Informasi tentang Penerapan Kembali Full Day School Tahun 2017

Informasi tentang Penerapan Kembali Full Day School Tahun 2017

Amongguru.com. Informasi tentang Penerapan Kembali Full Day School Tahun 2017 perlu dipahami dengan memperhatikan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.

Kemarin sempat terdengar simpang siur berita tentang pemberlakuan secara resmi full day school. Pro dan kontra kebijakan ini juga mencuat seiring uji coba pada sekitar 500 sekolah percontohan di tahun 2016 silam.

Konsep full day school sendiri dapat diartikan sebagai konsep belajar dari pagi hingga sore hari. Alasan mendasar Kemendikbud mencanangkan kebijakan ini adalah untuk mendukung tujuan ideal pendidikan, yaitu terpenuhinya pengetahuan umum dengan disertai pembangunan karakter siswa.

Siswa akan tetap berada di sekolahan selama lima hari penuh, sambil mereka menyelesaikan tugas-tugas sekolah, sampai dijemput orangtuanya seusai bekerja.

Informasi tentang Penerapan Kembali Full Day School Tahun 2017

Perlahan tapi pasti, sistem ini akan mampu membangun karakter siswa dan siswa menjadi tidak liar di luar sekolah, ketika orangtuanya belum pulang dari kerja. Demikian yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, di Universitas Muhamadiyah Malang, Minggu (7/8/2016).

Lebih lanjut dikemukakan, sekolah dapat memanggil guru mengaji dengan rekam jejak yang sudah diketahui, agar tidak terjadi penyimpangan akidah.

Informasi tentang Penerapan Kembali Full Day School Tahun 2017
Full day school, berangkat pagi pulang sore

Akhirnya terjawab sudah, bahwa full day school resmi diberlakukan pada tahun ajaran baru 2017/2018 dan akan diganti dengan istilah Pendidikan Penguatan Karakter (PPK). Hal ini berarti kita harus siap menyongsong kembali full day school dengan perubahan istilah tersebut.

Itu artinya pada bulan Juli 2017 mendatang, sekolah akan menerapkan aturan full day school. Hal ini dikemukakan oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Sumarna Surapranata pada Diklat Pendidikan, Selasa (6/6/2017).

Sumarna mengatakan bahwa prosedur tentang aturan jam mengajar guru yang terkait dengan kebijakan full day school diatur dalam PP Nomor 19 Tahun 2017.

Sumarna menjelaskan kembali bahwa di dalam kebijakan full day school, siswa akan masuk mulai hari Senin sampai Jumat. Sedangkan hari Satu dan Minggu digunakan siswa maupun guru untuk acara keluarga.

Melalui sistem full day school ini, maka guru dan siswa diberi kesempatan untuk menyelesaikan segala bentuk pembelajaran di sekolah selama lima hari (Senin sampai Jumat) dan tidak membawa urusan sekolah ke rumah.

Rencananya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menerapkan pendidikan berbasis karakter di sekitar 15.000 SD dan SMP yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sekolah tersebut akan diutamakan yang berstatus sekolah negeri.

Konsep pendidikan karakter ini merupakan kelanjutan rencana pemerintah menerapkan full day school sekaligus memperpanjang waktu belajar siswa di sekolah.

Program pendidikan karakter ini sekaligus menjadi penguatan karakter untuk Kurikulum 2013 yang sebelumnya sudah diberlakukan. Kurikulum full day ini nantinya diharapkan lebih efektif untuk mencapai tujuan pendidikan, dibandingkan kurikulum half day seperti saat ini.

Melalui full day school, siswa akan pulang sekolah pada pukul 16.00 WIB dan program guru yang wajib berada di sekolah selama 8 jam per hari akan terpenuhi.

Full day school yang masih menuai kontrovesi di Indonesia, justru sudah diterapkan lama dan menjadi kunci sukses sistem pendidikan di beberapa negara.

  1. Singapura; sudah menerapkan jam sekolah yang cukup panjang. Siswa SD di Singapura bersekolah dari pukul 07.30 sampai 13.00 siang. Sementara untuk anak SMP dan SMA, bersekolah dari pukul 07.30 sampai 16.00 sore. Jika ada kegiatan ekstra kurikuler, siswa akan pulang pukul 18.00. Melalui sistem ini, Singapura berhasil meraih peringkat pertama Global School Rangking pada tahun 2015.

    Informasi tentang Penerapan Kembali Full Day School Tahun 2017
    Singapura, negara yang sukses menerapkan full day school
  2. Korea selatan; mewajibkan siswa SD untuk bersekolah dari pukul 08.00 sampai 13.00 siang. Untuk siswa SMP bersekolah sampai pukul 16.30 sore dan siswa SMA bersekolah sampai pukul 21.00 malam. Walaupun terkesan menghabiskan waktu untuk bermain anak, nyatanya Korea Selatan menduduki peringkat keiga Global School Rangking di bawah Hongkong yang meraih peringkat kedua.
  3. Jepang; sudah menerapkan full day school cukup lama, dimana diwajibkan siswa SD untuk pulang sekolah pukul 13.00, siswa SMP pulang pukul 15.30, dan SMA sampai pukul 19.00. Jepang meraih peringkat empat Global School Ranking pada tahun 2015.
  4. Taiwan; di Taiwan anak-anak SD bersekolah dari pukul 08.00 sampai pukul 15.30 sore. Siswa SMP belajar dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 petang. Sedangkan siswa SMA belajar sampai pukul 19.50 untuk mengikuti kelas tambahan. Taiwan sendiri meraih peringkat kelima Global School Ranking di tahun 2015 silam.

Meskipun masih diliputi pro dan kontra, ada baiknya kita tidak usah larut dalam perdebatan panjang mengenai kebijakan full day school ini.

Informasi tentang Penerapan Kembali Full Day School Tahun 2017 ini setidaknya bisa memberikan gambaran mengapa program tersebut kembali akan diberlakukan.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentu sudah memiliki pertimbangan yang matang dan kajian yang komprehensif terkait akan diterapkannya program full day school Juli 2017 mendatang. ilahkan baca juga: Informasi tentang PPDB Online Kabupaten Semarang Tahun 2017j

Sekian Informasi tentang Penerapan Kembali Full Day School Tahun 2017.

Pada akhirnya, Informasi tentang Penerapan Kembali Full Day School Tahun 2017 perlu disikapi secara arif dan bijaksana. Kita tunggu saja realisasinya …

Tinggalkan Balasan