Jelaskan Perbedaan Antara Persilangan Monohibrid dengan Dihibrid!

Jelaskan Perbedaan Antara Persilangan Monohibrid dengan Dihibrid!

Jawab :

Persilangan monohibrid adalah persilangan antara dua individu dengan satu sifat beda. Sedangkan persilangan dihibrid adalah persilangan antara dua individu dengan dua sifat beda.

Penjelasan :

1.Persilangan Monohibrid

Persilangan monohibrid (mono = satu, hybrid = persilangan) adalah persilangan antara dua individu dengan satu sifat beda.

Pada persilangan monohibrid yang dilakukan oleh Mendel terdapat test cross dan sifat intermediet.

a. Test Cross

Test cross adalah penyilangan individu yang ingin diketahui genotipenya dengan individu bergenotipe homozigot resesif.

Hasil persilangan tersebut mempunyai dua kemungkinan sebagai berikut.

Jika tanaman bergenotipe BB disilangkan dengan tanaman bergenotipe bb (homozigot resesif), maka akan menghasilkan keturunan yang bergenotipe Bb semuanya, dengan B = bulat, b = keriput. Jadi, semua keturunan memiliki biji bulat.

P (induk) : BB × bb

Garmet : B dan b

F1 (keturunan ke-1)

B
b Bb

Genotipe F1 : Bb

Jadi, keturunan pertama yang dihasilkan Bb

Jika tanaman tersebut bergenotipe Bb disilangkan dengan tanaman bergenotipe bb (homozigot resesif), maka akan menghasilkan keturunan bergenotipe Bb dan bb.

Perhatikan penurunan sifat keturunan di bawah ini.

P (induk) : Bb × bb

Garmet : B, b dan b

F1 (keturunan ke-1)

B b
b Bb bb

Genotipe F1 : Bb dan bb

Jadi, keturunan pertaa ada tanaman berbiji bulat dan ada tanaman berbiji keriput.

Berdasarkan tes cross yang dilakukan oleh Mendel, dapat diketahui bahwa sifat bulat (B) dominan terhadap sifat keriput (b), sehingga individu yang bergenotipe Bb mempunyai fenotipe bulat, dan genotipe individu yang berfenotipe bulat adalah BB dan Bb.

b. Sifat intermediet

Sifat intermediet dipengaruhi oleh gen dominan yang tidak jenuh. Seperti yang dilakukan oleh Mendel terhadap tanaman Antirrhinum majus berbunga merah galur murni (MM) disilangkan dengan Antirrhinum majus berwarna putih galur murni (mm).

Hasil keturunan yang didapatkan oleh Mendel adalah Antirrhinum majus yang  berfenotipe warna merah muda, bukan berwarna merah meskipun genotipenya Mm.

Perhatikan penurunan sifat di bawah ini.

P (induk) : MM × mm

Gamet : M dan m

F1 (keturunan ke-1)

M
m Mm

Genotipe F1 : Mm

Jika F1 disilangkan dengan sesamanya maka diperoleh:

P (induk) : Mm × Mm

Gamet : M, m dan M, m

F2 (keturunan ke-2)

M Mm
M MM Mm
m Mm mm

Genotipe F1 : MM, 2 Mm, mm

Fenotipe : Merah, merah muda, putih

2. Persilangan dihibrid

Persilangan dihibrid adalah persilangan dua individu sejenis dengan memperhatikan dua sifat beda.

Mendel telah melakukan percobaan dengan menyilangkan kacang ercis galur murni yang mempunyai dua sifat beda, yaitu antara kacang ercis berbiji bulat berwarna kuning (BBKK) dengan kacang ercis berbiji keriput berwarna hijau (bbkk).

Baca : Gen dan Kromosom Sebagai Pengendali Pewarisan Sifat Makhluk Hidup

Kedua kacang tersebut memiliki dua sifat beda yaitu bentuk dan warna biji. Penurunan sifat dari kacang ercis berbiji bulat berwarna kuning (BBKK) dengan kacang ercis berbiji keriput berwarna hijau (bbkk).

P (induk) : BBKK × bbkk

Gamet : BK dan bk

F1 (keturunan ke-1)

BK
bk BbKk

Genotipe F1 : BbKk

Fenotipe F1 : Biji bulat dan berwarna kuning

Jika genotipe dari F1 disilangkan sesamanya, maka hasilnya adalah:

P (induk) : BbKk × BbKk

Gamet : BK, Bk, bK, bk dan BK, Bk, bK, bk

F2 (keturunan ke-2)

BK Bk bK bk
BK BBKK BBKk BbKK BbKk
Bk BBKk BBkk BbKk Bbkk
bK BbKK BbKk bbKK BbKk
bk BbKk Bbkk bbKk bbkk

Genotipe F2 :

BBKK, BBkk, bbKK, bbkk, 2BBKk, 2BbKK, 4BbKk, 2Bbkk, 2bbK.

Fenotipe F2 :

Biji bulat dan berwarna kuning, biji bulat berwarna hijau, biji keriput berwarna kuning, biji keriput berwarna hijau.

Tinggalkan Balasan