Melihat Keunikan Tradisi Menyambut Ramadhan Umat Muslim di Yordania

Melihat Keunikan Tradisi Menyambut Ramadhan Umat Muslim di Yordania

Amongguru.com. Yordania (Jordan) merupakan salah satu negara yang terletak di kawasan Timur Tengah benua Asia.

Negara dengan julukan “Al Mamlakah al Urduniyah al Hashimiyah” ini menganut sistem pemerintahan Monarki Konstitusional, dimana kepala negaranya merupakan seorang Raja sedangkan kepala pemerintahannya adalah Perdana Menteri

Negara-negara yang berbatasan dengan Yordania, antara lain Saudi Arabia di sebelah Timur dan Tenggara, Irak di sebelah Timur laut, Suriah disebelah Utara dan Israil di sebelah Baratnya.

Mayoritas Penduduk Yordania merupakan etnis Arab (sekitar 98%). Agama resmi Yordania adalah agama Islam, dimana sebanyak 97,2% penduduk Yordania memeluk agama Islam terutama Islam Sunni. Bahasa resmi yang digunakan untuk berkomunikasi Yordania adalah bahasa Arab.

Karena mayoritas penduduk Yordania adalah umat Muslim, maka suasana menyambut Ramadhan sangat terasa di sana. Di negara Yordania, penduduk Muslim berpuasa selama kurang lebih 16 jam lamanya.

Melihat keunikan tradisi menyambut Ramadhan umat Muslim di Yordania, maka sebenarnya hampir sama dengan tradisi penyambutan Ramadhan di beberapa negara Timur Tengah lainnya.

Berikut ini beberapa tradisi unik yang dilakukan umat Muslim Yordania dalam menyambut bulan Ramadhan.

1. Memasang dekorasi hiasan lampu

Pemasangan dekorasi hiasan lampu ini sudah menjadi tradisi umat Muslim di Yordania untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Sebelumnya, para penduduk Yordania akan saling mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa di berbagai penjuru kota.

Selain dipasang di rumah-rumah, hiasan warna lampu warna-warni tersebut juga dipasang disepanjang jalan, untuk menambah suasana Ramadhan menjadi lebih indah, terutama di malam hari.

Hal inilah yang membedakan malam Ramadhan di Yordania dengan malam di bulan-bulan biasa.

2. Melakukan ifthar (buka puasa bersama)

Seperti halnya di Indonesia, umat Muslim di Yordania juga memiliki budaya buka puasa bersama dengan keluarga, atau disebut ifthar. 

Kultur buka puasa tersebut dilakukan dalam bentuk saling mengunjungi anggota keluarga satu dengan yang lainnya.

Kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya dilakukan dengan sanak saudara saja, akan tetapi juga sering dilakukan dengan muslim lain untuk menjalin silaturahmi.

3. Menyantuni fakir miskin

Umat Muslim di Yordania memiliki kebiasaan menyantuni fakir miskin dan juga anak-anak yatim, setiap bulan suci Ramadhan tiba.

Mereka juga akan mengajak fakir miskin dan anak-anak yatim tersebut untuk berbuka puasa bersama.

Baca juga :

Selain itu, umat Muslim Yordania juga terbiasa membagikan makanan dan minuman untuk orang-orang miskin maupun para pejalan kaki di jalanan yang sedang macet menjelang berbuka.

4. Makanan khas berbuka puasa

Masing-masing negara memiliki makanan khas selama berpuasa. Makanan tersebut biasanya hanya ada di bulan Ramadhan dan tidak ditemukan pada bulan-bulan sebelumnya. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri selama Ramadhan.

Makanan favorit selama bulan puasa Ramadhan di Yordania adalah qatayef. Makanan ini biasanya dihidangkan pada saat berbuka dan juga sahur.

Qatayef adalah salah satu dessert yang sering disantap saat berbuka puasa di negara-negara Timur Tengah, termasuk Yordania.

Bentuknya mirip dengan pancake atau serabi, akan tetapi diberi isian dan dilipat dua jadi berbentuk setengah lingkaran seperti pastel. Setelah itu, qatayef digoreng atau dipanggang lalu disirami sirup.

Kulit qatayef dibuat dari adonan tepung terigu yang beraroma kayu manis dan dalamnya terdapat kacang kenari dan madu

 

Tinggalkan Balasan