Hubungan Antara Puasa dengan Menjaga Kesehatan Organ Hati

Hubungan Antara Puasa dengan Menjaga Kesehatan Organ Hati

Amongguru.com. Organ hati pada manusia terletak di bagian kanan rongga perut. Hati merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia dengan berat mencapai sekitar 1,5 kg.

Hati memiliki peran yang sangat vital bagi tubuh. Terdapat lebih dari 500 fungsi hati, maka hati  dapat diibaratkan sebagai pabrik kimia dalam tubuh manusia. Semua fungsi tersebut akan berkaitan dengan organ tubuh lainnya, sehingga barometer kesehatan tubuh sebenarnya terletak pada kesehatan hati.

Beberapa fungsi penting hati, antara lain untuk menetralkan racun, penyaringan zat berbahaya dari darah, menjaga kadar kolesterol, menjaga kadar glukosa, mensekresi asam amino, menyimpan vitamin dan mineral, bahan kimia mensekresi yang memecah lemak, dan mengkonversi glukosa menjadi glikogen.

Apabila melihat beberapa fungsi hati tersebut, jelas hati adalah organ tubuh yang tidak pernah berhenti bekerja. Tanpa adanya organ hati, manusia akan mati terbunuh oleh racun yang masuk ke dalam tubuh, termasuk penggunaan obat-obat kimia dan alkohol.

Hati juga akan mengubah tumpukan asam laktat menjadi glikogen, sejenis karbohidrat cadangan sebagai sumber energi tubuh. Glikogen akan dilepaskan saat kita sedang tidak makan atau saat tubuh sangat memerlukan tambahan energi.

Racun amonia di dalam tubuh akan diubah oleh hati menjadi urea yang selanjutnya dibuang melalui urine. Tanpa adanya hati, amonia akan menumpuk di dalam darah dan akan menjadi racun (toksik) mematikan pada tubuh.

Metabolisme protein dalam tubuh sangat memerlukan kehadiran organ hati. Protein akan mencapai hati dalam bentuk yang paling sederhana, yaitu asam amino.

Kemampuan hati dalam mengubah karbohidrat dan protein menjadi lemak dan mengubah asam amino dan lemak menjadi karbohidrat secara tidak langsung akan mampu menjaga kadar glukosa dalam darah.

Hati juga memproduksi albumin, cairan empedu, kolesterol, faktor pembeku darah, globin, dan faktor-faktor kekebalan tubuh. Albumin adalah protein yang mengatur pertukaran air antara darah dan jaringan.

Empedu merupakan cairan yang membawa keluar zat tak berguna dan mencerna lemak di usus kecil. Kolesterol adalah zat yang dibutuhkan sel-sel dalam tubuh. Faktor pembeku darah dibutuhkan untuk menghentikan perdarahan.

Globin adalah bagian dari hemoglobin pembawa oksigen dalam darah merah (eritrosit). Sedangkan faktor kekebalan tubuh melindungi tubuh dari infeksi dan kuman.

Hubungan Antara Puasa dengan Menjaga Kesehatan Organ Hati

Tradisi Unik Menyambut Puasa Ramadhan di Negara Iran

Asupan nutrisi yang kita konsumsi akan berbanding lurus dengan kerja organ hati. Semakin banyak makanan atau minuman yang dikonsumsi, maka berarti kita meminta organ hati untuk bekerja lebih keras lagi.

Sebagian besar darah yang melalui lambung dan usus halus akan membawa nutrisi masuk ke dalam hati. Nutrisi tersebut selanjutnya akan diubah oleh hati menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Baik buruknya asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kita sangat berpengaruh terhadap kesehatan organ hati.

Hati-hati Timbunan Lemak Jenuh Pada Makanan Saat Bulan Puasa Tiba

Apabila organ hati mengalami gangguan, maka akan menyebabkan terjadinya gangguan nutrisi (malnutrisi). Alkohol adalah contoh pemicu kerusakan hati, selain virus dan obat-obatan.

Hati manusia tersusun atas sekitar 300 miliar sel yang selalu mengontrol proses metabolisme tubuh, termasuk metabolisme racun, baik racun urea yang disalurkan melalui pembuluh darah menuju ginjal maupun melalui cairan empedu untuk dibuang lewat feses (tinja). Pengeluaran racun keluar dari tubuh nilah yang dinamakan dengan detoksifikasi.

Idealnya, organ-organ tubuh perlu diberi kesempatan untuk beristirahat. Puasa merupakan salah satu kegiatan ibadah yang mampu memberikan kesempatan tubuh untuk beristirahat.

Selama berpuasa, maka organ hati memiliki banyak waktu untuk beristirahat dan hal ini baik untuk menjaga organ tersebut dari gangguan kerusakan. Pada saat kita puasa, terjadi pengosongan lambung, sehingga hati tidak banyak bekerja untuk proses pencernaan makanan. Kondisi ini akan memudahkan organ hati untuk bekerja secara penuh dalam menyaring racun.

Ketika kita berpuasa, asupan kalori dan kandungan lemak dalam makanan akan berkurang. Hal tersebut menjadikan penyerapan asam lemak di organ hati menurun, sehingga membuat hati menjadi lebih sehat.

Pada saat puasa, maka akan terbentuk protein dan lemak fosfat yang berfungsi untuk melakukan regenerasi sel dan membersihkan sel-sel hati dari lemak yang mengendap. Dengan demikian, hati akan terbebas dari fatty liver  (pelemakan hati).

Demikian ulasangan mengenai Hubungan Antara Puasa dengan Menjaga Kesehatan Organ Hati. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan