Jenis-Jenis Cacat Mata, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Jenis-Jenis Cacat Mata, Penyebab, dan Cara Mengatasinya 

Amongguru.com. Mata merupakan salah satu organ tubuh yang berperan penting dalam proses melihat objek.

Mata adalah alat indra yang alat indra yang berfungsi dalam menerima rangsang cahaya. Bola mata dapat bergerak ke berbagai arah dengan bantuan tiga otot penggerak mata berikut.

  • Muskulus rektus okuli medial (otot sekitar mata); berfungsi untuk menggerakkan bola mata.
  • Muskulus obliques okuli inferior; berfungsi untuk menggerakkan bola mata ke bawah dan ke dalam.
  • Muskulus obliques okuli superior; berfungsi untuk memutar mata ke atas dan ke bawah.

Sedangkan otot mata yang berfungsi menutup mata dan mengangkat kelopak mata adalah sebagai berikut.

  • Muskulus orbikularis okuli dan muskulus rektus okuli inferior; berfungsi untuk menutup mata.
  • Muskulus levator palpebralis superior; berfungsi untuk mengangkat kelopak mata

Bagian-bagian mata secara lengkap tampak pada gambar berikut.

Mata Sebagai Alat Indra Manusia, Pembahasan Fungsi dan Bagian-Bagiannya

Mata manusia berbentuk agak bulat dengan garis tengah sekitar 2,5 centimeter. Bola mata tersusun oleh selaput mata yang terdiri atas tiga lapisan, yaitu sklera (selaput putih), koroid (selaput hitam), dan retina (selaput jala).

Mata dapat melihat sebuah benda karena adanya cahaya yang dipantulkan oleh benda tersebut ke mata, khususnya retina.

Apabila tidak ada cahaya yang dipantulkan benda, maka mata tidak dapat melihat benda tersebut.

Proses mata melihat benda secara urut adalah sebagai berikut.

  • Cahaya yang dipantulkan oleh benda di tangkap oleh kornea dan diteruskan melalui pupil.
  • Intensitas cahaya yang telah diatur oleh pupil diteruskan menembus lensa mata.
  • Daya akomodasi pada lensa mata mengatur cahaya supaya jatuh tepat di bintik kuning. Bintik kuning adalah bagian retina yang peka cahaya.
  • Pada bintik kuning, cahaya diterima oleh sel kerucut dan sel batang, kemudian disampaikan ke otak.
  • Cahaya yang disampaikan ke otak akan diterjemahkan oleh otak, sehinga kita bisa mengetahui benda yang dilihat.

Jenis-Jenis Cacat Mata, Penyebab, dan Cara Mengatasinya 

Seseorang yang mengalami gangguan penglihatan atau cacat mata, maka bayangan benda jatuh tidak tepat di retina. Bayangan benda dapat jatuh di depan atau di belakang retina.

Hal ini disebabkan karena lensa mata tidak dapat mencembung dan memipih dengan sempurna.

Berikut nini adalah beberapa cacat mata, penyebab, dan juga cara mengatasinya.

1. Rabun Jauh (Miopi)

Rabun jauh atau miopi merupakan kondisi ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang berjarak jauh.

Penyebab rabun jauh adalah ukuran bola mata terlalu panjang dari ukuran normal, sehingga bayangan benda jatuh di depan retina.

Titik terjauh (punctum remotum) pada mata normal adalah tak terhingga, yang artinya mata normal dapat melihat dengan jelas yang letaknya jauh tak terhingga.

Apabila seseorang tidak mampu melihat dengan jelas benda-benda di jauh tak terhingga, maka orang tersebut mengalami rabun jauh (miopi).

Penderita rabun jauh akan memiliki titik jauh lebih dekat daripada titik jauh mata normal dan titik dekatnya lebih pendek dari titik dekat mata normal (25 cm).

Apabila mata miopi melihat benda di jauh tak terhingga, maka bayangan benda akan jatuh di depan retina.

Kondisi nini terjadi karena lensa mata tidak dapat memipih dengan baik sesuai yang diperlukan. Rabun jauh dapat diatasi dengan menggunakan kaca mata berlensa cekung (negatif).

Dengan menggunakan lensa negatif, benda yang terletak di titik tak terhingga (s = ~) dibiaskan dan mempunyai bayangan tepat di retina.

Titik jauh miopi (PR) di depan lensa (sbernilai negatif). Bayangan ini akan dibiaskan kembali oleh lensa mata dan menghasilkan bayangan tepat di retina. 

Kekuatan Lensa (P)

Kekuatan lensa mata penderita rabun dekat dapat ditentukan dengan menggunakan rumus pembiasan cahaya, sebagai berikut.

Dengan menggunakan persamaan pembiasan cahaya pada lensa tersebut, kita dapat menentukan kekuatan lensa yang digunakan penderita miopi dengan persamaan berikut ini (s = ~ dan s = PR).

Keterangan:
PR = punctum remotum atau titik jauh miopi (m)

2. Rabun Dekat (Hipermetropi)

Rabun dekat (hipermetropi) adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda padajarak dekat.

Hal ini disebabkan oleh ukuran bola mata yang terlalu pendek, sehingga bayangan jatuh di belakang retina. Rabun dekat dapat diatasi menggunakan kaca mata berlensa cembung (positif).

Sesudah menggunakan kacamata positif (berlensa cembung), benda yang berada pada jarak s mempunyai bayangan (s) maya pada jarak baca normal (25 cm) di depan kacamata (s bernilai negatif). Bayangan ini kemudian dibiaskan kembali oleh lensa mata dan jatuh tepat di retina.

Kekuatan Lensa

Kekuatan lensa hipermetropi dapat dihitung dengan persamaan berikut.

3. Presbiopi (Rabun Tua)

Presbiopi atau rabun tua disebabkan karena menurunnya daya akomodasi lensa mata, sehingga lensa mata kehilangan elastisitasnya seiring bertambahnya usia seseorang. Penderita presbiopi tidak mampu melihat benda yang terlalu jauh dan terlalau dekat.

Presbiopi biasanya diderita oleh orang-orang yang sudah tua atau lanjut usia. Penderita presbiopi ditolong dengan kacamata lensa rangkap, yaitu kacamata cembung dan cekung.

4. Rabun Senja

Rabun senja atau disebut juga rabun ayam merupakan ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang berada di tempat redup dan di malam hari.

Gangguan mata ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A, sehingga sel batang tidak berfungsi dengan baik, karena protein rodopson tidak terbentuk.

Penderita rabun senja harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A.

5. Buta Warna

Buta warna adalah kondisi dimana mata tidak mampu untuk membedakan warna. Buta warna merupakan penyakit yang bersifat menurun.

Apabila seseorang hanya mampu melihat warna hitam dan putih saja, maka dikatakan buta warna total. Akan tetapi, jika seseorang tidak bisa membedakan warna tertentu, disebut buta warna parsial.

6. Katarak

Katarak (bular mata) adalah gangguan penglihatan yang disebabkan oleh lensa mata yang keruh, sehingga menghalangi masuknya cahaya pada retina. Apabila tidak segera diobati, katarak dapat menimbulkan kebutaan dengan tanpa rasa sakit.

Penderita katarak pada umumnya berumur di atas 55 tahun. Katarak dapat disembuhkan dengan melakukan operasi mata.

7. Astigmatisme

Astigmatisme atau mata silindris merupakan gangguan mata yang disebabkan oleh ukuran lensa mata atau kornea yang tidak rata.

Akibatnya jika penderita melihat suatu kotak, garis-garis vertikal akan terlihat kabur dan garis horizontal terlihat jelas atau sebaliknya. Cacat mata ini dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa silindris.

Baca juga :

Demikian jenis-jenis cacat mata, penyebab, dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan