Gen dan Kromosom Sebagai Pengendali Pewarisan Sifat Makhluk Hidup

Gen dan Kromosom Sebagai Pengendali Pewarisan Sifat Makhluk Hidup

Amongguru.com. Makhluk hidup memiliki kemampuan dalam menurunkan sifat-sifat kepada keturunannya atau sering disebut dengan pewarisan sifat.

Pewarisan sifat (hereditas) adalah penurunan sifat dari induk (orang tua) kepada keturunannya (anak). Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat pada makhluk hidup disebut genetika.

Adanya pewarisan sifat ini dapat menjadikan makhluk hidup memiliki perbedaan sifat satu dengan lainnya. Sifat-sifat beda yang terdapat pada makhluk hidup dikendalikan oleh materi genetis.

Materi genetis tersebut berupa substansi yang disebut gen.  Kumpulan gen tersebut dinamakan kromosom. Kromosom terdapat pada bagian inti sel (nukleus). Kromosom dan gen inilah yang mengendalikan pewarisan sifat pada makhluk hidup.

Sifat-sifat suatu makhluk hidup diwariskan melalui sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Terdapat dua macam kromosom yang ada dalam sel kelamin, yaitu kromosom X dan kromosom Y. Pada wanita kromosomnya adalah XX dan pada pria adalah XY.

Gen dan Kromosom Sebagai Pengendali Pewarisan Sifat Makhluk Hidup

1. Kromosom

Kromosom merupakan materi genetik yang berupa benang-benang halus atau kromatin yang berfungsi sebagai pembawa informasi genetik kepada keturunannya.

Kromosom mempunyai sifat mudah menyerap warna, sehingga dalam sel yang sedang membelah, kromosom dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa.

Akan tetapi untuk mempelajari struktur halusnya, tetap harus digunakan mikroskop elektron. Pada saat sel tidak sedang membelah, kromosom berbentuk benang-benang halus yang disebut benang-benang kromatin.

Setiap inti sel suatu makhluk hidup memiliki dua jenis kromosom, yaitu kromosom tubuh (autosom) dan kromosom kelamin (gonosom).

  • Kromosom Tubuh (Autosom)

Kromosom tubuh berfungsi untuk menentukan sifat-sifat tubuh suatu organisme. Kromosom tubuh berjumlah 22 pasang atau 44 buah. Kromosom tubuh pada individu laki-laki maupun perempuan memiliki sifat dan bentuk yang sama.

Kromosom tubuh dilambangkan dengan A yang berasal dari kata autosom, terdiri dari 22 pasang atau berjumlah 44 buah. Autosom terletak pada sel tubuh dan berpasangan sehingga disebut kromosom diploid (ditulis dengan 2n).

  • Kromosom Kelamin (Gonosom)

Kromosom kelamin (gonosom) berfungsi untuk menentukan jenis kelamin suatu organisme. Kromosam kelamin berjumlah 1 pasang atau 2 buah.

Gonosom pada laki-laki dilambangkan dengan XY dan pada perempuan dilambangkan dengan XX. Gonosom terletak pada sel kelamin dan tidak berpasangan, sehingga disebut kromosom haploid (ditulis dengan n).

Dengan demikian jumlah kromosom pada manusia adalah 23 pasang atau 46 buah. Kromosom laki-laki ditulis 44AA + XY, sedangkan kromosom wanita ditulis 44AA + XX.

Kromosom terdiri atas dua bagian, yaitu bagian kepala kromosom (disebut juga dengan sentromer) dan bagian lengan kromosom (atau dikenal dengan lokus).

Pada bagian sentromer tidak terdapat gen didalamnya. Akan tetapi, pada bagian lengan atau lokus yang juga merupakan badan pada kromosom didalamnya terdapat gen.

Kromosom memiliki beberapa bentuk yang berbeda. Tedapat 4 (empat) bentuk kromosom berdasarkan letak sentromernya, yaitu metasentrik, submetasentrik, akrosentrik, dan telosentrik.

Terdapat beberapa jenis kromosom, sebagai berikut.

a. Kromosom homolog

Kromosom homolog adalah kromosom yang berpasangpasangan, selalu mempunyai bentuk, panjang, letak sentromer, dan struktur yang sama atau hampir sama.

Pada tubuh manusia terdapat 46 kromosom, terdiri atas 23 kromosom berpasangan (homolog). Setiap pasang kromosom homolog adalah satu macam, sehingga kromosom sel tubuh manusia terdiri atas 23 macam.

b. Kromosom diploid (2n)

Ploid merupakan jumlah perangkat kromosom, sehingga kromosom diploid adalah dua perangkat kromosom. Kromosom diploid terjadi karena kromosom selalu berpasangan (homolog), maka di dalam setiap inti sel tubuh terdapat dua set atau dua perangkat kromosom (diploid).

c. Kromosom haploid (n)

Haploid adalah kromosom yang tidak memiliki pasangan atau hanya memiliki seperangkat kromosom.

Pada waktu pembentukan sel kelamin, sel induk kelamin membelah secara meiosis, sehingga sel kelamin mengandung kromosom setengah dari jumlah kromosom sel induknya. Jadi, kromosom sel kelamin manusia tetap mengandung 23 kromosom, tetapi tidak berpasangan.

Setiap spesies makhluk hidup memiliki kromosom yang khas dan tetap. Jumlah kromosom antara jenis makhluk hidup satu dengan yang lainnya berbeda seperti tampak dalam tabel berikut.

NoJenis Makhluk HidupJumlah Kromosom (2n)
1Manusia46
2Orang utan48
3Siamang50
4Marmut60
5Kelinci44
6Nyamuk6
7Lalat12
8Kucing38
9Tikus42
10Kuda60
11Ayam78
12Padi24
13Tomat24
14Bawang16
15Katak26
16Jagung20
17Bakteri1
18Sapi60
19Belalang24
20Buncis14

2. Gen

Gen merupakan bagian kromosom atau satu kesatuan kimia dalam kromosom yang berfungsi untuk mengendalikan ciri genetis suatu makhluk hidup. Gen memiiliki sifat menurun dari induk kepada anaknya.

gen

Fungsi gen antara lain mengatur perkembangan dan metabolisme individu, menyampaikan informasi genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan sebagai zarah tersendiri dalam kromosom.

Gen berperan untuk menentukan pewarisan sifat seperti rasa, warna, dan bentuk. Gen terdapat di dalam kromosom, dan menempati tempat-tempat tertentu yang dinamakan lokus.

Pembelahan kromosom akan terjadi pada saat sel akan membelah. Sebelum pembelahan kromosom, akan terjadi penggandaan gen yang terdapat di dalam kromosom. Jadi, urutannya adalah penggandaan gen, pembelahan kromosom, dan pembelahan sel.

Susunan gen yang menentukan sifat-sifat suatu individu disebut genotipe. Genotipe adalah sifat makhluk hidup yang tidak tampak, sehingga tidak bisa diamati dengan indera.

Sifat ini disimbolkan dengan sepasang huruf, misalnya gen warna merah disimbolkan dengan MM, gen bulu hitam disimbolkan dengan HH, dan gen batang tinggi disimbolkan dengan TT.

Simbol genotipe tidak hanya menggunakan huruf besar tetapi juga huruf kecil. Huruf besar berarti bersifat dominan (menang), sedangkan huruf kecil berarti sifat resesif (kalah).

Misalnya MM berarti sifat merah, dan mm berarti sifat putih. Sifat merah akan mendominasi sifat putih, sehingga jika disilangkan akan menghasilkan keturunan yang bersifat merah (Mm).

Genotipe yang tersusun dari sifat dominan saja (AA) atau resesif saja (aa) disebut homozigot. Sedangkan genotipe yang tersusun dari sifat dominan dan resesif (Aa) disebut heterozigot.

Fenotipe adalah sifat makhluk hidup yang tampak sehingga bisa diamati oleh alat indra. Misalnya rasa buah manis, rambut lurus, bentuk buah bulat, dan  bulu hitam. Sifat fenotip merupakan perpaduan dari sifat genotip dan lingkunganya.

Baca juga :

Demikian ulasan mengenai Gen dan Kromosom Sebagai Pengendali Pewarisan Sifat Makhluk Hidup. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan