Kenali Bakteri Penyebar Wabah Penyakit Difteri Corynebacterium Diptheriae

Kenali Bakteri Penyebar Wabah Penyakit Difteri Corynebacterium Diptheriae

Amongguru.com.  Difteri adalah penyakit berbahaya yang dapat berujung pada kematian apabila tidak dilakukan penanganan secara tepat dan cepat. Difteri disebabkan oleh infeksi dari bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang bagian selaput lendir (mucus) pada tenggorokan dan hidung. Bahkan dalam kondisi tertentu, bakteri difteri ini dapat menyerang lapisan kulit.

Pada umumnya difteri lebih banyak menyerang anak-anak pada rentang usia 1 sampai 9 tahun, akan tetapi ada beberapa kasus difteri yang terjadi pada remaja dan juga orang dewasa.

Bakteri difteri berasal dari kelompok bakteri gram positif yang sifatnya sangat mudah menyebar. Karena sifatnya yang mudah menyebar tersebut, maka bakteri ini dapat menjadi wabah pada suatu wilayah tertentu.

Karakteristik seseorang yang terjangkit bakteri difteri dapat dilihat dari terbentuknya lapisan berwarna abu-abu pada tenggorokan dan amandel. Lapisan ini dalam istilah medis dinamakan pseudomembran. Lapisan berwarna abu-abu tersebut adalah tumpukan sel-sel mati akibat dari racun yang dihasilkan oleh bakteri difteri.

Kenali Bakteri Penyebar Wabah Penyakit Difteri Corynebacterium Diptheriae

Ciri-ciri Morfologi Corynebacterium diphtheriae

Secara morfologi, Corynebacterium diphtheriae berbentuk batang dengan panjang antara 1 sampai 8 μm dan diameter 0,5 sampai dengan 1 μm. Bakteri ini tidak memiliki kapsul, tidak berspora, dan tidak dapat bergerak (nonmotil).

Koloni dari Corynebacterium diphtheriae saling menyambung satu dengan yang lainnya dan tampak berbentuk seperti aksara Cina jika di dilihat di bawah mikroskop.

Klasifikasi Corynebacterium Diptheriae adalah sebagai berikut.

  • Kingdom : Bacteria
  • Filum : Actinobacteria
  • Ordo : Actinomycetales
  • Familia : Corynebacteriaceae
  • Genus : Corynebacterium
  • Spesies: Corynebacteriumdiphtheriae

Proses Infeksi Corynebacterium Diptheriae

Infeksi bakteri difteri dimulai dari menyerang selaput lendir pada hidung dan juga tenggorokan. Selanjutnya Corynebacterium diphtheriae akan memproduksi zat racun bernama exotoxin. Racun ini tersebar lewat aliran darah dan dapat merusak organ vital pada tubuh, seperti ginjal, jantung, jaringan saraf, dan otak.

Bakteri difteri sangat mudah menular melalui cairan yang dikeluarkan penderita pada saat bersin atau batuk. Difteri juga dapat menular melalui barang-barang bekas pakai penderita. Selain itu, difteri juga dapat ditularkan melalui sentuhan langsung pada luka yang terinfeksi bakteri difteri..

Hal yang perlu diketahui bahwa satu molekul racun exotoxin mampu membunuh satu sel sehat manusia dan satu bakteri difteri mampu menghasilkan 5.000 molekul exotoxin dalam setiap jam.

Masa inkubasi bakteri difteri terjadi antara dua sampai dengan lima hari. Masa inkubasi merupajan rentang waktu antara bakteri masuk menginfeksi tubuh hingga mulai dirasakan gejala-gejala penyakit. Apabila bakteri difteri masuk ke dalam tubuh Anda, maka Anda tidak akan merasakan gejala apa pun hingga dua sampai lima hari hari ke depan.

Ciri-ciri Terkena Infeksi Bakteri Difteri

Bakteri difteri memiliki kemampuan memproduksi racun yang dapat terbawa ke aliran darah dan tersebar ke berbagai organ di dalam tubuh. Apabila seseorang terinfeksi bakteri difteri, maka akan menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut.

  1. Mengalami radang tenggorokan.
  2. Muncul lapisan berwarna putih hingga abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
  3. Suhu badan tinggi atau demam disertai menggigil.
  4. Sakit saat menelan makanan maupun pada saat berbicara.
  5. Suara menjadi serak sehingga tidak jelas.
  6. Detak jantung menjadi meningkat

Dampak paling berbahaya adalah ketika racun yang dibawa bakteri difteri ini masuk ke dalam jantung dan sistem pernapasan manusia. Jika racun difteri sudah masuk ke jantung,  maka akan dapat merusak otot-otot jantung, sehingga penderita akan mengalami gagal jantung yang berujung pada kematian.

Apabila racun difteri masuk ke dalam tenggorokan, maka akan dengan segera merusak saraf pada sistem pernapasan. Penderita akan mengalami kesulitan bernapas, hingga sampai pada kondisi gagal napas yang dapat menyebabkan kematian.

Apabila bakteri difteri menyerang pada kulit, maka akan menyebabkan borok di kulit yang dapat menyebabkan kulit menjadi bolong.

Demikian ulasan mengenai Kenali Bakteri Penyebar Wabah Penyakit Difteri Corynebacterium Diptheriae. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan