Hindari Kebiasaan Mengolah Daging Kurban Dengan Cara Berikut

Hindari Kebiasaan Mengolah Daging Kurban Dengan Cara Berikut

Amongguru.com. Olahan daging kurban selalu tersaji setiap hari raya Idul Adha. Perayaan Idul Adha diwarnai dengan penyembelihan daging kurban, untuk selanjutnya dibagikan kepada yang berhak menerima.

Tidak heran, jika pada saat Idul Adha, akan banyak olahan daging kurban yang disajikan untuk melengkapi kemeriahan hari raya tersebut.

Daging kurban pada umumnya berupa sapi atau kambing. Bagi sebagian orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu, misalnya darah tinggi, biasanya dianjurkan untuk tidak mengonsumsi secara berlebihan olahan daging kurban.

Hindari Kebiasaan Mengolah Daging Kurban Dengan Cara Berikut

Sebenarnya apabila dimasak dengan cara yang tepat dan dikonsumsi sesuai takarannya, daging kurban sebenarnya aman dan menyehatkan tubuh.

Daging kurban banyak mengandung lemak, protein, dan zat gizi lainnya, yang menunjang metabolisme tubuh.

Baca juga : Hati-hati Konsumsi Daging Kurban Berlebih Penderita Hipertensi Saat Idul Adha

Supaya dapat mengonsumsi daging kurban dengan sehat dan aman, maka perlu menghindari beberapa kebiasaan mengolah daging berikut ini.

1. Tidak membuang lemak dalam daging

 

Lemak daging berupa serat putih atau yang biasa disebut gajih. Untuk mendapatkan daging yang bermutu, maka hindari daging yang banyak serat putih tersebut.

Kebiasaan yang salah dalam memasak daging adalah tidak membuang serat putihnya, sehingga masih banyak kandungan lemak dalam daging.

Bagi penderita tekanan darah tinggi dan kolesterol, mengonsumsi olahan daging yang masih banyak lemaknya tentu berbahaya karena akan meningkatkan kadar lemak dalam tubuh.

2. Teknik memasak yang menghilangkan nilai gizi

Di dalam mempertahankan nilai gizinya, maka teknik memasak daging perlu diperhatikan. Kebiasaan memasak daging yang salah, justru akan menghilangkan kandungan gizi daging.

Teknik memasak daging yang tidak menghilangkan nilai gizinya, antara lain dengan cara di panggang, direbus, atau dihaluskan.

Teknik memasak tersebut tidak akan menghilangkan kandungan gizi daging yang diolah dan daging tetap terjaga kelezatannya.

3. Terlalu banyak menggunakan bumbu dalam kemasan

Karena alasan praktis dan efisiensi waktu, maka kita sering memilih menggunakan bumbu dalam kemasan daripada memanfaatkan rempah-rempah alami dalam mengolah daging.

Sebenarnya cara itu boleh-boleh saja, akan tetapi jika bumbu kemasan tersebut berlebihan tentu tidak baik untuk dikonsumsi tubuh.

Bumbu rempah-rempah alami justru akan menambah cita rasa olahan daging menjadi semakin lezat. Selain itu, penambahan bumbu rempah alami ini juga dapat mengurangi bau amis dari daging.

4. Memperbanyak santan dan minyak

Seperti kita ketahui, daging banyak mengandung lemak dan juga protein. Kebiasaan makan daging dengan banyak santan akan menambah timbunan lemak dalam tubuh.

Untuk mengonsumsi olahan daging secara sehat, maka dibutuhkan makanan penyeimbang yang juga sehat.

Makanan berserat tinggi dapat digunakan untuk menyeimbangkan kandungan lemak pada olahan daging.

Serat mampu mengoptimalkan penyerapan protein yang terkandung dalam daging. Serat juga ampuh untuk mengeluarkan lemak secara cepat dari dalam tubuh.

Sayur, kacang, ubi, dan buah adalah contoh makanan pendamping yang baik saat Anda mengonsumsi olahan daging.

5. Memasak banyak untuk sekali habis

Kebiasaan yang harus dihindari dalam mengolah daging adalah memasak yang banyak untuk sekali makan.

Hal yang harus dipahami dalam mengonsumsi daging, yaitu takaran penyajiannya. Angka normal dalam mengonsumsi daging adalah 120 – 140 gram per hari.

Sesuai takaran tersebut, kita dianjurkan mengonsumsi daging sebanyak 3 – 4 kali menu olahan daging dalam setiap harinya.

Apabila mengonsumsi daging lebih dari batas tersebut, maka tentu akan beresiko terhadap kesehatan kita.

Demikian beberapa hal yang perlu dihindari dalam mengolah daging kurban. Pola makan yang sehat dan seimbang harus terus diterapkan untuk menjaga kesehatan tubuh kita, salah satunya dengan memperhatikan olahan daging yang akan kita konsumsi.

Tinggalkan Balasan