Jenis-jenis Adaptasi Makhluk Hidup dan Contohnya

Jenis-jenis Adaptasi Makhluk Hidup dan Contohnya

Amongguru.com. Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Makhluk hidup yang mampu melakukan adaptasi dengan lingkungannya akan dapat terus bertahan hidup.

Akan tetapi sebaliknya, makhluk hidup yang tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan hidupnya, akan tereliminasi oleh alam dan musnah.

Adaptasi terlihat dari adanya perubahan bentuk luar atau dalam suatu makhluk hidup sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan tempat hidupnya.

Terdapat beberapa cara penyesuaian diri yang dapat dilakukan oleh makhluk hidup, yaitu dengan penyesuaian bentuk organ tubuh, penyesuaian kerja organ tubuh, dan tingkah laku dalam menanggapi perubahan lingkungan.

Jenis-jenis Adaptasi Makhluk Hidup dan Contohnya

Adaptasi yang dilakukan makhluk hidup dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.

A. Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi merupakan bentuk penyesuaian diri makhluk hidup melalui bentuk organ tubuhnya. Adaptasi morfologi ini sangat mudah dikenali dan diamati karena tampak dari luar.

Beberapa contoh adaptasi morfologi pada hewan adalah sebagai berikut.

  • Kaki itik memiliki selaput diantara jari-jarinya yang berfungsi untuk membantu berenang.

  • Burung kolibri mempunyai paruh yang panjang dan runcing untuk menghisap madu.

Jenis-jenis Adaptasi Makhluk Hidup dan Contohnya

  • Struktur mulut jangkrik dan belalang tersusun atas rahang bawah dan atas yang kuat untuk mencari makan.

Contoh adaptasi morfologi pada tumbuhan, antara lain sebagai berikut.

  • Teratai memiliki daun yang lebar dan tipis serta batang yang berongga untuk mengurangi penguapan.

  • Kaktus memiliki lapisan lilin yang tebal dan batang berduri untuk memperbesar penguapan, serta akar yang panjang untuk menyerap air dari daerah yang luas.

B. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian makhluk hidup melalui fungsi kerja organ-organ tubuh. Adaptasi fisiologi erlangsung di dalam tubuh sehingga akan sulit untuk diamati.

Contoh adaptasi fisiologi pada hewan sebagai berikut.

  • Ikan air laut menghasilkan urine yang lebih pekat dibandingkan ikan air tawar.

Hal ini karena kadar garam air laut lebih tinggi daripada kadar garam air tawar, sehingga menyebabkan ikan air laut kekurangan air dan harus banyak minum.

Kadar garam yang tinggi pada ikan air laut harus dikurangi agar tubuh ikan tidak terlalu pekat, sehingga ikan air laut mengeluarkan urine yang pekat.

  • Sapi, kambing, dan kerbau dapat mencerna zat makanan di dalam lambungnya melalui bantuan enzim selulosa.

  • Rayap yang hidup di kayu dapat mencerna kayu dengan bantuan enzim selulosa.

Contoh adaptasi fisiologis pada tumbuhan, misalnya bau yng khas pada bunga dapat mengundang datangnya serangga untuk melakukan penyerbukan. Bunga jenis ini akan menghasilkan madu atau nectar.

Akar dan daun pada tumbuhan tertentu dapat menghasilkan zat kimia yang berbau khas untuk mengambat tumbuhan lain yang ada di dekatnya.

Selain hewan dan tumbuhan, manusia juga dapat beradaptasi secara fisiologis dengan lingkungannya.

  • Tubuh manusia akan mampu menambah jumlah sel darah merah apabila berada di daerah pegunungan.

Hal ini terjadi untuk mengikat oksigen lebih banyak dalam memenuhi kebutuhan hidup sel-sel tubuh.

Dengan demikian, penduduk daerah pegunungan lebih banyak memiliki sel darah merah dibandingankan penduduk daerah pantai.

  • Mata manusia dapat menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang diterimanya.

Ketika di tempat gelap, maka pupil mata akan membuka lebar. Sebaliknya, pada saat di tempat terang, pupil mata akan menyempit.

  • Pada cuaca yang dingin, manusia cenderung banyak memproduksi dan mengeluarkan urine.

Saat cuaca dingin, ginjal manusia akan memproduksi urine lebih banyak, sedangkan, di musim panas, manusia akan lebih banyak mengeluarkan zat sisa keringat.

3.  Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku merupakan bentuk penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya dengan cara mengubah tingkah laku agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup.

Berikut ini beberapa contoh adaptasi tingkah laku pada hewan.

  • Kucing akan mendekam ketika mengincar mangsa.

  • Cicak memutuskan ekornya dalam keadaan bahaya (autotomi).

  • Bunglon akan mengubah warna kulit sesuai tempat hinggapnya (mimikri).

  • Paus akan naik ke permukaan air untuk menghirup oksigen.

Sedangkan adaptasi tingkah laku pada tumbuhan dapat dilihat pada saat pohon jati meranggas di musim kemarau.

  • Pohon jati akan menggugurkan daunnya untuk mengurangi penguapan pada saat kemarau datang.

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai jenis-jenis adaptasi makhluk hidup dan contohnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan