Jenis-jenis Pasak Tenda untuk Berkemah, Gambar, dan Cara Pemasangannya

Jenis-jenis Pasak Tenda untuk Berkemah, Gambar, dan Cara Pemasangannya

Amongguru.com. Berkemah merupakan salah satu kegiatan Kepramukaan yang dilaksanakan di luar ruangan (alam terbuka), dilaksanakan secara beregu dengan ditandai pendirian tenda Pramuka dan menggunakan beberapa perlengkapan kemah lainnya.

Berkemah adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membentuk karakter anggota pramuka, khususnya menciptakan kemandirian dan kedispilinan diri.

Di dalam pemasangan tenda Pramuka, maka tenda yang digunakan sebaiknya merupakan tenda standar yang mendirikannya dengan menggunakan pasak.

Pasak tenda adalah sejenis paku yang terbuat dari besi, alumunium, kayu, bambu, atau bahan lainnya yang digunakan untuk menautkan tali pengekang tenda. Pasak merupakan salah satu perlengkapan utama dalam mendirikan tenda selain tenda dan tali.

Pasak juga digunakan untuk mendirikan tiang bendera, gapura tenda, dan perlengkapan lainnya saat berkemah. Dengan adanya pasak, maka tenda tidak akan mudak roboh karena tertiup angin.

Seorang Pramuka harus mengetahui jenis-jenis pasak sehingga dapat menggunakannya dengan baik dan benar pada saat mendirikan tenda. Cara pemasangan pasak juga akan menentukan kekuatan dan kerapian tenda yang didirikan.

Jenis-jenis Pasak

Jenis-jenis pasak tenda dapat dibedakan berdasarkan bahan dan bentuknya. Menurut bahan pembuatnya, pasak tenda terdiri atas pasak yang terbuat dari besi, alumunium, kayu atau papan, bambu, dan ranting pohon.

Jenis-jenis Pasak Tenda untuk Berkemah, Gambar, dan Cara Pemasangannya
Jenis-jenis Pasak Tenda untuk Berkemah, Gambar, dan Cara Pemasangannya

Pasak dari besi dan alumunium umumnya harganya lebih mahal, akan tetapi memiliki beberapa kelebihan antara lain lebih ringan, kuat, awet dan dapat digunakan berulang kali, serta praktis saat digunakan, dibawa, maupun disimpan.

Pasak dari kayu, papan, bambu dan ranting pohon lebih murah dan dapat dibuat sendiri dengan mudah.

Akan tetapi, pasak jenis ini memiliki kelemahan, seperti kurang kuat, tidak tahan lama, mudah rusak, dan kurang praktis saat membawa atau menyimpannya.

Sedangkan bentuk pasak untuk tenda terdiri atas bagian kepala pasak, badan pasak, dan ujung pasak.

  • Kepala pasak adalah bagian untuk menautkan tali sehingga dibentuk sedemikian rupa agar tali bisa tertambat dengan kuat dan tidak mudah terlepas.
  • Ujung pasak dibuat lancip atau runcing untuk memudahkan saat membenamkan pasak ke dalam tanah.
  • Badan pasak sendiri umumnya berukuran antara 18 – 35 cm. Panjang badan pasak disesuaikan dengan kondisi tanah tempat mendirikan tenda.

Cara Memasang Pasak

Cara memasang pasak tenda adalah sebagai berikut.

  • Tancapkan pasak pada tanah dengan posisi miring antara 30º – 45º berlawanan dengan arah datangnya tali. Jangan memasang pasak dengan posisi tegak, terlalu miring, atau miring ke arah tali (sejajar dengan tali), karena akan mengurangi kekuatan sehingga akan mudah tercabut. Tanam pasak hingga menyisakan bagian kepala pasak dan sedikit badan pasak.

  • Ikatkan tali pengekang tenda (tali sebelumnya telah diikat ke tenda atau tiang)  dengan menggunakan simpul pangkal.

  • Atur sedemikian rupa agar tali terkekang dengan kuat dan kencang.

  • Pada tanah yang terlalu lunak atau dalam kondisi berangin kencang,  dapat menggunakan pasak ganda. Pasak kedua diletakkan disebelah depan pasak pertama. Cara menalinya adalah tali dari tenda disimpul di pasak pertama, sselanjutnya ujung sisanya disimpul lagi dipasak kedua. Keduanya menggunakan simpul pangkal.
Referensi : https://pramukaria.blogspot.com.

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai jenis-jenis pasak tenda untuk berkemah, gambar, dan cara pemasangannya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan