Jangan Sepelekan Tanda-Tanda Kanker Kulit Melanoma, Inilah Gejalanya

Jangan Sepelekan Tanda-Tanda Kanker Kulit Melanoma, Inilah Gejalanya

Amongguru.com. Kanker masih menjadi penyakit yang mematikan di seluruh dunia. Kanker sering disebut sebagai silent killer (pembunuh yang tersembunyi), karena seringkali tidak memberikan tanda-tanda atau pun gejala awal sebelumnya.

Karena tidak memberikan tanda-tanda yang nyata, maka penyakit kanker sulit dideteksi sejak dini. Tanda-tanda seseorang terkena kanker akan muncul setelah kanker tersebut menyebar dan menjalar ke seluruh tubuh, sehingga penyembuhannya lebih sulit.

Karakteristik dari sel kanker, yang membedakannya dengan sel normal yang berkembang pada tubuh adalah sel-sel kanker memiliki kemampuan dalam menggandakan dan memperbanyak diri pada waktu yang relatif cepat.

Selain berkembang dengan agresif, sel kanker juga memiliki kemampuan menyebar ke seluruh tubuh dengan sangat cepat dan membentuk jaringan yang baru. Sel-sel kanker juga tidak dapat mati dengan sendirinya, seperti halnya sel-sel normal pada tubuh.

KIta hanya bisa membatasi faktor penyebab dari kanker, karena sifat penyakit ini yang tidak memberikan gejala spesifik.

Jangan Sepelekan Tanda-Tanda Kanker Kulit Melanoma, Inilah Gejalanya

Baru-baru ini media ramai memberitakan mengenai meninggalnya Adara Taista, menantu dari Hatta Radjasa yang merupakan istri dari putra bungsungnya, Rasyid Rajasa. Dara, demikian nama panggilan akrabnya, menghembuskan napasnya yang terakhir di Tokyo, Jepang pada Sabtu (19/5/18).

Kanker kulit melanoma menjadi penyebab meninggalnya Adara Taista. Adara Taista divonis menderita kanker kulit melanoma sejak April tahun lalu dan sudah melakukan pengobatan ke beberapa negara, yaitu Indonesia, Singapura, dan terakhir di Jepang, hingga akhirnya Tuhan berkehendak lain.

Sekilas tentang Kanker Kulit Melanoma

Melanoma biasa disebut dengan kanker kulit, akan tetapi letakknya berada di dalam permukaan kulit dan sampai sekarang penyakit mematikan ini belum ada obatnya. Melanoma adalah jenis kanker yang berkembang pada melanosit. Melanosit merupakan sel pigmen pada kulit yang berfungsi sebagai penghasil melanin.

Selain di kulit, melanin juga banyak ditemukan pada beberapa bagian tubuh lain, misalnya otak, mata, dan telinga. Melanin merupakan pigmen yang memberikan warna rambut dan warna mata pada manusia. Sedangkan melanin pada kulit berperan penting sebagai pelindung kulit dari sinar ultraviolet.

Produksi melanin penting untuk pencegahan penyakit kanker, seperti melanoma ini. Melanin diproduksi sebagai respon atas radiasi ultraviolet. Melanin memiliki kemampuan untuk menyerap sinar ultraviolet, sehingga melindungi manusia dari kerusakan sel-sel kulit yang berpontensi menyebabkan kanker kulit.

Individu yang lebih banyak terkena paparan sinar ultraviolet, maka akan banyak pula menghasilkan melanin untuk perlindungan kulitnya. Dengan demikian orang yang sering terkena sinar matahari, kulitnya menjadi lebih gelap karena peningkatan produksi melanin.

Melanin menjadi lebih gelap karena menyerap sejumlah energi dari sinar ultraviolet, yang menyebabkan terjadinya penggelapan kulit. Kulit akan terbakar apabila jumlah sinar ultravilot melebih kapasitas melamin yang ada di kulit.

Selain itu, pertumbuhan berlebih dari melanosit akan mengarah pada pengembangan dari tahi lalat pada kulit. Tahi lalat (nevus) biasanya jinak, tetapi dapat berkembang menjadi kanker dengan peningkatan paparan sinar ultraviolet.

Gejala Kanker Kulit Melanoma

Gejala paling umum dari melanoma adalah munculnya tahi lalat baru atau perubahan tahi lalat di bagian wajah, tangan, dan punggung.

Melanoma memiliki bentuk yang tidak beraturan dan lebih dari satu warna. Tahi lalat yang terserang melanoma bisa terasa gatal dan bisa mengalami pendarahan, selain itu, ukurannya juga bisa melebihi tahi lalat normal.

Pada tahap awal, melanoma di kulit hanya tampak seperti sebuah tahi lalat biasa dan tidak ada tanda-tanda akan menyebar ke seluruh bagian tubuh. Tahap kedua, tahi lalat tersebut mengalami pertambahan ukuran dan volume, yang kemudian akan pecah dan menjadi luka.

Pada tahap ketiga, sel kanker akan menyebar ke seluruh permukaan kulit, pembuluh getah bening, atau kelenjar getah bening. Pada tahap keempat, melanoma sudah masuk dalam tahap stadium paling tinggi. Sel kanker melanoma telah menyebar ke bagian tubuh lain, yaitu paru-paru, hati, tulang, perut, dan juga otak.

Gejala pengiring dari melanoma adalah rasa gatal pada seluruh permukaan kulit yang kadang disertai dengan nyeri. Selain itu, akan terjadi perubahan warna kulit ketika sel kanker sudah menyerang pigmen kulit. Perubahan warna kulit ini menyerupai bercak hitam kecoklatan pada area kulit tertentu yang semakin lama semakin melebar.

Sel-sel kanker yang sudah menyerang kulit akan menyebabkan kulit menjadi kering dan bersisik. Kondisi tersebut disebabkankan kerusakan pada sel kulit sehigga tidak dapat melakukan regenerasi.

Peningkatan Resiko Melanoma

Kanker kulit melanoma diperkirakan akan terus meningkat kasusnya seiring lapisan ozon yang semakin menipis. Penipisan lapisan ozon berdampak pada peningkatan paparan sinar ultraviolet yang diduga dapat menjadi penyebab dari penyakit melanoma ini.

Melanoma terjadi ketika sel-sel pigmen kulit berkembang secara tidak normal (abnormal). Sampai saat ini, belum diketahui penyebab pasti dari kondisi tersebut sehingga belum ada obat yang dapat menyembuhkannya. Kanker kulit ini dapat berakibat fatal pada penderitanya apabila tidak segera didiagnosa dan diberi penanganan secara medis sejak awal.

Dengan mengetahui gejala dari munculnya melanoma, diharapkan kita dapat lebih menjaga kesehatan tubuh, khususnya kulit, agar terhindar dari bahaya penyakit mematikan tersebut.

Baca juga artikel terkait berikut :

Demikian ulasan mengenai gejala-gejala kanker kulit melanoma yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan