Macam-macam Gangguan dan Penyakit pada Sistem Saraf Manusia

Macam-macam Gangguan dan Penyakit pada Sistem Saraf Manusia

Amongguru.com. Sistem saraf manusia memiliki peran yang penting, khususnya dalam pengaturan dan pengendalian seluruh aktifitas tubuh setiap saat.

Sistem saraf berperan dalam penghantaran impuls (rangsangan) ke susunan saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), pemprosesan impuls, dan perintah untuk memberikan tanggapan rangsangan kepada otot dan kelenjar. Baca juga : Materi Sistem Saraf Manusia disertai Gambar.

Sebagai sebuah sistem, maka unsur-unsur pendukung mekanisme kerja saraf harus dapat berfungsi dengan baik. Apabila salah satu komponen dalam sistem saraf terganggu, maka akan menghambat mekanisme kerja dalam sistem saraf tersebut.

Terdapat banyak faktor yang menyebabkan kerusakan dari sistem saraf manusia. Faktor tersebut dapat berasal dari dalam diri manusia itu sendiri maupun dari luar. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan rusak atau berkurannya kerja sistem saraf manusia sebagai berikut.

  • Luka, sehingga sistem saraf menjadi rusak
  • Serangan virus dan bakteri pada otak
  • Kerusakan genetikan (akibat faktor genetis)
  • Penggunaan obat-obatan
  • Benturan dengan benda keras
  • Kelainan dan penyakit pada sistem saraf.

Pada postingan kali ini, akan saya bagikan informasi mengenai macam-macam gangguan dan penyakit pada sistem saraf manusia. Informasi ini penting untuk Anda agar dapat lebih mengetahui jenis-jenis penyakit yang dapat menyerang sistem saraf manusia, sehingga Anda dapat melakukan pencegahan lebih dini, sebelum terjangkit gangguan dan penyakit tersebut.

macam-macam gangguan dan penyakit pada sistem saraf manusia

Berikut ini macam-macam gangguan dan penyakit pada sistem saraf manusia. 

1.  Stroke

Stroke adalah penyakit pada otak akibat dari tersumbat atau pecahnya pembuluh darah pada otak. Penyempitan pembuluh darah adalah penyebab dari terjadinya penyakit ini. Penderita stroke memiliki wajah yang asimetri.

2. Hilang Ingatan (Amnesia)

Para penderita amnesia, akan mengalami kesulitan mengingat dan kebingungan. Penyakit ini dapat bersifat sementara sehingga ingatannya menjadi pulih, atau dapat juga permanen. Kondisi penderita amnesia tergantung dari parah atau tidaknya trauma otak. Trauma pada otak ini biasanya disebabkan oleh benturan atau kecelakaan.

3. Epilepsi 

Epilesi atau ayan adalah gangguan pada sistem saraf sehingga menyebabkan kejang (kontaksi keras pada otot tubuh). Kejang pada penderita epilepsi disebabkan aktivitas listrik yang tidak normal pada otak. Kejang ini akan disertai dengan busa dan dapat terjadi secara mendadak serta berulang-ulang. Banyak penyebab  dari epilepsi, diantaranya infeksi, cedera otak, dan juga tumor otak.

4. Neuritis
Neuritis adalah kelainan pada sistem saraf karena adanya tekanan, pukulan, keracunan, patah tulang serta kekurangan vitamin B komplek (B1, B6, B12). Penderita neuritis akan lebih sering mengalami kesemutan pada sekujur tubuhnyam terutama tangan dan kaki.

5. Parkinson
Parkinson merupakan penyakit pada sistem saraf yang disebabkan karena kekurangan neurotransmiter dopamine pada dasar ganglion. Ciri-ciri dari penderita Parkinson yang tampak jelas, antara lain tangan gemetaran waktu istirahat, susah bergerak, mata sulit berkedip, otot terasa kaku. Kondisi yang demikian menyebabkan kaki menjadi kaku saat bergerak dan berjalan.

6. Meningitis
Meningitis atau dikenal dengan radang selaput otak merupakan infeksi pada selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Gejala umum dari meningitis, antara lain badan demam, sakit kepala yang berlebihan, leher terasa kaku dan adanya ruam-ruam pada kulit. Meningitis dapat disebabkan oleh serangan virus atau bakteri. Meningitis akibat serangan bakteri akan jauh lebih serius, karena dapat menyebabkan kerusakan otak bahkan kematian.

7. Hidrosefalus
Hidrosefalus merupakan penyakit pada otak yang terjadi akibat penumpukan cairan di dalam otak, sehingga menyebabkan pembengkakan di dalam otak dan kepala tampak semakin membesar. Penumpukan ini menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak, sehingga akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pada pusat-pusat saraf vital.

8. Migrain

Migrain adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan rasa nyeri kepala berdenyut yang disertai mual dan muntah. Gangguan ini dapat terjadi akibat adanya aktivitas berlebih impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah di otak. Aktivitas tersebut mengakibatkan terjadinya pelebaran pembuluh darah otak dan juga peradangan. 

12. Radang Otak
Radang otak merupakan peradangan akut pada otak yang disebabkan oleh infeksi virus. Gejala radang otak, antara lain demam yang tinggi, sakit kepala, merasa ngantuk, dan sering bingung. Respon sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus ini justru dapat menyebabkan pembengkakan di otak. Akibatnya, semakin lama tidak ada ruang untuk berkembang dan otak akan mendorong tengkorak kepala, sehingg otak terluka dan meradang.

13. Tumor Otak

Tumor pada otak dapat disebabkan oleh pertumbuhan tak terkendali pada sel-sel di dalam jaringan otak. Terdapat dua jenis tumor pada otak. Tumor yang tumbuh langsung di otak disebut tumor otak primer, sedangkan tumor yang tumbuh di bagian lain dari tubuh dan menyebar hingga ke otak dinamakan tumor otak sekunder (metastatik).

14. Polio
Polio terjadi karena adanya infeksi virus polio pada bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini lebih sering menyerang pada anak-anak. Penderita folio dapat mengalami demam, kelumpuhan, dan sakit kepala yang berakhir pada hilangnya refleks. Polio dapat dicegah dengan imunisasi polio.

15. Alzheimer 
Alzhaimer atau kepikunan disebabkan oleh perubahan abnormal di otak, sehingga fungsi otak sebagaian besar hilang. Penderitan Alzheimer akan mengalami kepikunan, kebingungam, perubahan suasana hati dengan cepat, dan hilangnya kontrol terhadap kemampuan fisik dan mental.

Baca juga : Jenis-jenis dan Susunan Sel Saraf Manusia Berserta Mekanisme Kerjanya

Sekian postingan mengenai Macam-macam Gangguan dan Penyakit pada Sistem Saraf Manusia

Semoga informasi ini dapat menambah referensi bacaan Anda khususnya dalam mempelajari sistem saraf pada manusia.

 

Tinggalkan Balasan