Inilah 7 Gejala Kanker Darah Leukimia Yang Wajib Anda Ketahui

Inilah 7 Gejala Kanker Darah Leukimia Yang Wajib Anda Ketahui

Amongguru.com. Kanker masih menjadi penyakit mematikan yang sulit terdeteksi gejalanya sampai saat ini. Penyakit kanker sering tidak memberikan tanda-tanda maupun gejala awal sebelumnya.

Sel-sel kanker ini mampu bersembunyi di dalam tubuh penderitanya, sehingga seolah-olah penderita benar-benar bebas dari penyakit tersebut.

Tanda-tanda terkena kanker baru muncul setelah kanker tersebut menyebar dan berkembang pesat. Jika sel-sel kanker sudah menjalar ke seluruh tubuh, maka penyembuhannya pun akan semakin sulit.

Sel kanker mempunyai kemampuan menggandakan serta memperbanyak diri dalam waktu yang relatif cepat. Sel kanker mampu tumbuh secara cepat dan agresif dibandingkan dengan sel normal pada umumnya.

Kemampuannya menyebar dengan cepat ini diiringi dengan kecepatan sel kanker dalam membentuk jaringan baru pada tubuh. Sel kanker juga tidak mudah mati dengan sendirinya, seperti halnya sel normal pada tubuh.

Pengertian Kanker Darah (Leukemia)

Kanker darah atau disebut dengan istilah leukemia merupakan jenis kanker yang menyerang sel-sel darah putih (leukosit).

Pengertian leukimia merujuk pada pertumbuhan yang tidak normal atau tidak terkendali dari leukosit atau sel darah putih.

Sel darah putih dihasilkan oleh sumsum tulang belakang yang berfungsi sebagai pelindung tubuh terhadap benda asing atau penyakit.

Pada penderita kanker darah, sumsum tulang akan memproduksi sel-sel darah putih yang melebihi normal.

Jumlahnya yang berlebihan berakibat pada penumpukan sel darah putih dalam sumsum tulang, sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang.

Selain menumpuk, sel abnormal ini juga akan menyebar ke organ lain, seperti hati, limfa, paru-paru, ginjal, bahkan sampai ke pusat syaraf otak dan tulang belakang.

Sel-sel darah putih tersebut akan tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat pada sumsung tulang, hingga akhirnya menyebar melalui aliran darah dan menyerang sel-sel yang sehat, termasuk sel darah merah.

Sel darah putih yang pada awalnya bertugas melindungi tubuh dari infeksi bakteri, karena pertumbuhannya yang tidak terkendali akan menjadi sel-sel ganas.

Seperti kebanyakan jenis kanker yang lainnya, maka penyebab pasti dari leukimia ini belum dapat diketahui.

Faktor-faktor luar seperti radiasi dan bahan-bahan kimia beracun diduga menjadi indikasi penyebab leukimia. Faktor genetik juga bisa menjadi penyebab penyakit leukimia.

Pengobatan leukimia perlu segera dilakukan jika seseorang sudah divonis menderita penyakit tersebut, agar penyakit mematikan ini tidak menjalar ke seluruh tubuh.

Leukimia dapat menjadi penyebab melemahnya kondisi tubuh penderita. Jika tidak segera ditangani, maka dampak terburuk adalah kematian.

Jenis-jenis Leukimia

Terdapat empat jenis utama kanker darah sebagai berikut.

  • Leukemia Mielositik Akut (LMA)

Leukimia ini merupakan jenis kanker darah yang paling cepat berkembang. LMA ditandai degan produksi sel yang tidak berkembang menjadi sel darah putih.

Jenis leukimia ini terbagi ke dalam delapan sub-jenis berdasarkan sumber kondisinya. LMA lebih sering terjadi pada orang dewasa daripada anak-anak.

  • Leukemia Limfositik Akut (LLA)

Jenis kanker darah ini seringkali terjadi pada anak-anak di bawah usia 15 tahun dan orang dewasa yang berusia di atas 45 tahun. Tipe kanker ini paling sering menyerang anak-anak, khususnya anak laki-laki. LLA ditandai dengan berkumpulnya sel darah yang belum matang pada sumsum tulang, hingga menyebar ke beberapa bagian tubu, termasuk otak.

  • Leukemia Mielositik Kronis (LMK)

Kanker jenis LMK ini cukup unik karena hanya jenis ini yang memiliki hubungan dengan gen cacat yang disebut ABL dan BCR, yang disebabkan oleh masalah pada kromosom Ph.

  • Leukemia Limfositik Kronis (LLK)

LLK adalah jenis kanker darah yang memiliki karakteristik mirip dengan LLA, hanya saja kanker ini berkembang dengan lebih lambat hingga bertahun-tahun lamanya.

Gejala Leukimia 

Berikut ini adalah beberapa gejala yang ditunjukkan pada anak yang terkena leukimia.

1. Demam tinggi dan berkepanjangan

Demam yang tinggi dan berkepanjangan merupakan salah satu ciri awal seseorang terserang leukimia.

Demam pada leukimia biasa mencapai suhu lebih dari 38 derajat celcius yang berlangsung dalam beberapa hari dengan frekuensi sering.

2. Mudah terkena infeksi

Penderita leukimia mudah sekali terkena infeksi. Hal ini disebabkan karena tidak berfungsinya sel darah putih dalam melawan kuman atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Pertumbuhan sel darah putih yang tidak terkendali justru berakibat sel tersebut menjadi agresif menyerang sel tubuh lainnya.

3. Mengalami anemia

Anemia merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah. Penderita leukimia rentan mengalami anemia, dengan ciri-ciri mudah lelah, pucat, tidak bertenaga, dan sesak napas.

4. Mengalami nyeri tulang

Nyeri tulang pada penderita leukimia tidak disebabkan karena adanya luka atau memar. Nyeri tulang ini dikarenakan semakin memburuknya kondisi tulang karena sumsung tulangnya terakulumasi sel-sel darah putih yang pertumbuhannya tidak normal.

5. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening

Pembengkakan kelenjar getah bening ini dapat terlihat pada dada, pangkal paha leher, atau ketiak.

Membengkaknya kelenjar getah bening tersebut karena meningkatnya jumlah sel darah putih yang tidak terkendali.

Pembengkakan kelenjar getah bening pada penderita leukimia dapt berlangsung lama dalam beberapa hari.

6. Mudah berdarah

Karena tingkat pembekuannya rendah, maka penderita leukimia akan mudah sekali berdarah. Trombosit sebagai bagian dari darah yang berfungsi dalam pembekuan darah.

Pada penderita leukimia, trombositnya akan mengalami penurunan jumlah yang drastis, sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam pembekuan darah.

7. Munculnya bintik merah pada kulit

Pada penderita leukimia biasanya akan mudah ditemukan adanya bintik-bintik merah kecil pada kulit, yang dikenal sebagai nama petechiae.

Gejala pengiring lainnya pada anak yang menderita leukimia adalah mimisan, perdarahan gusi, kesulitan bernapas, kehilangan nafsu makan, berat badan rendah, sakit kepala, hati dan limpa membesar, keringat berlebihan pada malam hari.

Penanganan Leukimia

Gejala leukemia membutuhkan pemeriksaan intensif oleh dokter. Semakin awal terdeteksi penyakit ini, akan semakin mudah dalam melakukan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Banyak tanda-tanda dan gejala leukemia yang muncul ketika sel-sel leukemia mendesak sel-sel normal.

Penanganan leukemia meliputi penanganan kuratif dan suportif. Penanganan kuratif lebih difokuskan pada pengobatan yang diarahkan untuk memberantas penyakit leukimia tersebut.

Penanganan suportif merupakan pengobatan penyakit lain yang menyertai leukemia, komplikasi dan tindakan yang mendukung penyembuhan, termasuk perawatan psikologi.

Perawatan suportif ini antara lain dengan melakukan transfusi darah, pemberian antibiotik pada infeksi, pemberian obat anti jamur, pemberian nutrisi yang baik, dan pendekatan aspek psikososial.

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai 7 gejala kanker darah (leukimia) untuk Anda ketahui. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan