Inilah Gejala Tipes Pada Anak yang Wajib Diketahui Orangtua

Inilah Gejala Tipes Pada Anak yang Wajib Diketahui Orangtua

Amongguru.com. Tipes (tifus) atau disebut juga demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari bakteri Salmonella typhi.

Bakteri ini dapat menyebar dengan cepat pada makanan atau minuman yang telah terkotminasi. Bahayanya lagi, penyakit tipes ini lebih banyak terjadi pada negara berkembang, seperti Indonesia.

Data WHO menyebutkan bahwa jumlah penderita tipes di negara berkembang seperti Indonesia dapat mencapai 900.000 orang per tahunnya dengan angka kematian mencapai sekitar 20.000

Penyakit tipes juga lebih sering menyerang anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum sempurna, sehingga mereka sangat rentan untuk terinfeksi bakteri penyebab tipes.

Penyebab Tipes pada Anak-anak

Berikut ini beberapa kebiasan yang secara tidak sengaja banyak dilakukan oleh anak-anak dan meningkatkan resiko terkena penyakit tipes.

1. Tinggal pada sanitasi yang buruk

Peningkatan resiko terserang bakteri tipes dapat terjadi jika anak-anak berada dalam sanitasi yang buruk.

Sanitasi yang kotor menjadi tempat yang disukai oleh virus maupun bakteri untuk berkembang, termasuk bakteri penyebab tipes.

2. Mengonsumsi makanan yang tidak higienis

Kebiasaan anak-anak dalam mengonsumsi makanan yang tak higienis bisa meningkatkan risiko terkena tipes.

Makanan yang tidak higienis dapat dilihat dari bahan-bahan yang digunakan, cara mengolahnya, dab bagaimana makanan tersebut disimpan.

3. Malas mencuci tangan

Tangan adalah media utama masuknya segala hal dari luar ke dalam tubuh, termasuk bakteri. Apabila kebersihan tangan tidak terjaga dengan baik, maka bakteri tipes akan lebih mudah masuk dan menginfeksi tubuh anak-anak.

4. Tidak menjaga kebersihan kamar mandi dan toilet

Kelembapan kamar mandi dan toilet yang kotor dapat menjadi sarang yang subur bagi macam-macam virus dan bakteri penyebab penyakit.

Menjaga kebersihan kamar mandi dan toilet, termasuk menguras bak mandi secara rutin akan meminimalkan berkembangnya virus dan bakteri di tempat tersebut.

Gejala Tipes pada Anak

Pada umumnya, masa inkubasi bakteri penyebab tifus adalah 7-14 hari, tetapi bisa lebih pendek yaitu sekitar tiga hari, atau lebih panjang hingga 30 hari. Masa ini dIhitung dari saat bakteri masuk ke dalam tubuh sampai menimbulkan gejala awal.

Gejala tipes padan anak akan terus berkembang dari hari ke hari bahkan minggu ke minggu. Gejala tipes secara umum akan mulai muncul minimal satu minggu setelah tubuh terinfeksi bakteri penyebab tipes.

Gejala awal yang muncul adalah demam tinggi, diare, sakit perut, dan sakit kepala. Kondisi tersebut semakin memburuk dalam beberapa minggu.

Jika tidak segera ditangani secara medis, maka dapat menyebabkan komplikasi, misalnya pendarahan internal dan pecahnya usus sebagai organ pencernaan.

Gejala tifus pada anak-anak dapat berkembang dari minggu ke minggu dengan ciri-ciri seperti dikutip dari situs alodokter.com, sebagai berikut.

Minggu ke-1

  • Demam yang awalnya tidak tinggi, kemudian meningkat secara bertahap hingga mencapai 39-40°C. Pada minggu pertama, suhu tubuh dapat naik atau turun.
  • Sakit kepala.
  • Lemas dan tidak enak badan.
  • Batuk kering.
  • Mimisan.

Minggu ke-2

  • Demam tinggi yang masih berlanjut dan cenderung memburuk di malam hari, disertai denyut nadi yang lambat.
  • Muncul bintik-bintik yang berwarna seperti bunga mawar di daerah perut dan dada.
  • Mengigau.
  • Sakit perut.
  • Diare atau sembelit parah.
  • Tinja umumnya berwarna kehijauan.
  • Perut kembung, akibat pembengkakan hati dan empedu.

Minggu ke-3

  • Suhu tubuh mulai menurun
  • Jika tidak ditangani, komplikasi bisa muncul pada tahap ini, berupa perdarahan pada usus dan pecahnya usus.

Minggu ke-4

  • Demam secara berangsur-angsur turun, tetapi tetap perlu ditangani agar tidak muncul gejala-gejala lain atau menyebabkan komplikasi yang membahayakan nyawa.
  • Pada sebagian kasus, gejala dapat kembali muncul dua minggu setelah demam reda.

Pengobatan dan Pencegahan Tifus

Cara paling efektif dalam menangani tipes pada anak-anak adalah memberikan terapi antibiotik dan obat penurun demam dengan segera .

Pengobatan tipes dalam dilakukan di rumah sakit, akan tetapi jika gejala masih ringan dan dapat terdeteksi lebih cepat, maka perawatan bisa dilakukan di rumah.

Baca :

Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan vaksinasi menggunakan vaksin tifoid. Vaksin tifoid dapat diberikan kepada anak yang sudah berusia di atas dua tahun dan diulang tiap tiga tahun.

Imunisasi tifoid di Indonesia sendiri diberikan dalam bentuk suntik pada balita dan dalam bentuk oral pada anak yang berusia di atas enam tahun.

Seperti halnya pada vaksin-vaksin lain, vaksin tifoid tidak memberikan perlindungan 100 persen. Anak-anak yang sudah diimunisasi tifoid tetap rentan saja terserang terinfeksi, karena tidak ada vaksin yang 100 pesen mampu memberikan perlindungan ke tubuh.

Akan tetapi, tingkat infeksi yang dialami anak yang sudah divaksin tidak akan seberat mereka yang belum divaksin sama sekali.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan