Jangka Sorong, Fungsi, Bagian-bagian, dan Cara Membacanya

Jangka Sorong, Fungsi, Bagian-bagian, dan Cara Membacanya

Amongguru.com. Jangka sorong (Vernier Caliper) merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang dan ketebalan sebuah benda dengan tingkat ketelitian mencapai 0,1 milimeter.

Di dalam penggunaannya, alat ukur ini banyak dipakai untuk mengukur besaran panjang, ketebalan benda, diameter dalam sebuah benda, serta mengukur kedalaman dengan presisi yang sangat baik.

Jangka sorong mampu menampilkan ukuran yang lebih teliti dibandingkan dengan beberapa alat ukur panjang lainnya, misalnya penggaris dan mistar.

Jangka sorong banyak dipakai pada berbagai bidang industri teknik, mulai dari proses perancangan, pembuatan, sampai pada pengecekan akhir produk.

Alasannya, selain memiliki  tingkat akurasi dan presisi yang cukup tinggi, alat ukur panjang juga mudah digunakan, mudah dibawa, dan tidak membutuhkan perawatan khusus.

Jenis-jenis Jangka Sorong

Terdapat dua jenis jangka sorong, yaitu jangka sorong analog (manual) dan jangka sorong digital.

1. Jangka Sorong Analog (Manual)

Jangka sorong jenis ini sering digunakan dalam pembelajaran dan praktikum IPA di sekolah. Penggunaan alat ini masih manual, sehingga membutuhkan ketelitian yang tinggi untuk membaca hasil ukur.

2. Jangka Sorong Digital

Jangka sorong digital memiliki layar digital yang dapat memunculkan nilai dari benda yang diukur tanpa harus menghitung secara manual.

Dengan menggunakan jangka sorong jenis ini, akan lebih memudahkan dan mempercepat mengukur benda-benda.

Bagian-bagian Jangka Sorong

Bagian-bagian dari jangka sorong adalah sebagai berikut.

Jangka Sorong, Fungsi, Bagian-bagian, dan Cara Membaca Hasil Pengukurannya
Jangka Sorong, Fungsi, Bagian-bagian, dan Cara Membaca Hasil Pengukurannya
1. Rahang Dalam (Inners Jaws)

Bagian rahang dalam berfungsi untuk mengukur diameter bagian luar benda, sisi luar, ketebalan luar, atau ukuran lebar dari bagian luar suatu benda.

Rahang dalam dibagi menjadi dua bagian, yaitu satu bagian yang bisa ubah posisi dan bagian yang tidak dapat ubah posisinya.

2. Rahang Luar (Outer Jaws)

Bagian rahang luar memiliki fungsi untuk mengukur diameter bagian dalam, sisi dalam, ketebalan, dan lebar suatu benda.

Rahang luar memiliki dua bagian, yang bagian yang bisa digeser dan yang satunya tidak dapat digeser.

3. Pengukuran Kedalaman (Depth Measuring Blade)

Bagian pengukuran kedalaman memiliki fungsi untuk mengukur kedalaman, ketinggian, dan ketebalan luar dalam suatu benda.

Bagian pengukuran kedalaman juga terbagi menjadi dua bagian,yaitu satu bagian dapat digeser dan satu bagian lainnya yang tidak bisa geser.

4. Skala Utama 

Bagian skala utama memiliki fungsi untuk menampilkan skala utama pada hasil pengukuran. Pada bagian ini terdapat garis-garis dan nilai yang digunakan untuk melihat nilai ukuran suatu benda.

Skala utama memiliki bagian yang dapat digeser dan bagian yang tetap atau tidak bisa diubah. Hasil pengukuran pada bagian ini memiliki dua jenis skala satuan, yaitu inch (skala imperial)  yang berada pada bagian atas dan satuan miimeter atau centimeter (skala metrik) yang berada di bagian bawah.

5. Skala Nonius (Vernier)

Skala nonius berfungsi untuk menampilkan hasil pengukuran suatu benda di skala nilai utama serta skala bentuk desimal dari hasil pengukuran utama.

6. Mur Pengunci (Locking Screw)

Mur pengunci berfungsi untuk mengunci posisi jangka sorong agar tidak bergerak saat sedang dianalisa, sehingga nilai yang dihasilkan dari pengukuran dapat lebih objektif.

Cara Mengggunakan Jangka Sorong

Berikut ini adalah tahapan cara menggunakan jangka sorong.

1. Langkah Pertama

Kendurkan baut pengunci, selanjutnya menggeser rahang pelan-pelan dan diperkirakan sesuai dengan ukuran benda yang sedang diukur. Pada saat rahang tertutup, pastikan sudah menunjukkan angka nol.

2. Langkah Kedua

Bersihkan permukaan rahang dan benda yang akan diukur dari debu dan kotoran yang menempel, agar didapatkan hasil pengukuran dengan tingkat akurasi tinggi.

3. Langkah Ketiga

Apit benda yang diukur dengan menutup rahang yang dibuka tadi. Hasil pengukuran dapat dilihat dengan cara membaca skala utama dan skalan noniusnya.

Cara Membaca Hasil Pengukuran Menggunakan Jangka Sorong

Berikut ini adalah contoh cara membaca hasil pengukuran menggunakan jangka sorong.

Perhatikan gambar hasil pengukuran dengan janggka sorong di bawah ini.

Cara membaca hasil pengukuran di atas sebagai berikut.

1. Membaca skala utama

Skala utama yang terukur adalah 21 mm atau 2,1 cm (garis merah), merupakan angka yang paling dekat dengan garis nol pada skala nonius yang persis di sebelah kanannya.

2. Membaca skala nonius

Cari satu garis skala utama yang yang tepat bertemu dengan satu garis pada skala nonius. Garis lurus tersebut merupakan angka 3 pada skala nonius, Jadi, skala vernier yang terukur adalah 0,3 mm atau 0,03 cm.

3. Menjumlah skala utama dan skala nonius

Hasil pengukuran akhir dengan cara menambahkan kedua nilai pengukuran (skala utama dan skala nonius), sehingga hasil pengukuran sebesar 21 mm + 0,3 mm = 21,3 mm atau 2,13 cm.

Perhatikan gambar hasil pengukuran dengan jangka sorong di bawah ini.

Cara membaca hasil pengukuran di atas adalah sebagai berikut.

1. Membaca skala utama

Skala utamanya dinyatakan dengan melihat angka yang paling dekat dengan angka nol pada skala nonius, sehingga diperoleh nilai skala utama 1,9 dan 1,9 cm atau 19 mm.

2. Membaca skala nonius

Dicari garis pada skala nonius yang berhimpit dengan garis pada skala utama, yaitu garis yang ke-8.maka skala noniusnya adalah 8 x 0,01 cm = 0,08 cm atau 0,8 mm

3. Menjumlah skala utama dan skala nonius

Hasil pengukuran diperoleh dengan menambahkan nlai skala utama dan nilai skala nonius, sehingga hasil pengukurannya adalah 19 mm + 0,8 mm = 19,8 mm atau 1,98 cm.

Tinggalkan Balasan