah satu negara Islam di dunia yang memiliki keunikan tradisi sendiri dalam menyambut Ramadhan.

Melihat tradisi unik menyambut bulan Ramadhan di Brunei Darussalam akan menambah wawasan kita tentang bagaimana suasana Ramadhan di negara lain yang tidak kalah serunya dengan di Indonesia.

Melihat Tradisi Unik Menyambut Bulan Ramadhan di Brunei Darussalam

Brunei Darussalam sering dijuluki sebagai negaranya imigran, karena memang hampir setengah dari penduduk Brunei merupakan pendatang dari berbagai negara, baik sebagai pekerja, pelajar dan mahasiswa, maupun wisatawan.

Meskipun demikian, kuatnya prinsip agama Islam yang dianut oleh umat Muslim di sana, menjadikan Brunei sebagai negara yang kondusif dengan tingkat toleransi beragama yang tinggi.

Buka puasa di Brunei diistilahkan dengan sungkai, Tradisi sungkai ini diadakan di masjid-masjid dan tempat-tempat khusus untuk buka puasa bersama. Umat Muslim Brunei biasanya akan mengenakan pakaian Melayu dengan warna-warna yang cerah untuk menghadiri sungkai.

Makanan dan minuman telah disediakan oleh panitia dan juga penduduk setempat. Berbuka puasa akan ditandai dengan pemukulan bedug bersamaan dengan tiba waktu maghrib. Setelah berbuka puasa bersama, maka dilanjutkan dengan salat Tarawih berjamaah.

Selama Ramadhan, seluruh restoran di Brunei dilarang untuk buka dan melayani pelanggan pada waktu imsak hingga berbuka puasa. Pedagang juga dilarang untuk menjajakan makanan dan minuman di tempat-tempat umum.

Khusus untuk penduduk nonMuslim, diperbolehkan mengkonsumsi makanan dan minuman dalam bentuk kemasan pada tempat-tempat yang tidak terlihat dari jangkuan publik. Negara Brunei membuat aturan tegas terhadap umat Muslim yang didapati tidak berpuasa.

Seluruh bisnis restoran yang tutup di siang hari akan digantikan dengan gerai Ramadhan, yaitu warung tenda dan bazar yang berjejer di sepanjang jalan-jalan utama di Brunei. Hotel dan restoran juga banyak menawarkan paket khusus untuk berbuka bersama keluarga.

Berdasarkan Undang-undang yang berlaku, maka jika ada orang Muslim yang sudah wajib puasa diketahui tidak berpuasa, maka polisi Brunei akan menangkap dan memberikan sangsi serta hukuman.

Selain itu, penduduk Muslim yang tidak berpuasa tadi identitasnya akan diumumkan melalui siaran televisi. Inilah salah satu bentuk masih kuatnya negara Brunei dalam memegang teguh tradisi leluhur mereka, yaitu dengan “hidup bersendikan adat, adat bersendikan kitabullah”.

Selama bulan Ramadhan, Raja Brunei akan mengadakan jamuan khusus, baik kepada wisatawan maupun penduduk Muslim Brunei. Raja telah menyiapkan kurma istimewa yang diimpor dari Timur Tengah.

Kurma ini merupakan hadiah yang akan dibagikan kepada seluruh wisatawan dan umat Muslim di Brunei. Selain itu, pihak kerajaan Brunei juga menyiapkan berbagai kuliner yang disediakan secara gratis untuk berbuka puasa selama bulan Ramadhan.

Baca juga artikel terkait berikut.

Demikian ulasan mengenai Melihat Tradisi Unik Menyambut Bulan Ramadhan di Brunei Darussalam. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan