Materi Fisika Tekanan Gas Dilengkapi Contoh dan Gambar

Amongguru.com. Materi Fisika Tekanan Gas Dilengkapi Contoh dan Gambar. 

Atmosfer telah diciptakan dengan sempurna untuk menjaga dari seluruh kemungkinan yang dapat merusak bumi. Meteor-meteor yang jatuh ke bumi akan terlebih dahulu hangus terbakar digesek oleh lapisan atmosfer.

Radiasi sinar ultraviolet yang berbahaya bagi kehidupan manusia dapat diserap oleh atmosfer sehingga kadarnya sampai ke bumi menjadi lebih sedikit.

Atmosfer atau udara memiliki tekanan, seperti halnya zat padat dan zat cair. Tekanan udara sangat mempengaruhi cuaca. Terjadinya angin merupakan salah satu hal yang disebabkan oleh perbedaan tekanan atmosfer pada dua daerah yang berdekatan. Angin bersifat meratakan udara.

Semakin besar perbedaan tekanan udaranyaa, maka akan semakin kencang angin yang berhembus, sehingga terjadi keseimbangan tekanan. Perbedaan tekanan tersebut dipicu oleh perbedaan suhu akibat pemanasan sinar matahari.

Tekanan atmosfer juga dapat menjaga keseimbangan tubuh manusia, karena didalam tubuh manusia juga terdapat tekanan. Inilah yang menyebabkan mengapa seorang pendaki gunung dapat keluar darah dari hidungnya apabila mendaki gunung yang sangat tinggi.

Ketinggian Tempat Mempengaruhi Tekanan Udara

Setiap zat memiliki berat, termasuk juga udara. Akan tetapi, berat udara sangatlah ringan dibandingkan zat-zat yang lain. Tekanan udara disebabkan oleh berat benda yang menekan lapisan atmosfer bagian bawah sampai pada ketinggian tertentu.

Tekanan udara dapat ibaratkan seperti tekanan zat cair. Semakin  dalam suatu zat cair maka akan semakin besar tekanannya, demikian halnya tekanan udara. Semakin rendah permukaan bumi, maka semakin besar tekanan udaranya. Sebaliknya, semakin tinggi permukaan bumi, akan semakin rendah tekanan udaranya.

Tekanan udara pada permukaan laut sama dengan satu atmosfer (1 atm = 76 cmHg). Setiap kenaikan 100 m, tekanan udara berkurang sebesar 1 cmHg.

Alat Ukur Tekanan Udara

  • Barometer Torricelli

Pada abad ke-17, seorang ilmuwan berkebangsaam Italia yang bernama Evangelista Torricelli (1608 – 1647) mencoba mengukur tekanan udara dan berhasil menciptakan alat pengukur tekanan yang disebut barometer. meskipun masih sangat sederhana.

Barometer memiliki banyak jenis, salah satunya adalah barometer Torricelli tersebut. Akan tetapi barometer Torricelli tersebut tidak praktis, sehingga jarang digunakan. Barometer Torricelli memiliki tinggi 1 meter dengan raksa yang sangat berbahaya jika terhisap masuk ke paru-paru.

  • Barometer Fortin

Para ahli kemudian membuat alat pengukur tekanan udara yang lebih praktis, salah satunya adalah barometer Fortin. Barometer Fortin atau barometer raksa pertama kali dibuat oleh Fisikawan Perancis bernama Nicolas Fortin.

Barometer Fortin dapat mengukur dengan teliti , karena dilengkapi dengan skala nonius atau sala vernier dengan tingkat ketelitian mencapai 0,01 mmHg. Meskipun demikian, barometer ini juga dianggap kurang praktis, karena masih cukup panjang seperti halnya barometer Torricelli sehingga menyulitkan untuk dibawa.

  • Barometer Logam

Materi Fisika Tekanan Gas Dilengkapi Contoh dan Gambar

Barometer logam disebut juga barometer aneroid. Barometer ini banyak dimanfaatkan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika untuk memperkirakan cuaca dan mengukur tekanan udaranya. Barometer logam lebih praktis untuk dibawa dan skalanya mudah terbaca karena berbentuk lingkaran.

Bagian utama dari barometer logam adalah sebuah kotak logam kecil yang berisi udara bertekanan rendah. Permukaan kotak dibuat bergelombang agar lebih mudah melentur di bagian tengahnya.

Apabila tekanan bertambah, bagian atas dan bagian kotak mengempis, sehingga menekan kotak logam yang berisi udara. Akibatnya tekanannya naik dan akan menggerakkan tuas untuk menarik rantai kiri, sehiingga jarum penunjuk barometer akan menyimpang ke kanan dengan menunjukkan angka tertentu.

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai Materi Fisika Tekanan Gas Dilengkapi Contoh dan Gambar. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan