Keppres Nomor 316 Tahun 1959 tentang Penetapan Hari Sumpah Pemuda

Keppres Nomor 316 Tahun 1959 tentang Penetapan Hari Sumpah Pemuda

Amongguru.com. Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober ditetapkan melalui Keputusan Presiden Keppres Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional Yang Bukan Hari Libur tertanggal 16 Desember 1959.

Di dalam Keppres Nomor 316 Tahun 1959 Pasal 1 disebutkan bahwa salah satu Hari Nasional yang bukan hari libur tersebut adalah Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

Penetapan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Keppres Nomor 316 Tahun 1959 dapat dilihat dan di unduh di sini.

Sejarah Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 berawal dari para tokoh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) dan beberapa cendikiawan yang mengemukakan berbagai idenya mengenai cara menyatukan seluruh organisai berbagi pemuda yang ada di Indonesia.

Ikrar Sumpah Pemuda kemudian tercetus dari Kongres Pemuda II yang diselenggarakan tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta).

Rumusan Sumpah Pemuda dibacakan oleh Soegondo Djojopuspito selaku Ketua Kongres Pemuda II dengan didampingi Muhammad Yamin yang mencetuskan rumusan tersebut.

Sumpah Pemuda menjadi salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar Sumpah Pemuda dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Baca : Sejarah Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Isi, dan Maknanya

Isi Rumusan Sumpah Pemuda

Berikut ini adalah isi dari Sumpah Pemuda tersebut.

Pertama : Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kedua : Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa indonesia

Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia

Makna Lahirnya Sumpah Pemuda

Sejarah lahirnya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 merupakan peristiwa yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Ikrar Sumpah Pemuda yang dibacakan pada Kongres Pemuda II dan dihadiri kaum muda lintas suku, agama, dan daerah telah melahirkan semangat persatuan, sehingga 17 tahun kemudian melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.

Berikut ini adalah beberapa makna dari lahirnya Sumpah Pemuda.

1. Menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia

Setiap kalimat isi Sumpah Pemuda menunjukkan secara jelas kebanggaan para pemuda menjadi bangsa Indonesia.

Generasi muda Indonesia seharusnya meneladani hal tersebut untuk selalu bangga menjadi bangsa Indonesia dan mencintai tanah air dengan beragam budaya yang perlu dilestarikan.

2. Ajakan menjaga keutuhan bangsa Indonesia

Makna Sumpah Pemuda harus ditanamkan kepada generasi muda untuk menumbuhkan rasa nasionalisme sebagai upaya menjaga keutuhan bangsa.

Perkembangan teknologi saat ini sangat memengaruhi cara berpikir generasi muda. Hanya dengan semangat nasionalisme yang tinggi, generasi muda dapat terus menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah derasnya arus informasi dan teknologi

3. Mendorong semangat juang generasi muda

Semangat para kaum muda dalam mencetuskan Sumpah Pemuda dapat menjadi energi positif bagi generasi berikutnya.

Semangat tersebut dapat menjadi contoh bagi generasi muda sekarang untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa Indonesia.

4. Meningkatkan rasa cinta tanah air

Sumpah Pemuda sebagai penyumbang gerakan kemerdekaan merupakan cerminan rasa cinta kaum muda pada bangsa Indonesia.

Tindakan yang nyata dan tulus untuk menyatukan organisasi pemuda melalui Kongres Pemuda ini merupakan wujud rasa cinta kepada tanah air, termasuk pula mencintai keragaman budaya, agama, dan daerah.

5. Menekankan rasa bangga akan bahasa Indonesia

Sumpah Pemuda telah menegaskan bahwa generasi muda harus bangga terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa.

Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang telah tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 36.

Tinggalkan Balasan