Inilah Alasan Mengapa Kita Wajib Mematikan HP Saat Pesawat Sedang Terbang

Inilah Alasan Mengapa Kita Wajib Mematikan HP Saat Pesawat Sedang Terbang

Amongguru.com. Di dalam pesawat terbang, pramugari sering menginstruksikan kepada para penumpang untuk segera mematikan telepon genggamnya, karena dapat mengganggu kelancaran penerbangan.

Pramugari selalu mengingatkan pada penumpang sebelum pesawat tinggal landas bahwa handphone  (HP) yang dibawa harus dialihkan ke mode penerbangan (flight mode) atau lebih baik lagi jika dinonaktifkan.

Inilah Alasan Mengapa Kita Wajib Mematikan HP Saat Pesawat Sedang Terbang
Inilah Alasan Mengapa Kita Wajib Mematikan HP Saat Pesawat Sedang Terbang

Pelarangan penggunaan telepon seluler (HP) dalam pesawat yang sedang terbang sebenarnya sudah diberlakukan lama di seluruh maskapai penerbangan dunia semenjak tahun 1991.

Pada tahun 1991, Federal Communications Commision (FCC) sudah mulai melarang para penumpang untuk menghidupkan HP mereka.

Alasannya adalah frekuensi radio yang dipancarkan HP dapat mengganggu bahkan merusak sistem komunikasi pesawat. Akan tetapi di tahun 2005, FCC telah melakukan pencabutan larangan tersebut dengan syarat tertentu.

Selanjutnya di tahun 2006, Federal Aviation Administration (FAA) melakukan penelitian dan pengamatan terhadap dampak dinyalakannya HP di dalam pesawat selama pesawat beroperasi dan hasilnya adalah  dimungkinkan adanya gangguan sistem jika menyalakan HP selama penerbangan.

FAA kemudian setuju dengan keputusan FCC, sehingga memberlakukan larangan menyalakan telepon seluler pada semua penerbangan dunia.

Di Indonesia sendiri, larangan penggunaan ponsel di pesawat sendiri telah sesuai dengan instruksi Direktur Keselamatan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan melalui Surat Nomor AU/4357/DKP.0975/2003 tentang Larangan Penggunaan Ponsel Di Dalam Pesawat Udara.

Inilah Alasan Mengapa Kita Wajib Mematikan HP Saat Pesawat Sedang Terbang

Keselamatan penerbangan menjadi alasan larangan penggunaan HP dalam pesawat.

Telepon seluler yang masih aktif menyala akan mampu memantulkan sinyal dari beberapa menara operator seluler yang dilewati pesawat, sehingga mampu mengirimkan sinyal yang jauh lebih kuat.

Pesawat yang sedang terbang membutuhkan sistem komunikasi dan juga sistem navigasi yang baik.

Apabila terdapat gangguan dari sinyal lain, misalnya sinyal HP, maka sistem komunikasi dan navigasi tersebut tidak dapat berfungsi maksimal.

Memang sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus kecelakaan pesawat terbang dikarenakan penggunaan HP, akan tetapi menyalakan HP dalam beberapa kasus penerbangan sudah terbukti diapat mengganggu sistem komunikasi pesawat.

Jika HP tidak dinonaktifkan, tidak diubah ke dalam mode terbang atau dengan kata lain sinyal tetap aktif, maka pilot dan air traffic controllers (ATC) serta pengendali lalu lintas udara akan terganggu dengan suara yang tidak menyenangkan dari sinyal HP tersebut.

Suara yang dihasilkan serupa dengan bunyi pada saat meletakkan ponsel di dekat speaker, televisi, maupun radio. Hal tersebut terjadi disebabkan karena emisi radio yang kuat dari telepon.

Inilah alasan mengapa kita wajib mematikan HP saat pesawat sedang terbang

1. Gangguan sistem navigasi dan komunikasi pesawat

Selama melakukan penerbangan, pilot harus terus terhubung dengan air controller di darat dan juga selalu memperhatikan radar. Komunikasi dengan air controller dan radar terseut semuanya menggunakan gelombang radio.

Pada kondisi tertentu, sinyal HP dan sinyal peralatan elektronik penumpang dapat mengganggu komunikasi pilot. Pilot biasanya akan mendapatkan suara mengganggu di jalur komunikasinya atau gambar yang mengganggu pada radar.

2. Lepas landas dan mendarat adalah saat paling kritis

Kewajiban mematikan ponsel dan alat elektronik lainnya dalam penerbangan itu sebenarnya tidaklah lama. Biasanya hanya sekitar 10-15 menit selama pesawat masih berada di bawah ketinggian 10.000 kaki atau sekitar 3000 meter.

Kecelakaan pesawat paling banyak terjadi saat lepas landas atau mendarat. Hal tersebut dapat terjadi hanya dalam hitungan detik.

Berdasarkan pertimbangan itulah, maka seluruh penumpang diminta untuk mematikan handphone,

Tujuan mematikan ponsel tersebut adalah agar penumpang memperhatikan peragaan panduan keselamatan oleh pramugari dan cepat tanggap apabila ada hal-hal yang salah.

Baca juga : Menguak Black Box, Mengapa Harus Direndam Dalam Air Setelah Ditemukan.

3. Flight mode atau airplane mode

Pada beberapa negara, memang ada yang memperbolehkan penumpang pesawat untuk menggunakan HP, akan tetapi dengan syarat yang ketat.

Ponsel yang diperbolehkan adalah yang telah dilengkapi dengan fitur flight mode (plane safe) atau airplane mode, atau perangkat telekomunikasi yang menggunakan sistem komunikasi satelit.

Meskipun demikian, secanggih apapun antisipasi yang dilakukan, sebaiknya penumpang tetap mematuhi larangan pemakaian HP di dalam pesawat demi keselamatan penerbangan.

Tinggalkan Balasan