Hidung Sebagai Indra Pembau Manusia, Bagian-bagian Hidung dan Fungsinya

Hidung Sebagai Indra Pembau Manusia, Bagian-bagian Hidung dan Fungsinya

Amongguru.com. Hidung merupakan salah satu alat indra manusia yang berfungsi sebagai indra penciuman atau pembau. Hidung memiliki kemampuan untuk mendeteksi atau merespon berbagai macam bau di luar tubuh.

Bagian-bagian hidung juga berperan penting dalam sistem pernapasan manusia, karena berhubungan langsung dengan saluran pernapasan manusia, yaitu tenggorokan.

A. Bagian-bagian Hidung

Struktur hidung terdiri atas bagian-bagian, yaitu rongga hidug, lubang dan bulu hidung, selaput lendir, saraf pendeteksi bau,dan tulang rawan.

Hidung Sebagai Indra Pembau Manusia, Bagian-bagian Hidung dan Fungsinya
Hidung Sebagai Indra Pembau Manusia, Bagian-bagian Hidung dan Fungsinya

Rongga hidung merupakan organ yang sangat penting dalam sistem pernapasan. Rongga hidung berfungsi sebagai jalan masuknya udara menuju ke tenggorokan.

Rongga hidung juga berperan dalam menjaga kelembapan, suhu, dan tekanan udara. Di dalam rongga hidung, terdapat selaput lendir dan bulu hidung (silia).  Daerah yang sensitif terhadap bau terletak pada bagian atap rongga hidung.

Pada daerah sensitif ini terdapat dua jenis sel, yaitu sel penyokong berupa sel-sel epitel dan sel-sel pembau sebagai reseptor yang berupa sel-sel saraf.

Penyaringan debu dan kotoran yang masuk bersama udara dilakukan oleh bulu-bulu halus yang ada di dalam hidung. Penarikan dan pelekatan debu dan kotoran lain dilakukan oleh mukus atau selaput lendir, yang selanjutnya debu dan kotoran ini dibawa ke faring untuk ditelan maupun dikeluarkan melalui rongga mulut.

Kotoran yang melekat pada faring biasanya akan mengering karena proses panas yang dihasilkan uap ketika kita bernafas. Kotoran tersebut menjadi tahi hidung atau lebih dikenal sebagai upil.

Lubang hidung kiri dan kanan dipisah oleh sekat yang namanya septum hidung. Septum atau pemisah hidung ini dilapisi oleh lendir yang berfungsi untuk mengatur suhu dan kelembapan rongga di dalamnya.

Kita juga dilarang untuk mencabut bulu hidung, karena dapat menyebabkan luka atau infeksi pada rongga hidung. Infeksi tersebut dapat berkembang menjadi bisul yang menyakitkan.

Ketika kita sedang bersin, maka secara refleks mata kita akan menutup. Hal ini dikarenakan saluran ductus nasolacrimalis yang menghubungkan hidung dengan mata melakukan kontraksi agar tidak ada kotoran yang masuk pada saat bersin.

B. Proses Membau

Pada saat kita bernapas, zat kimia yang berupa gas ikut masuk ke dalam hidung kita. Zat kimia yang merupakan sumber bau akan dilarutkan pada selaput lendir, kemudian akan meransang rambut-rambut halus pada sel pembau.

Sel pembau akan meneruskan rangsangan ini ke otak dan akan diolah sehingga kita bisa mengetahui jenis bau dari zat kimia tersebut. Adaptasi hidung terhadap bau-bauan mula-mula berjalan cepat dalam 2 – 3 detik, tetapi kemudian berjalan lebih lambat. Keistimewaan indera pembau manusia adalah dapat membaui sesuatu walau kadarnya di udara sangat sedikit.

C. Gangguan pada Hidung

Gangguan pada hidung biasanya disebabkan oleh radang atau sakit pilek yang menghasilkan lendir atau ingus sehingga menghalangi bau mencapai ujung saraf pembau.

Gangguan lain juga bisa disebabkan oleh adanya kotoran pada hidung dan bulu hidung yang terlalu banyak. Kita harus selalu membersihkan hidung dari kotoran dan merapikan bulubulunya supaya penciuman kita tidak terganggu.

Indera pembau pada hidung dapat mengalami kelainan. Kelainan- kelainan itu antara lain sebagai berikut.

  • Anosmia; gangguan hidung karena hidung tidak dapat mencium bau. Gangguan ini dapat disebabkan oleh penyumbatan rongga hidung karena polip atau tumor, atau reseptor pembau rusak karena infeksi virus.
  • Influenza; penyebab influenza adalah infeksi virus flu yang menyebabkan tersumbatnya rongga hidung sehingga kemampuan membau menjadi berkurang.
  • Polip hidung; polip atau benjolan pada hidung memiliki ciri-ciri bertekstur lunak, tidak menimbulkan rasa sakit, dan bukan dikategorikan sebagai kanker. Biasanya, benjolan tumbuh dalam saluran atau rongga sistem pernapasan.
  • Mimisan atau hidung berdarah; merupakan kondisi dimana darah keluar dari hidung. Daerah hidung yang kaya akan pembuluh darah ada di permukaan bagian depan dan belakang. Pembuluh darah sangat rapuh sehingga mudah mengeluarkan darah.
  • Patah hidung; merupakan cedera yang umum dialami seseorang yang disebabkan oleh hantaman keras atau benturan benda tumpul ke wajah.
  • Rhinitis; rhinitis terbagi menjadi dua, yaitu rhinitis alergi dan rhinitis nonalergi. Penyakit hidung berupa rhinitis ini ditandai dengan iritasi pada selaput lendir. Penyebab rhinitis nonalergi lebih bervariasi, mulai dari terpapar asap rokok, aroma yang menyengat, perubahan cuaca, hingga iritasi debu. Perbedaannya dengan rhinitis alergi adalah tidak ditemukannya antibodi IgE yang beraksi terhadap penyebab alergi tertentu.

Baca juga artikel terkait berikut.

Demikian ulasan mengenai Hidung Sebagai Indra Pembau Manusia, Bagian-bagian Hidung dan Fungsinya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan