Jenis-jenis Gempa Bumi dan Penyebab Terjadinya

Jenis-jenis Gempa Bumi dan Penyebab Terjadinya

Amongguru.com. Istilah gempa bumi berasal dari dua kata, yaitu gempa yang artinta guncangan dan bumi yang merupakan nama planet yang dihuni manusia.

Apabila diartikan dari pembentuk kata frasenya, maka gempa bumi merupakan guncangan yang tidak wajar terjadi di muka bumi karena berbagai macam hal tertentu.

Jika diartikan secara lengkap, pengertian gempa bumi merupakan goncangan atau getaran yang terjadi sebagai akibat pergeseran lapisan batu bumi yang ada di dasar atau bagian permukaan bumi.

Gempa bumi adalah bencana alam yang dapat terjadi setiap saat, sehingga sulit diantisipasi. Gempa bumi menjadi bencana yang paling banyak menyebabkan korban jiwa, selain kerusakan hebat yang terjadi di daratan.

Gempa bumi dapat terjadi karena berbagai hal, seperti gunung meletus, pergeseran lempeng tektonik, atau ledakan.

Baca : Proses Terjadinya Letusan Gunung Berapi dan Upaya Mitigasi Bencana

Semakin besar skala gempa, maka semakin besar pula goncangan yang ditimbulkan. Tingkat kerusakan infrastruktur dan korban jiwa juga mungkin semakin besar.

Jenis-jenis Gempa Bumi

Gempa bumi dapat digolongkan menjadi empat kategori berdasarkan kedalaman hiposentrum, kekuatan gelombang, episentrum, dan penyebabnya.

A, Gempa bumi berdasarkan kedalaman

Gempa bumi berdasarkan kedalaman hiposentrum dibedakan menjadi tiga, sebagai berikut.

1. Gempa bumi dangkal

Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang terjadi pada kedalaman sekitar 100 km dari permukaan bumi.

2. Gempa bumi pertengahan

Gempa bumi pertengahan merupakan gempa bumi yang terjadi pada kedalaman antara 100 sampai 300 km di bawah permukaan bumi.

3. Gempa bumi dalam

Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang terjadi pada kedalaman lebih dari 300 km dari permukaan bumi.

B. Gempa bumi berdasarkan kekuatan gelombang

Gempa bumi berdasarkan kekuatan gelombang dibagi menjadi tiga sebagai berikut.

1. Gempa berkecepatan antara 7 sampai 14 km per detik, terjadi akibat gelombang primer.

2. Gempa berkecepatan antara 4 sampai 7 km per detik, terjadi akibat gelombang sekunder.

3. Gempa berkecepatan antara 3 sampai 4 km per detik, terjadi akibat gelombang panjang.

C. Gempa bumi berdasarkan episentrum

Gempa bumi berdasarkan episentrumnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu gempa linier dan gempa sentral.

1. Gempa linier

Gempa linier adalah gempa yang tejadi jika episentrumnya berbentuk garis, biasanya terjadi pada gempa tektonik.

2. Gempa sentral

Gempa sentral merupakan gempa yang tejadi jika episentrumnya berbentuk titik, contohnya gempa vulkanik dan gempa runtuhan.

D. Gempa bumi berdasarkan penyebabnya

Gempa bumi berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi gempa tektonik, gempa vulkanik, gempa runtuhan, dan gempa tumbukan.

1. Gempa tektonik

Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi akibat pergerakan lempeng-lempeng tektonik pada kerak bumi yang terjadi secara tiba-tiba, sehingga terjadi gesekan yang menimbulkan getaran.

2. Gempa vulkanik

Gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi akibat aktivitas magma dalam gunung berapi.

3. Gempa runtuhan

Gempa runtuhan merupakan gempa yang terjadi akibat runtuhnya tanah atau bebatuan karena pengaruh kondisi curam atau struktur tanah yang rapuh.

4. Gempa tumbukan

Gempa tumbukan merupakan gempa yang terjadi akibat tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi.

Demikian ulasan mengenai jenis-jenis gempa bumi dan penyebab terjadinya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan