Kulit Sebagai Alat Indra dan Organ Ekskresi Manusia, Bagian-bagian dan Fungsinya

Kulit Sebagai Alat Indra dan Organ Ekskresi Manusia, Bagian-bagian dan Fungsinya

Amongguru.com.  Kulit adalah bagian terluar dari tubuh manusia. Selain sebagai alat eksresi manusia, kulit juga berfungsi sebagai indra peraba.

Berat kulit diperkirakan sekitar 15 persen dari seluruh berat tubuh manusia. Luas kulit pada orang dewasa sekitar 1,5 m2. Tingkat keasaman kulit (pH) antara 5 sampai 6,5.

Fungsi utama dari kulit adalah untuk melindungi tubuh bagian dalam. Kulit menjadi pelindung tubuh dari zat kimia, patogen, sinar ultraviolet, dan juga gangguan fisik. Kulit juga memiliki nilai estetika tinggi dalam kehidupan manusia, karena dapat  mempengaruhi penampilan dan kepercayaan diri seseorang.

Beberapa lapisan penting kulit dari bagian terdalam sampai terluar yang berfungsi untuk melindungi tubuh, sebagai berikut.

  • Sel keratin, untuk melindungi kulit dari mikroba, zat kimia, dan panas.
  • Pigmen melanin, berfungsi melindungi kulit dari sinar ultraviolet.
  • Lipid, untuk mencegah evaporasi air dari permukaan kulit serta dehidrasi. Lipid yang dikeluarkan juga berfungsi untuk mencegah masuknya air melalui pori-pori kulit.
  • Sebum, yang berasal dari kelenjar sebase, berfungsi mencegah kulit dari kekeringan dan juga menghambat tumbuhnya patogen.

Selain sebagai pelindung tubuh, kulit juga memiliki beberapa fungsi penting lainnya sebagai berikut.

  • Menyerap material yang larut dalam lemak, misalnya vitamin A, D, E, dan K, obat-obatan, oksigen serta karbondioksida.
  • Tempat pembuangan zat sisa metabolisme, yaitu keringat.
  • Mengatur suhu tubuh (termoregulasi) dengan cara mengeluarkan keringat.
  • Tempat pembentukan vitamin D
  • Sebagai reseptor (penerima rangsang) dari luar, berupa panas, dingin, sentuhan, tekanan, dan nyeri

A. Bagian-bagian Kulit

Kulit tersusun atas tiga lapisan, yaitu lapisan luar (epidermis), lapisan dalam (dermis), dan jaringan ikat bawah kulit (hipodermis).

Kulit Sebagai Alat Indra dan Organ Ekskresi Manusia, Bagian-bagian dan Fungsinya
Kulit Sebagai Alat Indra dan Organ Ekskresi Manusia, Bagian-bagian dan Fungsinya

1. Lapisan Luar (Epidermis)

Epidermis merupakan lapisan terluar dari kulit. Epidermis terdiri dari lapisan-lapisan sel yang telah mati, dinamakan lapisan tanduk, berfungsi untuk melindungi kulit dari bakteri, iritasi, maupun pancaran sinar ultraviolet.

Lapisan epidermis  sebagai berikut.

  • Lapisan tanduk (stratum corneum); merupakan lapisan kulit paling luar dan tersusun atas sel-sel mati yang mudah mengelupas. Lapisan yang paling tebal terdapat pada pada telapak kaki dan paling tipis pada pelupuk mata, pipi, serta dahi.
  • Lapisan seperti butir (stratum granulosum) : merupakan lapisan yang menggandung sel-sel bergranula untuk menghambat pengeluaran air berlebihan.
  • Daerah rintangan (stratum lucidum) : merupakan lapisan berwarna terang dan hanya terlihat pada lapisan kulit yang tebal, misalnya telapak kaki dan telapak tangan.
  • Lapisan sel duri (stratum spinosum) : merupakan lapisan paling tebal pada epodermis, karena terdiri dari beberapa lapis sel yang berbentuk poligonal.
  • Lapisan sel basal (stratum germinativum) : merupakan lapisan yang selalu membelah, banyak terdapat pada sel melanosit yang menghasilkan pigmen melamin untuk penentuan warna kulit.

2.  Lapisan Dalam (Dermis)

Dermis merupakan lapisan kulit yang banyak mengandung kelenjar keringat, kelenjar minyak, kantong rambut, pembuluh darah, dan serabut saraf.

