Jepang dan Tradisi Uniknya dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Jepang dan Tradisi Uniknya dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Amongguru.com. Jepang adalah sebuah negara Kepulauan yang terletak di Benua Asia bagian Timur (Asia Timur). Jepang merupakan salah satu negara kepualaun dengan sekitar 6.852 pulau besar maupun kecil.

Pulau-pulau utama Jepang, antara lain Pulau Hokkaido, Pulau Honshu, Pulau Shikoku, dan Pulau Kyushu. Jepang juga merupakan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia, yaitu sekitar 29.751 km2.

Jepang saat ini menjadi negara yang memiliki tingkat ekonomi terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat dan Tiongkok (Cina).

Negara Jepang mendapatkan julikan dengan nama negara “Matahari Terbit”. Negara ini menganut sistem pemerintahaan Monarki Konstitusional, yaitu sistem pemerintahan yang kepala negaranya adalah seorang seorang Kaisar dan kepala pemerintahannya dipimpin oleh seorang Perdana Menteri.

Pembagian administratif daerah di Jepang menggunakan istilah Prefektur, yang hampir sama dengan Provinsi. Masing-masing Prefektur dikepalai oleh seorang Gubernur.

Jepang merupakan negara dengan Islam sebagai agama yang minoritas. Meskipun demikian, suasana menjelang Ramadhan akan tetap terasa di beberapa sudut wilayah Jepang yang penduduknya Muslim.

Agama Islam masuk ke negara Jepang pada sekitar abad ke-14 dengan dibawa oleh para pedagang Arab dan Cina.

Umat Muslim di Jepang mencapai lebih dari 100 ribu orang dengan jumlah masjid yang tersebar ada sekitar 40 buah masjid.

Masjid-masjid ini dimanfaatkan oleh penduduk Muslim Jepang untuk beribadah dan aktivitas keagamaan lainnya.

Masjid pertama yang didirikan di Jepang adalah masjid Kobe, dibangun di tahun 1935. Selanjutnya pada tahun 1938, dibangun kembali masjid yang diberi nama Masjid Tokyo Camii.

Masjid memiliki peran besar dalam kehidupan umat Muslim Jepang, karena masjid memudahkan mereka dalam melaksanakan ibadah.

Durasi waktu puasa di Jepang kurang lebih 16 jam. Perubahan musim di Jepang terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim di Jepang dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, misalnya perubahan musim dingin ke musim panas atau sebaliknya.

Jepang dan Tradisi Uniknya dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan Di Jepang

Seperti halnya tradisi umat Muslim di negara lainnya, maka penduduk Muslim Jepang juga memiliki tradisi unik dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Salah satunya adalah pembentukan panitia Ramadhan di Islamic Centre Jepang.

Panitia tersebut akan menyusun seluruh rencana kegiatan selama bulan puasa Ramadhan. Kegiatan tersebut meliputi dialog agama, majelis taklim, jadwal salat Tarawih berjamaah, dan penerbitan buku-buku Islami.

Gedung Islamic Center Jepang

Panitia juga akan membagikan jadwal puasa Ramadhan ke rumah-rumah penduduk Muslim, masjid-masjid, dan restoran halal yang menyediakan menu berbuka dan sahur.

Masjid-masjid di Jepang juga sering mengadakan acara, seperti buka bersama dan pengajian selama bulan Ramadhan.

Masjid-masjid seperti yang terletak di Nagoya dan Gifu akan banyak didatangi orang yang ingin beribadah di bulan suci tersebut.

Salah satu masjid yang selalu ramai kunjungi selama bulan Ramadhan adalah masjid Tokyo Camii di Yoyogi Uehara, Jepang.

Baca juga :

Masjid Tokyo Camii ini merupakan masjid terbesar di Jepang yang dibangun pada tahun 1938 oleh komunitas Islam Turki. Budaya Turki juga dapat dipelajari pada masjid tersebut.

Di masjid Toro Camii, pengurus masjid Tokyo Camii secara rutin menggelar buka puasa bersama dan sholat tarawih berjamaah.

Kegiatan buka puasa di Tokyo Camii tersedia untuk Muslim dan juga non Muslim yang ingin mengenal Islam lebih dalam di sana.

Tinggalkan Balasan