Manfaat Kunyit (Kunir) Untuk Mengatasi Gangguan Perut dan Lambung

Manfaat Kunyit (Kunir) Untuk Mengatasi Gangguan Perut dan Lambung

Amongguru.com. Kunyit (kunir) merupakan salah satu tanaman rempah asli dari wilayah Asia Tenggara.

Tanaman tersebut kemudian mengalami penyebaran ke negara Malaysia, Indonesia, Australia, India, bahkan benua Afrika. Kunyit tergolong dalam kelompok jahe-jahean (Zingiberaceae).

Kunyit adalah salah satu rempah-rempah yang sering digunakan sebagai bumbu masak wajib di dapur. Kunyit menjadi pilihan untuk bumbu pelengkap dalam mengolah berbagai masakan, karena mampu menambah cita rasa dan aroma yang khas pada makanan.

Kunyit juga dapat dijadikan sebagai pewarna alami dalam masakan. Selain untuk bumbu dan pewarna alami masakan, ternyata kunyit atau kunir ini dapat dijadikan sebagai obat untuk mengatasi gangguan kesehatan.

Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat sebagai obat, yang disebut kurkuminoid. Kurkuminoid adalah senyawa yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin, dan bisdesmetoksikurkumin.

Kunyit juga mengandung minyak atsiri, glukosa, pati, arabinosa, dan beberapa mineral penting untuk tubuh.

Manfaat Kunyit Untuk Mengatasi Gangguan Perut dan Lambung

Kunyit dikenal sangat ampuh dalam mengatasi gangguan perut dan sistem pencernaan, terutama lambung.

Berikut ini beberapa manfaat kunyit (kunir) yang berkaitan dengan gangguan perut dan sistem pencernaan.

1. Membantu memperlancar sistem pencernaan

Kunyit berperan penting dalam membantu pelepasan empedu. Kunyit mampu menstimulasi kandung empedu untuk melepaskan empedu. Empedu berperan dalam penyerapan lemak dan vitamin larut lemak dalam usus kecil.

2. Mencegah terjadinya penumpukkan gas

Kunyit memiliki sifat menenangkan sistem pencernaan manusia dengan cara menyingkirkan penumpukkan gas.

Kunir juga mampu meningkatkan penyerapan usus dan mencegah Colitis, sebuah penyakit saluran pencernaan kronis.

Colitis dapat menyebabkan terjadinya sakit perut yang ditandai dengan adanya darah dalam tinda. Sebuah studi meunjukkan bahwa pasien Colitis ulserativa yang diberi kunyit secara teratur memiliki tingkat kambuh yang rendah.

3. Menjaga kesehatan lambung

Asupan makanan yang setiap saat kita konsumsi akan berpotensi pada rusaknya sistem pencernaan, khususnya lambung.

Makanan yang kita makan ada yang bersifat korosif (merusak jaringan), sehingga membahayakan dinding lambung. Kunyit membantu mengurangi kerusakan lambung dengan bertindak sebagai lapisan pelindung.

4. Mencegah sembelit

Kunyit membantu dalam gerak peristaltik pada usus besar sehingga gerak makanan menjadi lebih lancar, sehingga kita akan terbebas dari sembelit.

Sembelit atau dalam istilah medis disebut konstipasi dapat diartikan sebagai masalah susah buang air besar atau buang air besar yang tidak teratur.

Selain membantu mengatasi gangguan perut dan lambung, kunyit juga memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan tubuh lainnya, sebagai berikut.

1. Anti inflamasi

Kunyit mengandung minyak atsiri dan curcumin yang berfungsi sebagai anti inflamasi (peradangan).

Curcumin dianggal sebagai agen farmakologis utama dalam kunyit. Di dalam banyak penelitian, efek anti inflamasi curcumin telah terbukti sebanding dengan obat hydrocortisone dan fenilbutazo.

2. Penangkal radikal bebas

Curcumin dalam kunyit memberikan efek antioksidan yang kuat, sehingga mampu menetralkan radikal bebas.

Radikal bebas adalah bahan kimia yang dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan berbagai sel-sel sehat dan membran sel.

Curkumin dalam kunyit mampu meningkatkan aktivitas enzim antioksidan di dalam tubuh sendiri, sehingga memberikan perlawanan dan mampu membunuh radikal bebas.

3. Mencegah peradangan sendi kronis

Salah satu penyebab peradangan sendi adalah radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Kandungan kunyit yang dapat memberikan efek anti oksidan dan anti inflamasi akan menghasilkan perbaikan pada peradangan sendi kronis (Rheumatoid arthritis).

4. Mencegah berkembangnya sel kanker

Kandungan anti oksidan curcumin pada kunyit memungkinkan untuk melindungi sel-sel usus besr dari radikal bebas yang dapat merusak DNA, sehingga mencegah pembentukan sel-sel kanker.

Baca :

Curcumin juga membantu tubuh untuk menghancurkan sel-sel kanker, sehingga tidak sampai berkembang ke seluruh tubuh yang dapat mengakibatkan kerusakan lebih parah.

Mekanismenya adalah dengan menghambat sintesa proterin yang dianggap berperan dalam pembentukan sel kanker. Zat ini akan mencegah berkembangnya suplai darah tambahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel kanker.

5. Meningkatkan fungsi hati

Kunyit memiliki kemampuan untuk meningkatkan fungsi hati dalam mendetoksi bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh.

Selain bersifat anti oksidan yang tinggi, kunyit ternyata mampu meningkatkan sistem detoksifikasi tubuh.

6. Mencegah alzaimer

Di dalam beberapa studi diketahui bahwa curcumin sebagai konstituen aktif dalam kunyit ternyata dapat mencegah penyakit Alzaimer.  Caranya adalah dengan mengaktifkan gen yang mengkode produksi protein antioksidan.

Curcumin menyebabkan produksi bilirubin antioksidan menjadi lebih kuat, yang melindungi otak melawan oksidatif (radikal bebas) dan cidera.

7. Mencegah depresi

Depresi sangat berkaitan dengan menurunnya fungsi neurotropik yang diturunkan dari otak. Depresi juga diakibatkan karena penyusutan hippocampus, yaitu wilayah otak yang berperan dalam penyimpanan memori.

Kandungan kunyit memiliki fungsi untuk membantu proses neurotropik, sehingga memberikan efek anti depresi.

Tinggalkan Balasan