Kandungan Zat pada Dumolid dan Efek Penggunaan Jangka Panjang

Kandungan Zat pada Dumolid dan Efek Penggunaan Jangka Panjang

Amongguru.com. Apabila mendengar kata dumolid, maka ingatan kita akan kembali pada peristiwa penangkapan pasangan artis Tora Sudiro dan Mieke Amalia pada hari Kamis (3/8/2017) kemarin.

Kejadian tentang penangkapan Tora Sudiro dan Mieke Amalia tersebut cukup mengejutkan, karena sebelumnya kehidupan pasangan artis ini terlihat wajar dan baik-baik saja.

Barang bukti sebanyak 30 butir dumolid telah berhasil diamankan oleh Polres Jakarta Selatan dari  rumah Tora Sudiro.

Kesulitan tidur menjadi alasan Tora Sudiro dan Mieke Amalia mengkonsumsi dumolid tersebut. Tora juga menjelaskan bahwa dirinya dan istri tidak tahu sama sekali kalau dumolid termasuk obat penenang yang dilarang peredarannya.

Penyalahgunaan terhadap obat penenang ini sebenarnya sudah cukup lama terjadi di masyarakat. Pada era 70 sampai 90an, dumolid banyak disalahgunakan oleh banyak remaja waktu itu.

Pada tahun-tahun tersebut, dumolid yang awalnya sebagai obat resmi dan dijual bebas di apotik sebagai obat insomnia telah banyak disalahgunakan pemakainnya. Melihat penyalahgunaan ini, pemerintah akhirnya menghentikan peredaran dumolid dan juga menghentikan produksinya.

Kandungan Zat pada Dumolid dan Efek Penggunaan Jangka Panjang

Pada postingan kali ini, marilah kita bersama-sama untuk mengetahui Kandungan Zat pada Dumolid dan Efek Penggunaan Jangka Panjang.

Dumolid tergolong obat penenang yang cukup berbahaya, karena jika dikonsumsi dalam jumlah melebihi dosis, efek jangka panjangnya akan menimbulkan kecanduan bagi pemakai. Informasi ini penting untuk kita lebih memahami tentang bahaya dumolid tersebut.

Penyalahgunaan obat-obatan yang bukan murni golongan narkotika, seperti halnya dulmolid, saat ini menjadi marak seiring gencarnya pemerintah dalam memberantas narkoba di Indonesia.

Menurut dr. Andri, SpKj, seorang psikiater Klinik Psikomatik Rumah Sakit OMNI Alam Sutra, yang dikutip dari detikHealth, biasanya orang menggunakan dumolid untuk mendapatkan perasaan yang tenang, santai, dan percaya diri.

Lebih lanjut, dr. Andri menjelaskan bahwa pada dasarnya dumolid hanya digunakan untuk mengatasi gangguan depresi pada pasien yang mengalami kesulitan tidur (insomnia).

Dosis penggunaannya membutuhkan satu kali dalam sehari, di waktu malam hari. Apabila pemakaiannya melebihi tiga kali dalam satu hari, maka akan terjadi penyalahgunaan.

Menurut dr. Andri, konsumsi dumolid normalnya digunakan pada waktu malam hari, yaitu saat akan tidur. Tetapi jika digunakan pada siang hari, menjadi tidak sesuai dengan indikasi sehingga akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

  • Kandungan Kimia Dumolid

Dumolid dikonsumsi untuk memperoleh efek konsentrasi yang tinggi dan relaksasi. Dumolid sendiri berbentuk tablet dengan dosis 5 mg dan 10 mg.

Sebenarnya dumolid ini merupakan nama merek paten obat generik, sedangkan kandungannya adalah nitrazepam, yang termasuk dalam kelas obat penenang (benzodiazepin).

Nitrasepam tergolong psikotropika golongan IV, artinya untuk mengkonsumsi obat ini harus dengan resep dari dokter untuk menghindari penyalahgunaan.

  • Efek Penggunaan Dumolid

Di dalam https://mediskus.com/dumolid, disebutkan bahwa efek yang ditimbulkan ketika mengonsumsi nitrazepam 5 mg adalah perasaan tenang dan relaksasi secara fisik dan mental, serta dapat mengakibatkan efek ketergantungan pada yang sering menggunakannya.

Nitrazepam bekerja pada reseptor di otak yang dinamakan reseptor GABA.  GABA adalah neurotransmiter yang membuat efek menenangkan secara alami.

Neurotransmitter merupakan bahan kimia yang tersimpan di sel saraf otak dan sistem saraf yang bertugas untuk mentransmisikan pesan antar sel saraf.

Penggunaan dumolid dalam jangka panjang, selain menimbulkan efek menyenangkan juga akan membuat pemakainya mengalami kecanduan.

Apabila pemakai sudah mengalami kecanduan, maka jika penggunaan dumolid ini dihentikan, pemakai tersebut akan mengalami withdrawall effect atau gejala putus obat, dengan ciri menggigil seperti kedingingan.

Ketergantungan terhadap obat ini biasanya akan muncul antara 4 sampai 6 minggu setelah penggunaan pertama.

Penggunaan dulmolid harus melalui resep dokter, karena seperti halnya obat penenang yang lain, penggunaan dumolid yang berlebihan justru akan menimbulkan kecemasan dan depresi.

Semakin banyak kita mengkonsumsi obat penenang, maka akan semakin besar tingkat kecemasan kita.

Mengapa? Karena tubuh sudah terbiasa berdaptasi dengan obat tersebut, sehingga tingkat kecemasan yang tadinya dapat diatasi kemudian menjadi berlipat ganda dan beresiko terjadinya depresi.

Gejala sakau (kecanduan) pada dumolid disebut-sebut lebih berbahaya daripada gejala sakau pada pemakaian heroin. Menghentikan pemakaian dumolid secara tiba-tiba pada pecandu akan beresiko halusinasi, kejang, serangan jantung, dan stroke.

Pemakaian dumolid yang dicampur dengan alkohol atau obat-obatan lain sangat berefek pada koma dan bahkan kematian.

Rehabilitasi yang tepat serta dukungan dari keluarga akan dapat menyembuhkan pecandu obat-obatan terlarang, seperti hanya dumolid.

Silahkan Anda baca juga : Jenis-jenis Zat Adiktif dan Psikotropika Serta Dampaknya terhadap Tubuh.

Sekian ulasan mengenai Kandungan Zat pada Dumolid dan Efek Penggunaan Jangka Panjang.

Semoga informasi tentang Kandungan Zat pada Dumolid dan Efek Penggunaan Jangka Panjang ini dapat menjadi referensi Anda untuk lebih mengenal obat terlarang tersebut dan yang paling penting adalah upaya menghindari konsumsi obat-obatan terlarang, seperti dumolid.

 

Tinggalkan Balasan