  • Kelenjar Keringat (Glandula Sudorifera)
    Kelenjar keringat berfungsi mengeluarkan keringat melalui saluran keringat yang bermuara di pori-pori kulit.
  • Kantong Rambut
    Kantong rambut merupakan tempat akar rambut dan batang rambut berdiri. Bagian ini dilengkapi dengan otot penegak rambut, sehingga rambut dapat berdiri tegak, misalnya pada saat cuaca dingin.
  • Kelenjar Minyak (Glandula Sebasea)
    Kelenjar minyak berfungsi menghasilkan minyak (sebum) yang berfungsi untuk melumasi kulit agar tidak kering.
  • Pembuluh Kapiler Darah
    Pembuluh kapiler darah berfungsi untuk mengedarkan sarisari makanan untuk pertumbuhan rambut dan sel-sel kulit.
  • Ujung-Ujung Saraf Penerima Rangsang
    Ujung-ujung saraf penerima rangsang pada kulit dapat menerima rangsang berupa tekanan (pacini), panas (ruffini), dingin (krause), dan sentuhan (meissener)

Lihat juga : Gambar ujung-ujung syaraf penerima rangsang pada kulit.

3. Jaringan Ikat Bawah Kulit (Hipodermis)

Lapisan hipodermis merupakan lapisan paling bawah dari kulit yang banyak mengandung lemak.Lemak ini berfungsi sebagai cadangan makanan,, untuk menahan panas tubuh, dan melindungi bagian dalam tubuh dari gangguan fisik luar, contohnya benturan.

B.  Kulit Sebagai Alat Ekskresi

Di dalam kulit terdapat kelenjar keringat, sebagai media keluarnya zat sisa metabolisme, yaitu keringat.

Kandungan zat pada keringat, seperti urea, asam urat, amonia, dan garam akan dikeluarkan melalui pori-pori kulit. Setiap hari terdapat kurang lebih 400 mL air dapat menguap melalui kelenjar keringat kita.

Seseorang yang bekerja di ruangan terbuka, akan lebih banyak mengeluarkan kelenjar keringat dibandingkan orang yang bekerja pada ruangan.

Terdapat dua macam kelenjar keringat yang diproduksi oleh tubuh, yaitu kelenjar kerngat apokrin dan kelenjar keringan merokrin. Kelenjar keringat apokrin terdapat di daerah sekitar payudara, aksila, dan pubis. Kelenjar ini akan aktif pada masa pubertas (remaja) dengan ciri keringat kental, berbau khas.

Daerah kelenjar keringat merokrin adalah telapak tangan dan kaki. Sekretnya mengandung air, nutrisi organik, elektrolik, dan sisa-sisa metabolisme.

Fungsi kelenjar merokrin, yaitu mengatur termperatur permukaan kulit, mengekskresikan air dan elektrolit, serta melindungi kulit dari agen asing yang akan masuk ke kulit.

C. Gangguan pada Kulit

Berikut ini adalah beberapa gangguan pada kulit.

1. Jerawat

Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang disebabkan karena ada gangguan pada bagian kelenjar kulit. Kelenjar kulit terhubung secara langsung dengan bagian pori-pori kulit. Kelenjar minyak yang ada di bagian bawah kulit dapat terkena infeksi dari kotoran luar yang masuk lewat pori-pori, sel-sel kulit mati dan bakteri atau virus, sehingga terbentuk jerawat.

2. Panu

Panu termasuk dalam penyakit kulit yang disebabkan karena infeksi jamur yang menyerang pada bagian pigmen kulit. Infeksi panu yang terjadi menyebabkan bercak putih yang akan terlihat karena berbeda dengan bagian kulit yang lain.

3. Eksim

Eksim ditunjukkan dengan benjolan kecil yang akan berkembang menjadi ruam. Pada tahap yang lebih parah, maka eksim bisa menyebabkan infeksi.  Pemicu eksim biasanya karena reaksi alergi, tekanan, dan juga stress. Infeksi bakteri tertentu akan menyebabkan eksim menjadi bertambah parah.

4. Herpes

Herpes adalah jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh virus varisella. Herpes dapat menyebabkan kulit menjadi ruam dan terasa perih serta gatal. Penyakit ini sangat mengganggu, karena biasanya menyebabkan sakit dan demam pada penderitanya.

5. Kudis

Kudis adalah jenis penyakit kulit yang disebabkan karena serangan tungau atau kutu kecil. Jenis kutu kecil ini sering disebut dengan istilah sarcoptes scabiei. Penyakit kudis akan menyebabkan bercak kemerahan pada bagian kulit tertentu.

Baca juga :

Demikian ulasan tentang Kulit Sebagai Alat Indra dan Organ Ekskresi Manusia, Bagian-bagian dan Fungsinya. Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan