Hujan Meteor Orionid Akan Hiasi Langit Bumi Pada 21 Oktober 2018 Mendatang

Hujan Meteor Orionid Akan Hiasi Langit Bumi Pada 21 Oktober 2018 Mendatang

Amongguru.com. Fenomena alam berupa hujan meteor atau bintang jatuh kembali dapat dilihat pada akhir bulan Oktober 2018 ini. Tepatnya tanggal 21 Oktober 2018 mendatang, hujan meteor Orionid akan menghiasi langit bumi.

Hujan meteor Orionid merupakan peristiwa tahunan yang sering terjadi pada akhir bulan Oktober. Hujan meteor Orionid berasal dari gugusan komet Halley yang melintasi bumi.

Hujan Meteor Orionid Akan Hiasi Langit Bumi Pada 21 Oktober 2018 Mendatang
Hujan Meteor Orionid Akan Hiasi Langit Bumi Pada 21 Oktober 2018 Mendatang

Hujan meteor Orionid berasal dari pecahan komet Halley. Komet Halley adalah komet yang melintasi bumi setiap 76 tahun sekali.

Diperkirakan akan ada sekitar 20 meteor per jam yang tampak di langit-langit malam pada tanggal 21 Oktober mendatang.

Perisitiwa bintang jatuh tersebut nantinya sudah mulai terlihat sejak pukul 01.00 dinihari sampai dengan waktu subuh.

Sebenarnya hujan meteor Orionid mulai muncul sejak awal bulan Oktober 2008 ini, tetapi puncaknya akan terjadi pada tanggal 21 Oktober nanti.

Hujan meteor Orionid dapat disaksikan dengan mata telanjang, khususnya di langit bagian timur dengan syarat kondisi langit dalam keadaan cerah.

Meteor merupakan meteorid yang menuju bumi. Masuknya meteor ini akibat adanya gaya gravitasi bumi.

Kandungan material pada meteor sama dengan jenis bebatuan yang ada di bumi. Meteor mengandung logam besi, nikel, atau material penyusun batuan bumi, seperti karbon dan silikat.

Karena bergesekan dengan atmosfer bumi, maka meteor akan terbakar terlebih dahulu sebelum masuk ke bumi.

Lapisan atmosfer yang berfungsi untuk menghalangi meteor masuk ke bumi adalah mesosfer. Meteor yang terbakar inilah yang sering disebut sebagai bintang jatuh.

Terkadang sebagian dari kita bingung dalam membedakan antara komet dengan meteor, mengingat keduanya sama-sama merupakan anggota tata surya.

Komet sebenarnya adalah kumpulan bongkah-bongkah batu yang diselubungi kabut gas. Sedangkan meteor merupakan serpihan pecahan dari komet.

Dapat diilustrasikan bahwa komet terlihat seperti bongkahan bola salju yang berjalan di angkasa dan meteor adalah potongan atau serpihan dari bola salju tersebut.

Orionid merupakan jenis meteor yang berasal dari serpihan ekor Komet Halley. Fenomena hujan meteor Orionid terjadi setiap tahun pada sekitar pertengahan hingga akhir bulan Oktober.

Serpihan-serpihan meteor Orionid akan menghujam ke bumi  dengan kecepatan hingga 238.813 km/jam.

Tetapi, serpihan meteoir tersebut tertahan oleh atmosfer bumi, sehingga terjadi gesekan dan tabrakan yang mengakibatkan meteor tersebut terbakar dan terciptalah fenomena hujan meteor.

Orionid adalah salah satu jenis meteor yang rapuh. Meteor ini akan terbakar dalam jarak sekitar 96,5 kilometer dari bumi.

Meteor Orionid tidak memiliki pelindung, sehingga ketika jatuh ke bumi, serpihan benda langit ini seperti melakukan prosesi bunuh diri karena akan terbakar saat bergesekan dengan lapisan atmosfer bumi.

Jadi, jangan sia-siakan untuk melihat peristiwa hujan meteor Orionid ini pada tanggal 21 Oktober 2018 mendatang.

Tinggalkan Balasan