Kenali Penyakit Rubella, Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

Kenali Penyakit Rubella, Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

Amongguru.com. Rubella atau campak Jerman adalah infeksi dari virus Rubella yang ditandai dengan ruam-ruam merah pada kulit. Penyakit ini pada umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Disebut sebagai campak Jerman karena dokter yang meneliti penyebaran virus tersebut berasal dari Jerman yang hidup pada abad ke-18.

Penyakit rubella memiliki sebutan yang cukup banyak, antara lain rubella, measles rubella, measles dan campak tiga hari. Penyakit ini hanya terjadi sekali seumur hidup,khususnya bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin rubella dan campak.

Virus rubella biasanya ditularkan melalu saluran pernapasan dan juga kelenjar getah bening.  Penularan dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin.

Selain itu, berbagi makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella.  Virus rubella akan ditemukan di dalam darah selama kurang lebih satu minggu setelah infeksi dan menyebar ke seluruh tubuh.

Kenali Penyakit Rubella, Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya
Kenali Penyakit Rubella, Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

A. Gejala Penyakit Rubella

Rubella memang sering dikaitkan dengan cacar air karena memiliki tampilan gejala yang hampir sama,yaitu munculnya ruam merah pada kulit. Ruam berwarna merah ini karena adanya pembengkakan yang terjadi pada getah bening.

Penyakit rubella yang terjadi pada anak-anak memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan pada orang dewasa, bahkan dalam beberapa kasus tidak ada gejalanya sama sekali. Meskipun demikian, penyakit ini tetao perlu diwaspadai mengingat dampak burunya pada kesehatan.

Berikut ini adalah beberapa gejala umum dari penyakit rubella.

  1. Suhu tubuh naik secara drastis, sehingga penderita akan mengalami demam tinggi.
  2. Kepala sakit dan pusing
  3. Mata memerah
  4. Mengalami pilek atau hidung tersumbat
  5. Mengalami nyeri sendi
  6. Muncul ruam-ruam merah pada wajah yang menyebar ke seluruh tubuh
  7. Mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar belakang kepala dan telinga
  8. Napsu makan berkurang
  9. Mengalami kongjungtivis (infeksi pada bola mata dan kelopak mata

Gejala yang dialami penderita rubella satu dengan lainnya berbeda-beda, sehingga waktu sembuh dari masing-masing penderita juga berbeda. Ada yang gejala tersebut dapat hilang hanya dalam beberapa hari, dan ada juga yang lebih lama.

Ruam-ruam merah pada seluruh tubuh sebagai gejala Rubella

Diagnosa menjadi langkah penting untuk mendeteksi suatu penyakit. Melalui diagnosa yang tepat, maka penanganan terhadap penyakit yang diderita juga akan lebih cepat dan tepat. Secara umum pemeriksaan virus rubella ini dapat dilakukan dengan menggunakan kultur tenggorokan dan juga tes darah.

Sedangkan pada ibu hamil, pemeriksaan rubella dapat dilakukan dengan melakukan sejumlah tes prenatal dan tes darah. Lebih lanjut, ibu hamil disarankan untuk melakukan tes USG ataupun Amniosentesis, yaitu prosedur pengambilan dan juga analisis sampel cairan ketuban untuk mendeteksi adanya kelainan pada janin.

B. Pencegahan Penyakit Rubella

Penyakit rubella tidak membutuhkan penanganan medis secara khusus, karena pengobatannya dapat dilakukan secara mudah dan sederhana. Akan tetapi, tujuannya adalah untuk meringankan gejala, tidak untuk mempercepat penyembuhan rubella.

Berikut ini sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala rubella.

  • Beristirahatlah yang cukup
  • Minum air putih yang banyak untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengkonsumsi obat pengurag nyeri sendi dan demam.
  • Minum air hangat bercampur madu dan lemon untuk meredakan sakit tenggorokan dan pilek.
  • Mengaja kebersihan diri dan lingkungan, misalnya selalu mencuci tangan sebelum makan, setelah bepergian, atau jika terjadi kontak dengan penderita

Pencegahan rubella yang paling efektif adalah dengan vaksinasi, khususnya untuk wanita yang berencana untuk hamil.  Sejak adanya program vaksinasi,maka jumlah kasus rubella yang tercatat berkurang secara signifikan.

Pemerintah sendiri sedang menggalakkan pemberian vaksin campak atau vaksin MR (Measles dan Rubella). Vaksin MR ini memberikan perlindungan terhadap penyakit campak dan juga rubella.

Pemberian vaksin MR direkomendasikan pada anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun. Vaksin diberikan melalui suntikan pada jaringan lemak (subkutan) lengan atas. Vaksin MR ini diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak duduk di bangku kelas 1 SD (usia 6 tahun).

Orang dewasa dan anak-anak yang hanya mendapatkan satu kali suntikan vaksin MMR, dapat mendapatkan vaksin MR pada usia berapa pun. Apabila Anak sudah pernah mendapat vaksin MMR, vaksin MR ini juga boleh diberikan.

Wanita yang merencanakan kehamilan juga dianjurkan memeriksakan diri melalui tes darah. Jika hasil tes menunjukkan bahwa seorang wanita belum memiliki kekebalan terhadap rubella, dokter biasanya menganjurkan untuk menerima vaksin MR. Setelah itu, harus menunggu minimal 4 minggu untuk hamil. Vaksinasi tidak boleh dilakukan pada saat sedang hamil.

C. Bahaya Campak Rumbella pada Ibu Hamil

Apabila seorang wanita hamil tidak memiliki kekebalan terhadap virus rubella, akan beresiko menularkan penyakit tersebut kepada anaknya yang belum lahir.

Virus rubella dapat menyebabkan sejumlah cacat lahir yang dikenal sebagai congenital rubella syndrom (CRS) atau sindrom rubella bawaan. Cacat lahir ini dapat berupa cacat mental, katarak, tuli, ketidaknormalan jantung atau penyakit jantung kongenital, dan pertumbuhan janin lebih lambat dari janin normal.

Risiko bayi yang terkena CRS dan keparahan dari cacat lahir tergantung pada usia kehamilan ketika ibu terkena rubella.

  • Jika ibu terkena infeksi rubella pada usia kehamilan menginjak 11 minggu, risiko CRS adalah sebesar 90 persen
  • Jika ibu terkena infeksi rubella pada usia kehamilan antara minggu ke 11-16, risiko CRS adalah sebesar 10-20 persen
  • Jika ibu terkena infeksi rubella pada usia kehamilan antara minggu ke 16-20, risiko CRS minimal yaitu tuli
  • Jika ibu terkena infeksi rubella pada usia kehamilan di atas minggu ke-20, tidak ada peningkatan risiko CRS.

Baca juga : Kenali Gejala Campak pada Bayi, Penyebab, dan Cara Pencegahannya.

Demikian ulasan mengenai Kenali Penyakit Rubella, Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan