Jenis-jenis Pencemaran dan Dampaknya Terhadap Lingkungan

Amongguru.com. Jenis-jenis Pencemaran dan Dampaknya Terhadap Lingkungan.

Pencemaran secara sederhana dapat diartikan sebagai masuknya zat asing ke dalam lingkungan yang mengakibatkan keadaan lingkungan menjadi tidak normal seperti semula. Akibat pencemaran akan dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Pencemaran dapat terjadi karena ulah manusia atau proses alam. Bahan atau zat yang dapat mengakibatkan pencemaran atau polusi dinamakan polutan.

Pencemaran lingkungan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu pencemaran udara, pencemaran air, dan pencemaran tanah. Pengelompokkan jenis pencemaran lingkungan ini didasarkan pada bahan yang mencemari.

  • Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah masuknya polutan ke dalam udara, sehingga komposisi udara pada keadaan normalnya berubah. Komposisi udara kering dan bersih adalah Nitrogen (N2) 78,08%; oksigen (O2) 20,95%; dan karbon dioksida (CO2) 0,035%.

Apabila persentase gas karbon dioksida di atmosfer melebihi 0,035% dan mengakibatkan gangguan pada kehidupan makhluk hidup, maka udara tersebut dapat dikatakan telah tercemar oleh gas karbon dioksida.

Pencemaran Udara

Secara alami, pencemaran udara dapat terjadi akibat proses alam, seperti gas dan debu yang diperoleh dari letusan gunung berapi dan gas-gas dari hasil pembusukan sampah organik. Selain itu, pencemaran udara juga dapat terjadi akibat perbuatan manusia, misalnya asap, gas, dan debu yang dihasilkan dari hasil pembakaran bahan bakar fosil (seperti batubara dan bensin).

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran udara adalah sebagai berikut.

  1. Membuat jalur hijau (penanaman pohon di pinggir jalan atau taman) untuk menyerap gas karbon dioksida dari kendaraan bermotor.
  2. Membuat air mancur di tempat padat manusia untuk menurunkan suhu udara.
  3. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang dapat memicu kenaikan karbon dioksida dan terjadinya hujan asam.
  • Pencemaran Air

Air murni di alam memiliki ciri-ciri bening (tidak berwarna), tidak berasa, tidak berbau, dan tidak mengandung bahan kimia lain. Akan tetapi, saat ini air di alam sudah banyak yang tidak murni. Air hujan sudah mengandung beberapa bahan pencemar, misalnya NH3, SO4, debu, dan spora.

Demikian halnya air dari sumber air, sudah banyak mengandung Na, Mg, Ca, Fe, bakteri dan jamur. Pada dasarnya fungsi air dapat diliah menjadi air untuk minum, air untuk keperluan rumah tangga, air untuk keperluan industri, air untuk keperluan perikanan, dan air untuk mengairi sawah.

Pencemaran Air

Pada umumnya, ukuran kualitas air didasarkan pada beberapa faktor berikut.

  1. Suhu air
  2. Tingkat keasaman air (pH)
  3. Warna, bau, dan rasa
  4. Jasad renik
  5. Bahan-bahan kimia
  • Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah ditandai dengan adanya bahan pada permukaan tanah atau di bawah permukaan tanah yang dapat menggaunggu kemampuan tanah tersebut untuk mendukung kehidupan makhluk hidup di atasnya.

Tanah merupakan tempat hidup berbagai makhluk hidup. Secara alami, tanah memiliki kemapuan untuk mendukung sejumlah makhluk hidup, sehingga dapat hidup di atasnya. Tanah dikatakan tercemar apabila kemampuan tanah tersebut untuk mendukung kehidupan di atasnya menjadi lebih rendah.

Pencemaran Tanah

Bahan pencemar tanah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bahan cair dan bahan padat. Bahan Pencemar yang berwujud sebagai bahan cair, misalnya berbagai macam minyak, insektisida, dan larutan detergen.

Pencemar yang berwujud bahan padat, misalnya sampah, baik itu sampah organik maupun anorganik. sampah organik, contohnya sisa-sisa kehidupan, sampah pasar, dan sampah dapur. sampah anorganik, misalnya plastik, kaca, logam, atau sisa-sisa bongkaran rumah.

Demikian ulasan mengenai Jenis-jenis Pencemaran dan Dampaknya Terhadap Lingkungan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan