Hati-hati Penularan Wabah Difteri Bisa Melalui Percikan Ludah

Amongguru.com. Hati-hati Penularan Wabah Difteri Bisa Melalui Percikan Ludah.

Difteri menjadi topik yang paling banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Penyakit ini cukup menyita perhatian publik, karena sifatnya yang sangat menular dan sudah menimbulkan beberapa korban jiwa sepanjang tahun 2017.

Bahkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap penyebaran wabah difteri.

Difteri bukanlah penyakit yang baru muncul di Indonesia. Difteri adalah penyakit lama yang sebenarnya sudah bisa dikendalikan dengan program vaksinasi pada sekitar tahun 1990-an. Akan tetapi kasus ini muncul kembali pada tahun 2009 dan terus berkembang sampai dengan tahun 2017 ini.

Munculnya kelompok-kelompok anti vaknisasi  menyebabkan tidak semua anak bisa diberi vaksin. Hal tersebut tentu berdampak pada tingkat imunitas anak yang semakin lama semakin rendah, sehingga mudah terinfeksi beberapa penyakit berbahaya, termasuk difteri.

Apa itu Difteri?

Difteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Corynebacterium diptheriae. Penyakit ini berbahaya, karena selain menular juga dapat menimbulkan kematian. Kematian tersebut disebabkan adanya penyumbatan pada saluran pernapasan oleh toksin bakteri difteri yang bersifat patogen.

Corynebacterium diphtheriae akan memproduksi zat racun bernama exotoxin. Racun tersebut tersebar lewat aliran darah dan dapat merusak organ vital pada tubuh, seperti ginjal, jantung, jaringan saraf, dan otak.

Bentuk Corynebacterium diphtheriae dilihat menggunakan mikroskop

Bakteri Corynebacterium diphtheriae akan menyerang pada bagian selaput lendir (mucus) di tenggorokan dan hidung. Bahkan dalam kondisi tertentu, bakteri difteri ini dapat menyerang lapisan kulit sehingga menyebabkan munculnya borok.

Pada umumnya difteri lebih banyak menyerang anak-anak pada rentang usia 1 – 9 tahun. Akan tetapi dalam beberapa kasus, difteri juga dapat menyerang remaja dan orang dewasa.

Infeksi bakteri difteri dimulai dari menyerang selaput lendir pada hidung dan juga tenggorokan. Selanjutnya Corynebacterium diphtheriae akan memproduksi zat racun bernama exotoxin. Racun ini tersebar lewat aliran darah dan dapat merusak organ vital pada tubuh, seperti ginjal, jantung, jaringan saraf, dan otak.

Bagaimana Gejala Difteri?

Masa inkubasi dari bakteri difteri terjadi antara dua sampai dengan lima hari. Masa inkubasi adalah rentang waktu antara bakteri masuk menginfeksi tubuh hingga mulai dirasakan gejala-gejala penyakit.

Gejala difteri, antara lain demam yang tidak begitu tinggi, munculnya lapisan berwarna putih hingga abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel (pseudomembran), rasa sakit pada waktu menelan, suara menjadi serak dan tidak jelas, detak jantung meningkat, terjadinya pembesaran kelenjar getah bening leher, serta pembengakan jaringan lunak leher.

Bagaimana Penularan Wabah Difteri?

Bakteri difteri sangat mudah menular melalui cairan yang dikeluarkan penderita pada saat bersin atau batuk. Percikan ludah dari penderita yang terbawa oleh udara dan angin pada saat bersin atau batuk dipasikan membawa bakteri difteri. Bakteri segera akan menginfeksi pada orang sehat yang secara tidak sengaja menghirupnya.

Hal yang perlu diketahui bahwa satu molekul racun exotoxin yang dihasilkan oleh bakteri dikteri, akan mampu membunuh satu sel sehat manusia dan satu bakteri difteri mampu menghasilkan 5.000 molekul exotoxin dalam setiap jam.

Difteri juga dapat menular melalui barang-barang bekas pakai penderitanya. Anda harus berhati-hati terhadap pemakaian benda-benda dari penderita difteri, karena kontak antara penderita dengan benda-benda tersebut akan meninggalkan bakteri difteri.

Apabila difteri menginfeksi kulit, maka dapat ditularkan melalui sentuhan langsung pada luka yang terinfeksi bakteri difteri tersebut.

Setelah Anda memahami tentang apa itu difteri, gejala, maupun cara penularannya, maka yang perlu dilakukan saat ini adalah pencehagan agar wabah difteri tidak semakin meluas.

Selain menggalakkan kembali vaksinasi untuk anak-anak, menjaga kebersihan lingkungan juga merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah meluasnya penyakit difteri.

Demikian ulasan mengenai Hati-hati Penularan Wabah Difteri Bisa Melalui Percikan Ludah. Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan